Panduan Singkat Budidaya Spirulina Untuk Pakan Ikan Alami

Panduan Singkat Budidaya Spirulina Untuk Pakan Ikan Alami

Bagi yang memelihara ikan sebagai hobi atau untuk sekedar kesenangan – terutama yang ditempatkan dalam aquarium-aqurium kecil - penyediaan pakan ikan mungkin bukan merupakan masalah besar. 
Sebab jumlah pakan yang harus disediakan tidaklah terlalu banyak dan menguras kantong. 
Namun jika memelihara ikan sebagai budidaya atau mata pencaharian, pakan ikan bisa jadi masalah yang cukup memberatkan. 
Sebab meski ada semakin banyak pabrikan namun harga pakan ikan ( buatan ) makin hari bukannya makin murah, tetapi malah semakin mahal. 

Pakan yang bisa diberikan pada ikan peliharaan secara garis besar dapat berupa pakan ikan buatan atau pakan ikan alami. 

● Pakan ikan buatan 

Seperti apa pakan buatan yang “harus” diberikan pada ikan selain tergantung pada ukuran juga pada kebiasaan makan ikan. Ada beberapa bentuk pakan ikan yang beredar di pasaran, diantaranya : 

1. Pakan ikan berbentuk larutan 

Pakan ikan berupa larutan biasanya digunakan sebagai pakan burayak ikan dan udang (yang berumur 2-30 hari). 
Pakan ikan berbentuk larutan sendiri ada 2 macam, yaitu : 
(1) Emulsi, bahan yang terlarut menyatu dengan air pelarutnya; 
(2) Suspensi, bahan yang terlarut tidak menyatu dengan air pelarutnya. 

2. Pakan ikan berbentuk tepung halus 

Pakan ikan berbentuk tepung halus biasanya digunakan sebagai pakan benih ( berumur 20-40 hari). Pakan ikan berbentuk tepung halus didapatkan dari remah yang dihancurkan. 

3. Pakan ikan berbentuk tepung kasar 

Pakan ikan berbentuk tepung halus biasanya digunakan untuk pakan benih gelondongan (berumur 40-80 hari). Pakan ikan berbentuk tepung kasar juga diperoleh dari remah yang dihancurkan. 

4. Pakan ikan berbentuk remah 

Pakan ikan berbentuk Remah biasa digunakan sebagai pakan gelondongan besar/ikan tanggung (berumur 80-120 hari). Remah berasal dari pellet yang dihancurkan menjadi butiran kasar. 

5. Pakan ikan berbentuk Pellet 

Pakan ikan berbentuk Pellet digunakan sebagai pakan ikan dewasa yang sudah mempunyai berat antara 60 - 75 gram dan berumur lebih dari 120 hari. 

6. Pakan ikan Waver 

Waver berasal dari emulsi yang dihamparkan di atas alas aluminium atau seng dan dkeringkan, kemudian diremas-remas. 

● Pakan ikan alami 

Untuk pakan ikan alami tentu jauh lebih banyak macamnya, bisa berupa tumbuhan atau binatang. 
Jenis pakan ikan alami apa yang diberikan akan sangat tergantung pada jenis ikan dan juga usia ikan. 
Selain pakan ikan alami yang “tinggal mengambil”, beberapa jenis pakan ikan alami saat ini cukup umum dibudidayakan antara lain : 
(1) Chlorella; 
(2) Tetraselmis; 
(3) Dunaliella; 
(4) Diatomae; 
(5) Spirulina; 
(6) Brachionus; 
(7) Artemia; 
(8) Infusoria; 
(9) Kutu Air; 
(10) Jentik-jentik Nyamuk; 
(11) Cacing Tubifex/Cacing Rambut; dan
(12) Ulat Hongkong 

Meski sangat tergantung pada kondisi, situasi dan “selera” dari masing-masing peternak, namun secara ideal pakan yang diberikan pada ikan adalah pakan ikan alami. 
Pakan ikan buatan dapat digunakan untuk melengkapi pakan alami, baik dalam hal kuantitas maupun kualitas. 

 ● Apa itu Spirulina 


Salah satu pakan ikan alami yang cukup potensial untuk diberikan pada ikan peliharaan adalah Spirulina. Spirulina sendiri merupakan salah satu mikroalga yang termasuk ke dalam kelompok Cyanobacteria. Spirulina yang berbentuk filamen biasanya hidup di danau atau di perairan dengan kandungan garam yang tinggi. 

Parameter untuk Spirulina antara lain : 

pH optimal 7,2-9,5 dan maksimal 11; suhu optimal 25-35 derajat C; tahan kadar garam tinggi, yaitu sampai dengan 85 gram /lite. 

