-->

Ini Tanaman Paling “Sial” Di Dunia, Selalu Dikonotasikan Dengan Kebohongan Atau Kepalsuan


Akhir-akhir ini istilah “gadungan” marak disebut-sebut di berbagai media massa. 
Penyebabnya tak lain adalah adanya karena makin banyaknya hal-hal atau barang palsu. 
Seperti adanya dokter bedah plastik ( gadungan ) yang berhasil menjerat beberapa pasiennya, dan kemudian bermasalah. Adanya beras gadungan yang disinyalir merupakan beras sintetis yang terbuat dari plastik, dan yang kemudian dituding syarat dengan kepentingan politik. Dan sebagainya. 

Sebab istilah gadungan secara umum sering diartikan sebagai : palsu atau tiruan. 
Pemberian istilah “gadungan” ini mengacu kepada tanaman gadung. 
Sebab umbi dari tanaman gadung ini memang serupa dengan ubi gembili. Tetapi umbi dari gadung ini memang beracun jika tidak tahu cara mengolahnya yang benar, sehingga sering dianggap "membohongi" orang yang mengonsumsinya. 

Frase kalimat “ membohongi orang yang mengkonsumsinya” inilah yang kemudian digeneralisasi pada hampir semua peristiwa atau benda yang bersifat membohongi atau menipu. 
Setiap peristiwa atau benda yang pada akhirnya ketahuan membohongi atau menipu kemudian disebut dengan istilah “gadungan”. 

Jadi, sial benar tanaman gadung ini. 
Padahal tanaman ini tidak pernah sekalipun untuk bermaksud membohongi atau menipu yang mengkonsumsinya. 
Orang itu sendirilah yang sebenarnya tidak tahu bagaimana cara mengolahnya. 

tanaman gadung

Meski jika dirunut lebih jauh, tanaman Gadung atau nama kerennya Dioscorea hispida Dennst ini memang berasal dari keluarga gadung-gadungan. atau Dioscoreaceae
Dan orang Indonesia di berbagai daerah menyebutnya dengan nama yang berbeda-beda, misalnya : bitule (Gorontalo), gadu (Bima), gadung (Bali, Jawa, Madura, Sunda) iwi (Sumba), kapak (Sasak), salapa (Bugis) dan sikapa (Makassar).

Jika dibandingkan dengan tanaman sejenis lainnya, tanaman gadung ini sebenarnya sudah dikenal luas dan cukup populer ,namun sialnya tanaman umbi-umbian ini kurang mendapatkan perhatian, terkecuali ketika ada kasus ke-gadung-annya terbongkar, persis sepeerti kasus dokter bedah gadungan yang bikin heboh. 

Padahal tanaman gadung ini dapat menghasilkan umbi, dimana selama pengolahannya baik dan benar umbi dari gadung ini sebenarnya merupakan makanan yang cukup lezat, terutama ketika disantap di musim hujan. Namun jika cara pengolahan umbi gadung ini asal-asalan, pengkonsumsinya dapat terkena kandungan racunnya yang dapat mengakibatkan pusing atau muntah ( orang Jawa menyebutnya sebagai mabuk gadung ). 

Selain itu umbi gadung juga bisa dimanfaatkan sebagai keripik gadung yang gurih dan renyah. Dengan proses fermentasi umbi gadung dapat juga dijadikan arak, sehingga di Malaysia dikenal pula sebagai ubi arak, selain taring pelandok. 

Bahkan bagi yang menguasai masalah ramuan tradisional, umbi gadung ini sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai ramuan obat alami yang cukup ampuh, terutama untuk mengobati penyakit kusta dalam tahap awal, obat luka akibat Sifilis, untuk meringankan arthritis dan rematik, untuk menurunkan kadar glukosa darah dan kadar total kolesterol, terutama kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein), untuk menghilangkan nanah dari luka-luka, untuk membersihkan luka binatang yang dipenuhi belatung, untuk membersihkan luka binatang yang dipenuhi belatung, sampai untuk mengobati penyakit kutil, kapalan dan mata ikan. 

Dan yang cukup jarang diketahui dan cukup mengejutkan umbi dari tanaman gadung ini ternyata pernah menjadi bahan makanan pokok, terutama saat kota Batavia ( sekarang Jakarta ) dikepung pada tahun 1628. Selain itu catatan sejarah menunjukkan bahwa pada jaman penjajahan kolonial Belanda, masyarakat pada umumnya menjadikan umbi-umbian sebagai makanan pokoknya, termasuk umbi gadung

Namun karena sudah kadung mendapat cap negatif, maka segala sesuatu yang berbau kepalsuan dan kebohongan selalu dikaitkan dengan tanaman umbi-umbian ini, gadungan. 
Karena itu ada juga yang namanya ular Gadung ( nama lainnya ular Pucuk ) , karena ular ini ular ini jika dilihat secara sepintas memang menyerupai pucuk tanaman gadung (Dioscorea hispida) yang hijau lampai. Kemudian ada juga Pulo Gadung yang sebenarnya bukan merupakan sebuah pulau tetapi lebih terkenal sebagai terminal. 
Lihat juga :