Cara Menangani Dan Mengusir Ular Yang Masuk Ke Dalam Rumah
Daftar Isi Artikel
Pada dasarnya ular tidak suka jika harus masuk ke dalam rumah. Sebab kata orang-tua, rumah yang ditinggali manusia “hawanya” berbeda.
Ular biasanya masuk ke dalam rumah jika dalam keadaan sangat kepepet, atau tidak secara sengaja. Misalnya untuk mendapatkan makanan yang dibutuhkannya, dan kebetulan di dalam rumah tersedia ( tikus misalnya ).
Ular adalah binatang yang pragmatis. Dimana ada gula di situ ada semut. Dimana ada bahan makanan, ular akan datang.
Terkadang, meski sudah dilakukan cara-cara pencegahan agar ular tidak masuk ke dalam rumah, karena satu dan lain hal ternyata masih didapati ular yang masuk ke dalam rumah.
Ketika hal semacam ini telah terjadi, maka harus segera diambil tindakan.
Jangan sekali-kali menunggu dan menunda hingga ular tersebut nantinya bisa berkeliaran atau bersembunyi tanpa diketahui hingga membahayakan penghuni rumah.
Namun hal pertama yang harus dilakukan adalah : Jangan Panik !
Setelah itu coba lakukan langkah-langkah dibawah ini untuk menangani dan mengusir ular yang sudah terlanjur masuk ke dalam rumah.
Langkah Penanganan Terhadap Ular Yang Masuk Ke Dalam Rumah
1. Jangan mencoba langsung membunuh ular.
Banyak orang yang panik, kemudian berusaha untuk langsung membunuh ular yang masuk rumah. Tindakan ini sebenarnya lebih beresiko.
Ular sebenarnya tidak akan menyerang jika tidak merasa terganggu atau terancam.
Karena itu untuk memudahkan sebaiknya lakukan semua tindakan dengan tenang dan perlahan.
Terkecuali jika ular tersebut memang memiliki kecenderungan menyerang terlebih dulu.
2. Jangan gugup dan panik
Terkejut atau kaget boleh, tetapi jangan gugup dan panik. Kepanikan tidak akan membantu mengatasi masalah.
Cobalah bersikap tenang dan tenangkan juga seluruh anggota keluarga.
3. Amankan anggota keluarga, jauhkan anak-anak
Segera jauhkan seluruh anggota keluarga menjauhi lokasi dimana ular masuk ruangan. Terutama amankan anak-anak. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak perlu atau membahayakan.
Berhati-hati akan jauh lebih baik untuk meminimasi resiko.
4. Kenali dan identifikasi jenis ular yang masuk rumah
Coba usahakan untuk mengenali dan mengidentifikasi ular yang telah masuk ke dalam rumah.
Apakah itu termasuk jenis ular yang berbisa atau tidak. Jika memungkinkan ambil gambar / foto ular tersebut. Sekurangnya ada 12 tanda atau ciri ular yang berbisa. Jika termasuk golongan ular berbisa, maka wajib lebih waspada sejak dini.
Tindakan ini sangat perlu untuk melakukan langkah selanjutnya.
5. Lokalisir ruangan/tempat dimana ular masuk
Langkah selanjutnya adalah melokalisir tempat dimana ular masuk.
Tutup semua akses keluar masuk yang bisa digunakan ular, terutama akses menuju atau masuk ke dalam ruangan rumah lainnya.
Kecuali pintu dimana ular bisa langsung keluar rumah.
Jika terdapat celah yang cukup lebar, bisa ditutup atau disumpal dengan kain atau bahan sejenisnya. Misal, jika ular masuk garasi, maka segera tutup rapat pintu ke ruangan lainnya, jika perlu ganjal celah yang terdapat di bagian bawahnya.
Kemudian buka pintu atau jalan dimana ular bisa keluar ruangan.
Langkah ini sangat perlu dilakukan agar ular tidak berkeliaran kemana-mana lalu bersembunyi sehingga menjadi tidak terdeteksi.
Jangan berusaha untuk langsung mengubernya, sementara akses ke seluruh ruangan rumah terbuka.
Setelah itu, hal yang bisa dilakukan adalah mengusir ular keluar dari rumah atau menangkapnya.
