-->

Ingin Bayi Sehat ? Ini 10 Jenis Nutrisi Yang Wajib Dipilih Ibu Hamil

Kehamilan akan mengakibatkan terjadinya perubahan yang sangat penting bagi seorang ibu, baik dari segi fisik, mental maupun emosional. Dalam konteks ini termasuk juga perubahan kebutuhannya, baik yang jasmani ataupun rohani.


Salah satu perubahan kebutuhan yang dialami oleh ibu hamil adalah kebutuhan akan nutrisi tubuh.Yang mana dengan terjadinya kehamilan maka asupan nutrisi harus mampu memenuhi kebutuhan ibu hamil dan bayi yang dikandungnya.

Secara tradisional, masyarakat telah tahu dan memperhitungkan tentang perubahan kebutuhan nutrisi untuk ibu hamil ini dan bahan makanan yang dibutuhkan semasa kehamilan. Namun demikian ternyata masih banyak hal yang perlu diluruskan. Untuk itu jika ingin bayi sehat, Ini 10 Jenis Nutrisi Yang Wajib Dipilih Ibu Hamil :


1. Kebutuhan energi sebenarnya hanya sedikit meningkat di saat kehamilan
Tidak seperti anggapan masyarakat umum - meski memang ada peningkatan - kebutuhan energi pada masa kehamilan hanya sedikit lebih tinggi dibanding kondisi normal.
Rata-rata kebutuhan energi dari bulan keempat masa kehamilan hanya sebesar 250 s/d 300 kalori per hari. Itu hanya setara dengan semangkuk bubur atau setengah piring nasi.

Jadi yang terpenting disini adalah masalah kualitas, bukannya kuantitas.
Yaitu memastikan memberikan asupan sehat bagi ibu hamil serta mendapatkan nutrisi yang seimbang dan kaya dengan mineral dan vitamin.

2. Jangan melakukan diet makanan ketika masa kehamilan
Melakukan diet makan ketika masa kehamilan dengan tujuan menurunkan berat tubuh akan sangat membahayakan ibu dan janin dalam kandungan, karena cenderung kekurangan nutrisi penting yang dibutuhkan.
Meski ibu hamil memiliki berat badan di atas standard, seorang dokter pasti tidak akan menyarankan untuk diet.
Bahkan menurut pedoman IOM ( Institute Of medicine ) wanita yang sudah gemuk-pun harus mengalami kenaikan berat badan 6 – 10 kg selama proses kehamilan. Melakukan aktivitas fisik atau olah raga ringan lebih disarankan tujuan ini.
( Lihat juga : Tips Diet Sehat Setelah Tindakan Operasi ).

3. Masakan setengah matang atau tidak dimasak membahayakan ibu hamil
Makanan yang tidak dimasak, seperti susu segar, ikan mentah ala jepang atau daging setengah matang akan berbahaya bagi ibu hamil.
Makanan seperti ini berpotensi mengandung bakteri patogen ( toksoplasma gondil dan listeria ) yang berakibat komplikasi pada ibu dan anak. Buahan dan sayuran juga harus dicuci bersih sebelum dikonsumsi.

4. Kafein dapat membahayakan kehamilan
Ibu hamil sebaiknya menghindari atau membatasi minum kopi, tidak lebih dari 2 cangkir per hari. Kandungan kafein dalam kopi ternyata dapat meningkatkan resiko keguguran atau melahirkan bayi dengan berat badan yang lebih rendah.

5. Zat besi akan mencegah terjadinya Anemia pada Ibu hamil
Salah satu hal yang sering dialami pada ibu hamil adalah terjadinya anemia, yang akan membahayakan baik pada ibu dan bayi. Anemia terjadi karena kurangnya asupan zat besi.
Selama kehamilan sangatlah penting memastikan bahwa ibu hamil memperoleh asupan zat besi yang memadai, karena bayi akan mengambil cadangan zat besi dari sang ibu untuk pertumbuhannya. Jumlah zat besi yang dibutuhkan oleh wanita dewasa adalah 18 mg per hari.
Dan selama masa kehamilan kebutuhan ini akan meningkat menjadi 27 mg per hari, karena adanya peningkatan volume darah sang ibu sekitar 50% dari masa sebelum hamil.

6. Tidak boleh mengkonsumsi vitamin A secara berlebihan
Jumlah maksimum asupan vitamin A bagi ibu hamil tidak boleh lebih dari 10.000 IU. Vitamin A memang dibutuhkan, tetapi jika dalam jumlah yang besar, vitamin A justru dapat menimbulkan cacat dan keracunan liver bayi dalam kandungan.
Jadi harus benar hati-hati dalam hal ini.
Kurangi konsumsi hati atau batasi makanan lain yang menjadi sumber vitamin A yang tinggi.


7. Janin perlu Yodium untuk hormone tiroid dan perkembangan otak
Wanita hamil harus mendapat asupan Yodium sebesar 0,23 mg per hari. Yodium adalah komponen tiroid yang berperan penting dalam pertumbuhan dan pembelahan sel.
Kekurangan Yodium pada masa awal pertumbuhanan di masa embrio akan mengakibatkan kekurangan hormon tiroid yang berdampak pada keterbelakangan fisik dan mental pada anak nantinya.

8. Magnesium dapat menurunkan resiko keguguran dan kelahiran premature
Jumlah mineral magnesium yang direkomendasikan untuk ibu hamil adalah 310 mg per hari. Kekurangan magnesium dapat mengakibatkan keguguran, lahir prematur atau yang paling ringan adalah kram betis dan perut.

9. Asam Folat mencegah Spinabifida
Spinabifida adalah penutupan tidak sempurna tabung sarat pusat yang merupakan salah satu kelainan janin. Menjamin kecukupan Asam Folat sangat penting untuk mencegah hal ini.

10. Susu untuk mencukupi kebutuhan Kalsium
Selama masa kehamilan akan terjadi proses transfer kalsium dari ibu ke bayi yang besar, yaitu 270 mg. Agar sang ibu tidak kekurangan kalsium yang berakibat membahayakan kondisi tulangnya, maka ibu perlu asupan kalsium sebesar 1 gram kalsium perhari.
Cara termudah adalah dengan mengkonsumsi 1 liter susu per hari, karena 1 liter susu mengandung 1,2 gram kalsium, dan itu cukup untuk memenuhi kebutuhan ibu hamil.

Nah setelah proses kehamilan biasanya terjadi perubahan fisik yang drastis, antara lain bobot naik dan tubuh yang melar. Untuk itu ada baiknya ibu-ibu perlu tahu juga :
Tips Jitu Mengecilkan dan Melangsingkan Perut.