Cara Membuat Pupuk Cair Dari Air Kencing Sapi

Cara Membuat Pupuk Cair Dari Air Kencing Sapi

Dengan makin meningkatnya kebutuhan manusia dibarengi dengan makin meningkatnya perkembangan teknologi, maka saat ini boleh dikata tidak ada barang yang sia-sia. 
Hampir semua jenis barang bisa bermanfaat dan digunakan. Bahkan termasuk kotoran hewan sapi. 
Pada jaman dulu, kotoran sapi dianggap merupakan barang yang mengganggu yang harus dibuang atau disingkirkan. 
Kini, kotoran sapi, tidak usah ditawarkan untuk dijual, bahkan sudah ada yang mencari untuk dibeli. Kotoran sapi biasanya digunakan sebagai pupuk kandang alami atau pupuk organik. 
Demikian air kencing sapi. 

Dengan sedikit perlakuan yang tepat air kencing sapi juga dapat dirubah menjadi pupuk cair ( organik ) yang sangat bermanfaat bagi kesuburan tanaman. 

Nah, jika anda kebetulan merupakan peternak sapi atau memiliki beberapa ekor sapi peliharaan atau memang berniat mengumpulkan dari beberapa peternak, anda dapat merubah air kencing sapi tersebut menjadi pupuk cair organik dengan cara berikut ini. 

Untuk membuat pupuk cair organik dari air kencing sapi, sebagaimana yang pernah ditulis Exotics Farm Indonesia 2010, bahan utama yang dibutuhkan adalah : 

- Air kencing sapi = 1100 liter 
- Bakteri Rumio Bacillus = 1,4 liter 
- Bakteri Azoto Bacter = 1,4 liter 

Langkah pembuatan pupuk cair organic dari air kencing sapi : 

- Siapkan bak untuk fermentasi 
- Masukkan air kencing sapi, lalu tambahkan bakteri Rumio Bacillus dan bakteri Azoto Bacter, 
- Setelah semua bahan ditambahkan, aduk hingga rata 
- Bak fermentasi kemudian ditutup rapat dan dibiarkan selama 1 minggu. 
- Setelah 1 minggu hasil fermentasi ini harus dihilangkan kandungan gas Ammonianya. 


Tujuan penghilangan kandungan gas Ammonia adalah agar nantinya tidak berbahaya bagi tanaman saat digunakan untuk pemupukan. 

Penghilangan gas Ammonia dari hasil fermentasi air kencing sapi dapat dilakukan dengan cara memompakan air kencing sapi yang telah terfermentasi melalui sebuah talang air yang dikonstruksikan atau bentuknya dibuat seperti tangga. 
Dengan konstruksi talang seperti tangga maka air kencing sapi terfermentasi akan mengalir dari satu lapisan turun ke lapisan di bawahnya secara perlahan dan berurutan ( seperti gerojogan ). 

Dengan cara ini kontak dengan udara akan lebih optimal. Dan ketika berkontak dengan udara ( angin ), gas Ammonia akan menguap. Sebab Ammonia merupakan salah satu gas yang mudah menguap ketika terkontak dengan udara. 
Air kencing yang mengalir dari tangga paling bawah dimasukkan lagi ke dalam bak fermentasi dan dipompakan lagi ( disirkulasi ) 
Agar proses penghilangan gas Ammonia dapat terjadi secara sempurna , proses sirkulasi dengan pompa sebaiknya dilakukan selama 6 jam. 

- Setelah 6 jam disirkulasi dengan pompa maka air kencing sapi yang telah terfermentasi dapat dikemas dalam jerigen-jerigen dan siap digunakan untuk pemupukan. 

Cara Penggunaan pupuk cair organik dari fermentasi air kencing sapi 

Untuk aplikasi penggunaannya dapat dilakukan dengan patokan sebagai berikut : 

● Untuk perendaman biji 
Jika pupuk cair air kencing sapi ini digunakan untuk perendaman biji maka dosisnya adalah sebanyak 1 liter pupuk urine ditambahkan ke dalam 10 liter air. Lalu digunakan untuk merendam biji selama 10 menit. 

● Untuk pupuk cair yang diaplikasikan lewat daun 
Untuk aplikasi ini dosinya adalah 1 liter pupuk urine per tangki semprot. 

Secara prinsip, pupuk cair yang didapat dari fermentasi air kencing sapi seperti di atas sudah bisa digunakan. Namun untuk meningkatkan kualitas dan kinerja dari pupuk tersebut dapat ditambahkan juga EM-4. 

Penambahan EM-4 pada pupuk cair hasil fermentasi air kencing sapi memiliki beberapa manfaat, diantaranya adalah : 

- dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologis dari tanah 
- dapat meningkatkan ketersediaan nutrisi dan senyawa organik pada tanah 
- dapat membantu mempercepat pengomposan sampah organik atau kotoran hewan 
- membersihkan air limbah dan meningkatkan kualitas air pada perikanan 
- menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman dan meningkatkan produksi tanaman serta menjaga kestabilan produksi 

Nah, seperti itilah cara membuat pupuk cair organik dari air kencing sapi. 

Mengingat harga pupuk pabrik ( buatan ) yang saat ini yang mahal dan semakin mahal, maka mengolah air kencing yang dihasilkan sapi menjadi pupuk cair organik mungkin bisa menjadi salah satu pertimbangan untuk dilakukan. 
Masih tentang budidaya hewan peliharaan yang bermanfaat :

Share this:

Disqus Comments