Berdasar penelitian, dalam Spirulina terkandung beberapa zat yang bermanfaat, antara lain protein, mineral, vitam B12, karatenoida, asam lemak esensial seperti asam linolenat (Alam Ikan 2). 
Dengan adanya kandungan tersebut pada saat ini Spirulina banyak dimanfaatkan pada bidang bioteknologi nutrisional, industri, lingkungan, danjuga sebagai bahan tambahan makanan pada pakan ikan. 
Selain itu ternyata juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan makanan (manusia) karena hasil ekstraksinya menunjukkan beberapa keuntungan fisiologis seperti antioksidan, antimicrobial, anti-inflamantory, antiviral, dan antitumoral. 

 ● Budidaya Spirulina Persiapan 

Tempat Spirulina Untuk persiapan tempat Spirulina dilakukan dalam 3 tahap : 

Dalam wadah 1 liter 
- Botol, slang plastik, dan batu aerasi dicuci dengan deterjen hingga bersih 
- Bilas dengan larutan klorin 150 ml/ton. 
- Wadah diisi air medium yang telah disaring dengan saringan 15 mikron sampai 300-500 ml, dan berkadar garam 28-35 untuk Diatomae laut dan air tawar untuk Diatomae tawar. 
- Kemudian disterilkan dengan cara direbus, diklorin, atau disinari lampu ultraviolet. 
- Medium dipupuk dengan jenis dan takaran sebagai berikut: 
● Larutan A : KNO3 = 20,2 gram + Air suling 100 ml 
● Larutan : Na2HPO4 = 2,0 gram + Air suling 100 ml 
● Larutan C : Na2SiO3 = 1,0 gram + Air suling 100 
● Larutan D : FeCl3 = 1,0 gram + Air suling 20 ml 

- Dalam setiap 1 liter medium tambahkan dengan larutan A, B, dan C, sebanyak 1 ml, sedangkan untuk larutan D sebanyak 4 tetes. 
- Lakukan aerasi dengan batu aerasi, dimana supplai udaranya dapat digunakan blower, kompressor atau aerator. 

Bahan-bahan lainnya yang dapat ditambahkan: 
● EDTA (Ethylene dinitrotetraacetic acid)=10 mg/l 
● Tiamin-HCl (vitamin B1) = 0,2 mg/l 
● Biotin = 1,0 mg/l 
● Vitamin B12 = 1,0 mg/l 
● Tembaga sulfat kristal CuSO4.5H2O = 0,0196 mg/l 
● Seng sulfat kristal ZnSO4.7H2O = 0,044 mg/l 
● Natrium molibdat-NaMoO4.7H2O = 0,02 mg/l 
● Mangan klorida kristal-MnCl2.4H2O = 0,0126 mg/l 
● Kobalt korida kristal-CoCl2.6H2O = 3,6 mg/l 

Dalam wadah 1 galon (3 liter)

- Wadah dicuci bersih dan diisi air medium. 
- Medium dberikan pupuk dengan jenis dan takaran sebagai berikut: 
● Urea = 100 mg/l 
● Kalium hidrofosfat-K2HPO4 = 10 mg/l 
● Na2SiO3 = 2 mg/l 
● Agrimin = 1 mg/l 
● Besi klorida-FeCl3 = 2 mg/l 
● EDTA (Ethylene dinitrotetraacetic acid) = 2 mg/l 
● Vitamin B1 = 0,005 mg/l 
● Vitamin B12 = 0,005 mg/l Dalam wadah 200 liter dan 1 ton 

- Wadah dicuci bersih dan diisi air medium. 
- Pada medium ditambahkan pupuk dengan jenis dan takaran sebagai berikut : 
● Urea-46 = 100 mg/l 
● K2HPO4 atau KH2PO4 = 5 mg/l 
● Na2SiO3 = 2 mg/l 
● Agrimin = 1 mg/l 
● Besi klorida-FeCl3 = 2 mg/l 
● 16-20-0 = 5 mg/l 

- Wadah dan peralatan lainnya dicuci bersih 
- Diisi medium dengan kadar garam 15-20 permil. 
- Ditambahkan pupuk cair 1 ml/l, 
- Di-aerasi dan dibiarkan beberapa saat. 

Cara Pemeliharaan Pakan Alami 

- Untuk pemeliharaan pakan alami, yang harus diperhatikan adalah penempatan wadahnya harus cukup mendapatkan cahaya, sehingga proses fotosintesa dapat berlangsung lebih optimal. 
- Setelah tercampur merata, masukkan bibit sebanyak 1/5-1/10 bagian. 
- Empat hari setelah masa pemeliharaan, dapat dipanen dan dikultur pada wadah yang lebih besar. 
Untuk berikut adalah cara budidaya lumut :

Share this:

Disqus Comments