Unik, Melawan Penyakit Demam Berdarah Justru Dengan Nyamuk

Unik, Melawan Penyakit Demam Berdarah Justru Dengan Nyamuk

Disamping penyakit tipus, salah satu penyakit yang cukup “rajin menyambangi” penduduk Indonesia adalah Demam Berdarah. Meski kedua penyakit ini timbul karena sebab yang berbeda, namun memiliki gejala yang hampir sama. Dan hampir sama pula akibatnya.
Munculnya penderita dalam jumlah yang cukup banyak.
Karena itulah, hampir bisa dipastikan, pada setiap semester dapat dengan mudah didapati rumah-sakit yang penuh sesak oleh penderita penyakit ini.

Tingginya serangan penyakit dan banyaknya jumlah penderita Deman Berdarah dapat dimungkinkan karena Indonesia terletak di Negara tropis.

Sehingga ketika terjadi pergantian musim, saat itu pula sering terjadi satu musim yang kurang enak, yaitu musim nyamuk. Dan sebagaimana diketahui, nyamuk-nyamuk inilah , salah satunya nyamuk Aedes Aeggypti, yang nantinya “bertugas” sebagai pembawa virus deman berdarah.

Pada saat ini jumlah penderita DB memang bisa dibilang sudah mengalami penurunan yang cukup significan jika dibandingkan dengan beberapa dasawarsa silam. Hal ini bisa jadi, tidak lepas dari kemajuan ilmu kedokteran, serta kampanye dan upaya pemerintah yang dilakukan secara terus menerus untuk memberantas penyakit Demam Berdarah, sehingga masyarakat memiliki tingkat kesadaran dan cara hidup sehat yang lebih baik.

Sebenarnya tidak hanya di Indonesia, di beberapa Negara lain yang mempunyai iklim serupa juga terkena serangan penyakit Deman Berdarah ini.
Negara Brasil adalah salah satu contohnya.
Bahkan menurut catatan, Brasil menjadi salah satu negara dengan kasus serangan penyakit demam berdarah paling banyak. Yaitu mencapai sekitar 3,2 juta kasus dengan 800 kematian pada periode 2009-2014. Dan selama rentang 30 tahun terakhir, terdapat tujuh juta kasus yang dilaporkan

Karena itulah pemerintah Brasil juga melakukan upaya-upaya untuk melawan serangan penyakit Demam Berdarah ini.

Namun berbeda dengan langkah yang telah dilakukan pemerintah Indonesia, apa yang dilakukan oleh pemerintah Brasil dalam memerangi penyakit Deman berdarah ini bisa dibilang cukup unik.

Sebab mereka melawan serangan penyakit demam berdarah ini, justru dengan menggunakan nyamuk.
Bagaimana bisa melawan Demam berdarah dengan nyamuk ?
Padahal nyamuk itu sendirilah yang menyebabkan DB ?
Ibaratnya, jeruk kok minum jeruk.

Namun itulah faktanya.

Dalam upayanya untuk menekan penyebaran penyakit demam berdarah, para peneliti Brasil di Rio de Janeiro telah dengan sengaja melepaskan ribuan nyamuk 'baik'.

Tetapi bagaimana cara kerja “jeruk minum jeruk” ?
Nyamuk baik menekan nyamuk DB ?

Nyamuk-nyamuk 'baik' ini ternyata memiliki bakteri yang bernama “Wolbachia”. Dimana bakteri Wolbachia ini mampu bertindak seperti vaksin. Dengan demikian perkembangan virus demam berdarah Aedes Aegypti pada nyamuk bisa terhenti.
Dan dengan melepaskan ribuan nyamuk baik yang memiliki bakteri Wolbachia ini, para peneliti berharap agar populasi nyamuk jenis ini akan bertambah besar dan menjadi populasi dominan.
Artinya lagi, Aedes Aeggipty dengan DB-nya menjadi minoritas atau bahkan musnah sama sekali.

Di Brasil sendiri, program untuk menekan penyebaran demam berdarah dengan Program pelepasan nyamuk 'baik' sudah dimulai pada tahun 2012.
Luciano Moreira, dari lembaga penelitian Fiocruz, yang memimpin proyek tersebut mengatakan :
"Tim kami melakukan kunjungan mingguan ke empat lingkungan di Rio yang menjadi sasaran. Nyamuk dianalisis setelah ditangkap dengan perangkap khusus,".

Menurut rencana, sepuluh ribu nyamuk baik akan dirilis setiap bulannya selama empat kali dan pelepasan pertama dilakukan di Tubiacanga, di utara Rio.
Selain di Brasil, program serupa juga dilakukan di Australia, Vietnam, dan Indonesia.
Lihat juga :

Bila Artikel Ini Bermanfaat, Tolong Bagikan :

Related Posts:
Disqus Comments