3 Cara Membudidayakan Kutu Air Untuk Pakan Ikan Alami Yang Murah Meriah

3 Cara Membudidayakan Kutu Air Untuk Pakan Ikan Alami Yang Murah Meriah

Orang-orang di jaman dulu pastinya tidak pernah kepikiran, untuk apa kutu air kok dibudidayakan. Namun kini, ketika kebutuhan akan barang semakin meningkat, sedangkan harga-harga cenderung terus merangkak naik, maka orang harus pintar-pintar memutar otak untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Misalnya penghobi dan terutama para peternak ikan air tawar. 
Karena harga pakan ikan terus-terusan naik, maka mereka kemudian mencoba mencari pakan alternatif yang lebih murah meriah, namun tetap bisa memenuhi kebutuhan asupan nutrisi untuk ikan ternaknya. 

Dan salah satu pakan alternatif untuk ikan yang memenuhi kriteria tersebut diantaranya adalah kutu air.Karena itulah, kutu air kemudian dibudidayakan. 


Sebagai pakan ikan alami, kutu air lebih digunakan untuk pakan ikan air tawar.
Memang agak mirip dengan Artemia. Namun Artemia lebih digunakan untuk memberi makan ikan air payau. 
Kutu air pada dasarnya merupakan hewan air yang memakan zat renik di dalam air. 
Dalam perkembang biakannya, Kutu air tidak bertelur melainkan dengan melahirkan embrio kecil calon kutu air. 

Cara budidaya kutu air 

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengkultur dan membudidayakan kutu air. 
Secara garis besar cara atau metode tersebut hampir sama. 
Yang sedikit berbeda adalah media yang digunakan dan pengaplikasikannya. 

Dari beberapa cara yang bisa digunakan untuk “beternak” kutu air, berikut 3 Cara Untuk Membudidayakan Kutu Air yang dapat anda lakukan, guna dimanfaatkan sebagai pakan ikan alami : 

1. Budidaya kutu air dengan menggunakan kotoran hewan / pupuk kandang dan ampas kelapa 

● Alat dan bahan yang dibutuhkan :

- Bak atau bisa juga digunakan ember plastik yang lebar ukurannya
- Pupuk kandang, bisa digunakan kotoran ayam atau kotoran kambing 
Pupuk dibutuhkan sebagai pakan kutu air 
- Ampas kelapa 
- Alat pensuplai udara atau Aerator 
Alat ini dibutuhkan untuk menjaga agar kadar oksigen terlarut, Dissolve Oxygen ( DO ) dapat terjaga dan memenuhi kebutuhan hidup kutu air 
- Bibit kutu air 
Pada tahap awal bisa digunakan bibit kutu air sebanyak 2 gelas 

● Cara membuat kultur kutu air dari pupuk kandang 

- Bak atau ember lebar diisi dengan air secukupnya. 
 Untuk budidaya kutu air, tempat atau media yang dibutuhkan adalah media lebar penampangnya, bukan ketinggiannya 
- Setelah terisi air, tebarkan pupuk kandang yang telah disiapkan pada dasar bak atau ember
- Tempatkan bak atau ember tersebut di lokasi yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. Dalam hal ini bisa juga digunakan penutup, misalnya dengan menggunakan tripleks atau seng. 
- Biarkan selama beberapa hari sampai warna air mulai terlihat menghijau 
Warna air yang seperti ini menandakan bahwa alga telah mulai tumbuh.
- Setelah alga mulai tumbuh, maka masukkan starter ( bibit ) kutu air yang telah disiapkan
- Lalu masukkan Aerator dan hidupkan untuk memberikan suplay udara ke dalam bak. 
Disini tidak dibutuhkan Aerator yang berkekuatan besar. Sehingga Aerator untuk akuarium bisa digunakan. Yang penting ada suplai udara ( oksigen ) dan kadarnya dapat terjaga.
- Dalam jangka waktu sekitar 1 minggu, maka sudah mulai terlihat hasilnya 
- Untuk menjaga pertumbuhan dan perkembangan kutu air harus dilakukan pemupukan secara rutin setiap 2 minggu sekali.
Namun dalam hal ini yang digunakan adalah kotoran hewan atau pupuk kandang yang telah dicampurkan dengan ampas kelapa. 

Caranya : 
Setelah kotoran dicampur dengan ampas kelapa, lalu diperas untuk mengeluarkan kandungan airnya dengan menggunakan kain. Setelah cukup kering, tebarkan ke dalam bak atau ember yang telah berisi kutu air diatas.
Lihat juga : 

2. Cara budidaya Kutu air dengan susu dan teh 

Untuk cara yang kedua ini pada prinsipnya hampir mirip dengan cara pertama. 
Hanya saja pada cara kedua ini, media dan pakan untuk kutu air digunakan susu dan seduhan teh. Yaitu pada saat pembuatan kultur, jika pada cara yang pertama digunakan pupuk untuk disebarkan ke dalam bak, maka disini digantikan dengan satu sendok susu bubuk dan 1 gelas seduhan teh. 
Untuk lebih lengkapnya caranya adalah sebagai berikut : 

● Alat dan bahan yang dibutuhkan adalah sama. 

Kecuali kotoran dan ampas kelapa diganti dengan susu bubuk dan teh 

● Cara membuat kultur kutu air dari susu bubuk dan teh. 

- Bak atau ember lebar diisi dengan air secukupnya. 
- Setelah terisi air, tebarkan 1 sendok susu bubuk dan 1 gelas seduhan teh yang telah disiapkan pada dasar bak atau ember 
- Tempatkan bak atau ember tersebut di lokasi yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. 
- Biarkan selama beberapa hari sampai air mulai terlihat berwarna kecoklatan 
- Masukkan starter ( bibit ) kutu air yang telah disiapkan 
- Lalu masukkan Aerator dan hidupkan untuk memberikan suplai udara ke dalam bak. 
- Dalam jangka waktu sekitar 1 minggu, maka sudah mulai terlihat hasilnya
- Lakukan penaburan susu bubuk secara rutin setiap 1 minggu sekali sebanyak 1 sendok. 

3. Cara membudidayakan Kutu Air dengan air comberan 

Untuk cara ketiga juga hampir sama dengan cara-cara di atas. 
Hanya saja pada cara ketika digunakan air comberan dan tidak diberi pakan apa-apa 
- Ambil dan masukkan air comberan beserta lumpurnya ke dalam bak atau ember lebar
- Tempatkan pada lokasi yang tidak terkena sinar matahari langsung
- Masukkan starter atau bibit kutu air ke dalamnya 
- Masukkan dan hidupkan Aerator 
- Lihat hasilnya 

Nah itulah 3 Cara budidaya Kutu Air untuk pakan ikan alami yang murah meriah dan bisa anda lakukan sendiri dengan mudah.

Yang mana setelah dipanen, kutu air ini dapat digunakan sebagai pakan ikan alami untuk ternak anda. Cara mana yang dipilih, tergantung dengan situasi, kondisi dan “selera” anda. 
Cara budidaya pakan ikan lainnya :

Share this:

Disqus Comments

Paling Banyak Dilihat