-->

Cara Praktis Membuat Sendiri Radiator Coolant

Agar kinerja dan performa kendaraan ( mobil ) tetap prima, maka harus dijaga supaya mesin tidak terlampau panas atau over heating. Namun karena pembakaran dalam ruang bakar mesin terjadi pada suhu ribuan derajat dan kapasitas mesin yang lebih besar ( dibandingkan dengan motor ), maka panas yang ditimbulkan dan harus dibuang juga akan lebih besar. Sehingga pada kondisi ini pendinginan mesin dengan menggunakan pendingin aliran udara sudah tidak lagi mencukupi.
Untuk itu dipergunakan medium fluida cair yang memiliki kemampuan penukar panas ( heat excahange ) yang lebih besar pula, yaitu air.

Fungsi pendinginan mesin dengan media transfer panas berupa air dilayani oleh Radiator dengan system sirkulasi tertutup.

Yaitu ketika mesin dihidupkan, panas yang mulai timbul didinginkan oleh air yang masih dalam kondisi dingin. Panas mesin diserap air, air panas lalu dialirkan masuk ke dalam radiator yang mempunyai konstruksi bersirip-sirip tipis ( ada yang menyebutnya dengan “sarang tawon”), dan air didinginkan oleh hembusan angin yang melewati sirip radiator. Begitu seterusnya.

Sehingga, karena merupakan system sirkulasi tertutup, maka konsentrasi air makin lama, makin meningkat, yang dapat membawa akibat pada timbunan deposit atau kerak dan karat jika tidak dilakukan pencegahan atau pembersihan secara baik.

Jika ditilik dari efisiensi panas, air ( murni ) mempunyai nilai Koefisien panas yang tinggi.
Artinya air memang sangat bagus untuk dipakai sebagai media pendingin. Hanya saja, air juga mempunyai beberapa kelemahan, antara lain :

(1) Air membeku pada suhu 0° C.
Jika kondisi ini terjadi dalam mesin bisa berakibat blok mesin pecah.

(2) Air rentan terhadap proses per-karat-an

(3) Mineral yang terkandung dalam air bisa membentuk deposit atau kerak, terlebih dalam system sirkulasi yang tertutup, dan airnya tidak murni

(4) Suhu didih air adalah 100 ° C, sehingga untuk melayani proses pendinginan dengan panas yang begitu besar, jika ada sedikit kebocoran ( meski sekecil lubang jarum ), air akan cepat habis.

Untuk mengatasi kelemahan yang dimiliki air, agar tidak berakibat fatal pada mesin akhirnya disiasati dengan penggunaan Radiator Coolant ( air pengisi radiator ).

Prinsip dasarnya sederhana, yaitu dengan merekayasa sifat dan karakter air dengan beberapa bahan tambahan ( additive ) sehingga kelemahan sifat air dapat diperbaiki.

Untuk membuat sendiri radiator coolant caranya cukup sederhana. Radiator Coolant yang umum beredar di pasaran biasanya mempunyai bahan dasar dan komposisi sebagai berikut :

1. Air suling / air murni ( Aqua regia ), sebagai bahan pendingin utama, mempunyai komposisi yang paling besar

2. Bahan pencegah pembekuan, yaitu bahan kimia yang ditambahkan ke dalam air sehingga titik beku air menjadi lebih rendah, misalnya : Ethylene Glycol atau Propylene Glycol

3. Bahan pencegah timbulnya deposit, kerak dan atau karat, misalnya : Senyawa Phospat, Nitrat, Borat, Benzoat, Silikat dan sebagainya

Bahan-bahan yang ditambahkan terkadang mempunyai sifat yang berlawanan, sehingga perlu diatur komposisinya dengan baik dan tepat. Ethylene dan Propylene Glycol fungsi utamanya untuk mencegah pembekuan, namun dapat juga menaikkan titik didih. Ethylene Glycol ini bersifat toxic sehingga saat ini mulai digantikan oleh Propylene glycol. Bahan ini juga mempunyai kekentalan lebih tinggi dari air, sehingga dapat mencegah terjadinya gelembung di pompa mesin.

Tetapi konsekuensinya, kemampuan untuk melakukan penukaran panas juga akan sedikit turun. Kemudian, karena pada dasarnya bahan ini masih turunan dari Alcohol, berakibat dapat mempercepat proses karat radiator.

Adanya efek samping negative dari senyawa Alkohol, maka perlu ditambahkan bahan-bahan pencegah deposit dan karat seperti yang tersebut di atas. Hanya saja perlu juga dilihat sifat masing-masing bahan terhadap material ( radiator ) yang digunakan.

Sebagai contoh : karat besi (Fe) dapat dicegah dengan senyawa Phospat, tetapi Phospat juga malah akan menjadikan bahan dari Alumunium (Al ) berkarat.
Sementara itu karat aluminium dapat dicegah dengan senyawa Silicate, tetapi Silicate juga dapat menimbulkan timbunan kerak pada material besi, dan sebagainya.

Untuk itu sebenarnya anda dapat bereksperimen sendiri mencari komposisi radiator coolant yang baik dan paling tepat, dengan berpatokan pada bahan di atas ( siapa tahu nantinya dapat dibuat usaha ).

Tapi kalau tidak mau repot, bisa langsung beli kemasan produk jadi bermerk. Yang penting teliti dan perhatikan dengan baik bahan penyusun dan komposisinya.