Cara Mengusir ular yang masuk ke dalam rumah
Jika memang terlalu takut untuk mengusir ular sendiri, maka tindakan yang paling aman adalah dengan menghubungi petugas yang berwenang ( petugas DAMKAR, dan sejenisnya )
Namun jika cukup berani, dapat dilakukan tindakan berikut dengan tetap waspada dan berhati-hati
Dalam konteks ini tindakan yang dilakukan dapat berupa :
1. mengusir / menuntun paksa agar ular keluar rumah, dan jika memang tidak memungkinkan
2. menangkap ular, kemudian dikeluarkan/dibuang dari dalam rumah
Langkah-langkahnya :
1. Pastikan sudah melakukan langkah penanganan awal seperti diuraikan di atas
2. Pindahkan barang-barang yang potensial mengganggu
Sisihkan terlebih dulu pula benda atau perkakas yang dapat digunakan sebagai tempat bersembunyi ular di lokasi/ruangan ular masuk. Misalnya sofa atau almari dipindah dulu.
Tindakan ini perlu dilakukan agar tidak kesulitan untuk menemukan ular nantinya.
3. Siapkan dan gunakan alat pembantu untuk mengusir ular
Yang disebut alat pembantu adalah perlengkapan untuk menjaga keselamatan dan juga untuk mempermudah dalam mengusir atau menangkap ular.
Jangan sekali-kali melakukan kontak langsung dengan ular tanpa alat, meskipun ular tersebut tidak berbisa.
Alat bantu yang dibutuhkan antara lain :
Jika tidak memiliki alat khusus yang dilengkapi dengan penjepit, bisa digunakan alat yang cukup panjang untuk menjaga jarak aman, misalnya dengan sapu atau batang bambu yang cukup panjang.
Batang bambu ukuran kecil yang panjang lebih disarankan. Bambu lebih lentur dan fleksibel.
- kain selimut yang cukup tebal ( bisa juga digunakan karung goni) dan atau tempat sampah atau tempat pakaian kotor yang rapat ( tidak berongga ) dan bertutup.
4.Cari dan temukan tempat persembunyian ular
Masuk ke dalam ruangan yang telah dilokalisir, lalu cari dan temukan lokasi persembunyian ular.
Ular suka bersembunyi di area yang gelap, lembap, hangat, dan jarang dijamah manusia, seperti di bawah/belakang kulkas, tumpukan barang di gudang/garasi, plafon (loteng), sela-sela furnitur, dapur, kamar mandi, hingga area di sekitar mesin air.
5.Saat berhadapan dengan ular
Saat lokasi persembunyian ular telah ditemukan dan berhadapan dengan ular, hendaknya semua gerakan dilakukan dengan tenang dan perlahan, jika perlu diam terlebih dulu beberapa saat, agar ular tidak menjadi terkejut dan lari.
Saat menghadapi ular, hindari membuat mereka merasa terpojok agar mereka tidak menyerang secara agresif.
6.Jaga jarak aman dan bersikap aman
Yang harus diingat ketika melakukan tindakan di atas adalah selalu menjaga jarak aman, dan jangan sekali-kali memegangnya langsung dengan tangan, meskipun ular tersebut tidak berbisa.
Perhatikan juga sikap ular.
Jika ular melingkarkan tubuh dan membuka mulutnya lebar-lebar, itu artinya ular melihat anda sebagai ancaman dan bahaya. Waspada dan hati-hati ketika menghadapi kondisi seperti ini.
Dan satu hal yang mutlak dilakukan adalah selalu bersikap tenang dan perlahan dan setiap gerakan.
Sikap gugup dan gerakan mendadak akan ditafsirkan ular sebagai bahaya, sehingga ular akan langsung bereaksi.
Selama merasa tidak terancam, ular biasanya akan menunggu gerakan. Jika ada yang bergerak ular juga akan bergerak, jika diam, ular biasanya juga akan diam.
8.Batasi gerakan ular
Ketika lokasi ular telah ditemukan atau telah kelihatan, segera batasi gerakan ular.
a.Jika lokasi dan medan di dalam rumah memungkinkan
Jika ular ditemukan masih berada di tempat yang terbuka ( di atas lantai ) dan lokasi / medan di dalam rumah memang memungkinkan, bisa langsung mengarahkan dan menghalau ular keluar rumah dengan menggunakan sapu atau batang bambu.
Yang harus selalu diingat, lakukan dengan perlahan dan tenang agar ular tidak merasa terprovokasi dan terancam.
b. Atau jika lokasi dan medan di dalam rumah tidak memungkinkan
Gunakan selimut tebal untuk membatasi gerak ular. Tutupkan selimut tebal ke atas keseluruhan badan ular dan jaga agar ular tidak menerobos keluar. Selimut tebal akan membatasi gerak ular.
