Tip Praktis Menata Rumah Minimalis
Menata rumah pada dasarnya akan tergantung pada masing-masing selera.
Namun demikian selalu saja ada kaidah umum yang dapat digunakan sebagai patokan.
Sebagai contoh mudah misalnya, menata rumah gaya minimalis tentu akan berbeda dengan menata rumah yang bergaya klasik.
Menata rumah klasik akan berbeda pula dengan menata rumah bergaya etnis, dan sebagainya.
Pada rumah minimalis, pengaturan tata letak ruangan, pemakaian warna cat, sampai pemilihan barang dan furniture yang digunakan, sebaiknya juga menyesuaikan dengan “keminimalisan” gayanya.
Meski tidak selalu, rumah-rumah yang bergaya minimalis biasanya mempunyai tata letak dan ruangan yang tidak terlalu luas.
Oleh sebab itu penataannya juga harus efisien.
Pemakaian warna cat juga berbeda. Rumah yang bergaya klasik, cenderung menggunakan warna-warna cat yang “klasik” dan kalem.
Seperti putih, krem, hijau lembut dan sejenisnya.
Sedangkan cat pada rumah minimalis, warna yang digunakan biasanya lebih “berani”.
Bahkan terkadang terkesan “ tabrak warna”.
Perabot atau furnititure yang digunakan pada rumah minimalis sebaiknya juga yang simpel, tidak menimbulkan kesan terlalu ramai.
Dari sekian banyak cara untuk menata rumah minimalis, berikut ada beberapa tips praktis menata rumah minimalis, yang mungkin dapat anda gunakan :
● Sebaiknya gunakan yang sederhana
Perabot yang tidak terlalu banyak ornamen dan ukiran akan lebih cocok digunakan. Namun harus tetap mempertimbangkan segi ergonomis atau kenyamanannya.
Misal :
- Ruang baca dapat dibuat ringkas dan menyenangkan dengan menempatkan rak-rak buku yang menyatu dingin dinding
- Alamari-almari yang ditempatkan “masuk” ke dalam tembok
- Perabot ruang makan yang simpel namun bersih.
● Sesuaikan motif dan tekstur perabot interior dengan kesan yang diinginkan.
Contoh :
- perabot dari bahan kayu akan memberi kesan natural, hangat, dan tidak kaku.
- ornamen dari batu akan memberi kesan alami dan menyejukkan.
- penggunaan logam akan memberikan aksen pada ruangan sehingga berkesan modern, riang dan mewah.
- efek kaca dapat digunakan untuk memberi kesan “ringan” dan meluaskan.
● Pemilihan warna sangat menentukan dalam membentuk suasana.
Contoh :
Warna monokrom ( senada ) akan memberikan kesan tenang, nyaman, dan alami pada ruangan. Namun juga akan terasa membosankan.
Untuk itu diperlukan sedikit “sentuhan” dan aksen yang bisa memberikan vocal point tertentu.
Dan hal ini bisa dicapai dengan menggunakan beberapa “benda kecil” lainnya seperti dengan lampu dan pengaturan tata cahaya, bunga, hiasan rumah dan sebagainya.
● Pemilihan upholstery ( kain penutup sofa / kursi )
Pemilihan upholstery juga akan menimbulkan kesan tersendiri.
Upholstery yang terbuat dari kain agak tebal, misal wool atau beludru akan memberikan kesan hangat, nyaman, berat dan rapi.
Sedang penggunaan kain katun akan memberi kesan ringan, agak kusut, santai, dan sejuk.
Kain sutra, satin, polyetster akan memberikan kesan dingin, licin namun mewah.