-->

Kalahkan MU. Telah Ketemu Kunci Kebangkitan Sepakbola Indonesia

Beberapa hari lalu, Rabu malam, 23 Oktober 2013, di Stadiun Gelora Bung Karno Jakarta, Indonesia Red sukses mengalahkan Manchester United ( MU Red ) dengan skor 7-6.
Meskipun “hanya “ pertandingan hiburan lawatan, laga tersebut berlangsung menarik dan menghibur penonton.

Karena, laga mantan pemain bintang MU yang dimotori Michael Owen dan Luis Saha serta para legenda sepakbola Indonesia, termasuk Bambang Pamungkas, Kurniawan Yulianto dan pemain top lainnya memang masih menyajikan teknik yang cukup “ciamik” dan gol-gol yang indah. Bahkan, layaknya hujan yang turun deras sebelum pertandingan, Stadion GBK kemudian “dihujani” lagi dengan 13 gol.
Yang semuanya berkelas.

Hasil pertandingan itu mestinya menjadi “sejarah baru” bagi persepakbolaan Indonesia ( karena sebelum ini, mana ada Tim ( nas ) Indonesia yang mampu mengalahkan tim sekelas MU, dalam level pertandingan apapun ? ) Dari sini, insan pelaku sepak bola Indonesia ‘mestinya” bisa memetik sebuah pelajaran besar yang sangat, bahkan amat sangat berharga. Dan “mestinya” pula, dapat “menemukan kunci kebangkitan “ sepak bola Indonesia.

Lho ?!?
Itu kan hanya sebuah pertandingan hiburan ?
Pelajaran besar apa yang bisa dipetik darinya ???

Benar !
Laga pemain bintang MU Red vs legenda Indonesia Red “ hanyalah” sebuah pertandingan hiburan.
Tetapi, sepakbola adalah sepakbola.
Artinya, ketika sebuah laga telah digelar, semua “HARUS” dikeluarkan. Teknik harus dipertontonkan, kekuatan dan stamina harus juga di-adukan. Tidak ada sebuah pertandingan sepak bola, dalam level apapun, dengan titel apapun yang mem-bisa-kan pemain hanya jalan-jalan dan duduk manis dalam lapangan.

Dan perlu diingat pula, dalam MU Red masih terdapat Michael Owen dan Luis Saha, mega bintang sepak bola yang baru saja “melepas masa lajangnya” – pensiun dari dunia sepak bola. Artinya, mereka juga masih ‘terhitung muda” Meski harus diakui, lebih banyak dari pemain legenda Indonesia yang usia nya lebih muda, bahkan ada sebagian diantaranya yang masih aktif dalam dunia sepak bola.

Maka, lalu tanyakan,
Mengapa Indonesia Red bisa menang atas MU red, yang nota bene pemainnya adalah para mega bintang sepak bola. Yang pernah menjelajahi, menguasai, dan mengangkat piala pada kejuaraan tertinggi kasta Eropa bahkan dunia ? Mengapa legenda Indonesia bisa menang ?

Apakah karena para pemain legenda Indonesia mempunyai skill, ketrampilan dan teknik bermain bola yang lebih tinggi dari mereka ?
Tidak juga, bahkan pemain legenda itu menimba ilmu dan mengidolakan mereka.

Apakah karena legenda Indonesia mempunyai majajemen dan organisasi permainan yang lebih baik dari mereka ?
Mana bisa . Tim-tim Eropa ( apalagi sekelas MU ) adalah tim sepakbola dengan manajemen dan organisasi yang terbaik di dunia.

Apakah pemain Indonesia lebih tangguh dalam mental ?
Tidak masuk akal, karena para pemain MU adalah juara dalam mental hingga berkali-kali menembus final.

Apakah legenda Indonesia menerapkan strategi yang jitu, hingga MU mati kutu ?
Itupun tidak berlaku, karena MU adalah gudangnya strategi yang paling bermutu.

Lalu apa ?????...........

Satu-satunya keunggulan legenda Indonesia, sehingga berhasil mengkandaskan MU “hanyalah” soal stamina dan tenaga !
Karena sebagian besar para punggawa MU yang bermain malam itu memang sudah cukup lama vacuum – pensiun – dari dunia sepak bola ( hanya sebagian kecil saja yang masih terhitung muda dan “fresh retired” dari sepakbola ), …bahkan banyak yang sudah berperut “agak gendut” pula.
Sedangkan legenda Indonesia – karena terpaut cukup jauh generasinya – rata-rata lebih fresh dan muda sehingga tak ayal, lebih unggul soal tenaga dan stamina.

Ya, pantas saja….Indonesia menang.
Lha “wong” pemain MU - musuhnya sudah gendut-gendut perutnya…..
Mana ada tenaga dan staminanya ……………

Nah !!!
Disitulah – jika mau mencermati dan meneliti – justru, bisa mennjadi kunci kebangkitan dan keberhasilan sepak bola Indonesia.
Dari situlah, dengan modal itulah, sepakbola Indonesia harusnya menemukan kunci untuk menaklukkan, mengalahkan semua lawannya. Tidak hanya di Asia Tenggara, atau Asia, bahkan bisa jadi lawan dari seluruh dunia.

Mimpi !!! Kok bisa ???

Seharusnya selalu dicatat dan diingat, bahwa sepakbola, permainan yang dimainkan selama 90 menit pada dasarnya adalah permainan stamina dan tenaga.
Selama 90 menit secara terus menerus pemain bola, mau tidak mau, harus mau berlari, dan terus berlari menyelusuri, menjelajahi lapangan sepak bola yang begitu luasnya.

Maka artinya adalah sederhana : sepak bola adalah permainan soal stamina dan tenaga !

Sehebat apapun skill dan ketrampilan yang dimiliki, secanggih apapun organisasi permainan yang dipunyai dan sejitu apapun strategi yang diterapkan, jika tidak ditunjang dengan stamina dan tenaga, hasilnya adalah NOL, tidak ada apa-apanya.

Maka sekarang bayangkan………..

Jika semua pemain Timnas Indonesia ( dalam golongan usia manapun ) mempunyai stamina dan tenaga - yang kadarnya berlipat dibanding pemain lawan pada kondisi pemain aktif normal - dengan seperti menganalogikan ketika pemain legenda Indonesia Red bermain melawan pemain bintang MU Red, maka mana ada tim sepakbola yang sanggup menandinginya.

Karena bayangkan pula, jika memang pemain Indonesia mempunyai stamina dan tenaga yang sedemikian rupa, maka mereka akan menguras tuntas stamina dan tenaga lawan mulanya, dan setelah itu dapat dengan enaknya memainkan bola diantara kaki-kakinya.

Jangankan tim sekelas Malaysia, Vietnam, atau melawan Korea tim sekelas Eropa-pun pasti akan mampu dilumatnya.

Masalahnya dan pertanyaannya adalah…………
Mampukah para pelaku insan sepak bola Indonesia “mencetak” pemain dengan stamina dan tenaga yang luar biasa sedemikian rupa ?

Itu semua tergantung dari “mereka” Tetapi jika memang mau dan mampu, era kebangkitan sepak bola Indonesia mestinya sudah di depan mata. Karena -bisa jadi- telah ketemu salah satu kuncinya.

Bagaimana menurut anda ?