-->

Fenomena Langka November Ini, Munculnya Spica Sang Raksasa Biru

Bulan November 2013 ini di angkasa raya akan begitu banyak terjadi peristiwa dan fenomena astronomi yang langka. Jika sebelumnya telah terjadi Gerhana Matahari Campuran pada 3 November lalu, pada bulan November 2013 ini fenomena langka astronomi juga akan terjadi, munculnya Spica.

Spica merupakan bintang yang paling terang cahayanya pada konstilasi rasi bintang Virgo.

Virgo sendiri sering disebut dengan "virgin" atau perawan.
Salah satu rasi atau gugusan yang masuk dalam sistem perhitungan 13 zodiak dalam sistem konstelasi bintang.

Dalam cerita mitologi Yunani, Virgo disebut juga sebagai Astraea, atau Persephone putri Ceres, putri dari Themis, sang dewi keadilan. Yang sering digambarkan sebagai seorang dewi yang membawa batang gandum. Sedangkan dalam mitologi Mesir, Virgo dikenal sebagai Isis.

Bintang utama pada rasi Virgo adalah Spica, yang dalam bahasa Latin berarti "ear of wheat" ( Pucuk Gandum ). Nama lain dari Spica adalah Alpha Virginis, (α Vir, α Virginis, Alpha Virginis),

Karena merupakan bintang yang paling terang pada gugusan rasi bintang Virgo, Spica termasuk 1 dari 15 bintang yang paling terang yang dapat terlihat jelas pada malam hari. Dan juga merupakan bintang paling terang keenam setelah bintang Antares di rasi Scorpio. Spica sendiri berjarak 260 tahun cahaya dari Bumi.


Spica sebenarnya termasuk dalam golongan bintang kerdil / bintang kate atau dwarf.

Tapi tidak berarti bintang Spica ini kecil, karena ukurannya bahkan sepuluh kali besarnya ukuran matahari. Makanya Spica ini juga dikenal dengan bintang raksasa biru, dan merupakan variable dari Beta Cephei type. Spica adalah bintang yang paling panas sehingga biasanya akan terlihat berwara biru.

Spica merupakan bintang ganda (binary star), dimana jarak antar bintang dalam sistem bintang ganda tersebut adalah 18 juta km. Dan keduanya saling mengorbit dalam 4 hari.
Bila dilihat berdasarkan kelas spektra bintang, Spica merupakan bintang kelas B.
Yaitu Bintang panas raksasa dengan suhu 11.000 - 25.000 Kelvin.
Suhu dari bintang Spica yang besar ( bintang primer ) adalah 22.400 Kelvin, sedangkan bintang Spica kecil ( bintang sekunder ) bersuhu 18.500 Kelvin.
Bintang kelas O dan kelas B ini termasuk bintang yang mempunyai umur pendek.
Bintang-bintang pada kelas inilah yang nantinya meledak menjadi supernova dalam proses evolusinya.

Pada November ini bulan sabit akan muncul terlihat berdampingan dengan Spica, dengan pancaran spectrum biru dengan magnitudo +0.9 .

Bulan pun akan terlihat mengelilingi Spica selama 20 hari sebelum akhirnya muncul bulan baru.