Ketika ular telah tertutupi tubuhnya dan tidak melihat sekitarnya, ular biasanya akan relatif lebih tenang. Setelah itu masukkan ular ke dalam karung goni.
Namun jika tidak berhasil menggunakan selimut, gunakan tempat sampah atau tempat pakaian kotor ( yang memiiliki tutup).
Buka tutupnya, lalu letakkan pada posisi “tidur” sehingga ular bisa dengan mudah masuk ke dalamnya. Setelah itu giring dan usahakan ular masuk ke dalamnya, lalu tutup rapat.
Jika menginginkan lebih cepat, ular bisa diangkat dengan batang bambu ( jawa : dicutik ) lalu dimasukkan ke dalam wadah yang telah disiapkan tadi.
Cara yang lebih aman adalah dengan membalik dan menelungkupkan tempat sampah atau wadah pakaian ke atas seluruh tubuh ular, hingga ular terkurung di dalamnya. Dan jika menggunakan cara ini, maka harus menyeret wadah untuk dibawa keluar rumah.
Setelah tertangkap ( dengan salah satu cara di atas ) segera bawa ular keluar rumah.
9. Jika ular bersembunyi
Adakalanya ular tetap bersembunyi di tempat yang sulit dijangkau dan tetap tidak mau keluar meskipun telah dipancing dengan sapu atau batang bambu.
Ketika menghadapi kondisi seperti ini, memang harus sedikit bersabar.
Mengusik atau memaksa ular untuk segera keluar, misal dengan memukul-mukul, menyogok dan sebagainya, biasanya akan membuat ular bereaksi keras dan marah.
Apakah siap dengan kondisi seperti ini ?
Cara yang paling aman dan efektif untuk menangkap ular adalah dengan menjebaknya atau memperangkapnya.
Cara menjebak atau memperangkap ular
1. Menjebak ular dengan lem
Letakkan perangkap lem di sekitar lokasi dimana ular bersembunyi.
Saat merasa aman, ular biasanya akan melata keluar dari persembunyiannya sehingga akan terperangkap dan terjebak.
Perangkap lem biasanya berbentuk kotak dilengkapi dengan umpan untuk memancing ular masuk ke dalamnya. Lem biasanya diletakkan pada dasar perangkap.
Perangkap lem tersedia dalam ukuran besar ataupun kecil sesuai ukuran ular yang akan dijebak.
Ada jenis perangkap lem yang bisa digunakan berulang kali dan ada juga yang sekali pakai.
2. Menjebak ular dengan perangkap kawat atau minnow trap
Perangkap ular jenis ini biasanya terbuat dari kawat berbentuk silinder, dengan lubang pada kedua ‘sisi tengahnya’ yang dapat menutup.
Umpan – bisa berupa telur - diletakkan di bagian tengah.
Dan disaat ular merayap masuk melalui salah satu lubang maka ular tidak akan dapat keluar kembali.
Perangkap kawat sangat murah dan mudah digunakan, namun lebih cocok digunakan untuk ular yang tidak berbisa karena konstruksinya yang terbuka.
Tindakan yang harus dilakukan jika digigit ular
Terkadang orang ada nahasnya. Karena sama-sama terkejutnya ketika kepergok, ular segera bereaksi dengan cepat dengan langsung menggigit.
Lalu tindakan apa yang harus dilakukan ketika memang telah digigit oleh ular ?
Tindakan pertama dan utama yang harus dilakukan apabila digigit ular adalah dengan melakukan pertolongan pertama.
Jika ada yang digigit ular, maka tindakan pertama terhadap gigitan ular saat di rumah adalah sebagai berikut :
a. Jangan panik
b. Jangan diikat sembarangan
c. Jangan disobek/ insisi
d. Jangan disedot / hisap
e. Lakukan pembidaian / imobilisasi
f. Jangan tergesa gesa dibawa ke rumah sakit. Tenangkan korban, jangan digerakkan.
g. Foto ular dan cari spesies jenisnya. Apakah berbisa tinggi ? Ataukan medium atau bahkan mungkin tidak berbisa ?
Sekali lagi perlu dicatat, jangan sekali-kali berusaha untuk menyedot atau menghisap bisa ular dengan mulut. Tindakan ini sangat beresiko dan sangat berbahaya.
Tindakan yang harus anda lakukan, lebih lengkapnya bisa dilihat disini :
Pertolongan pertama yang harus dilakukan jika digigit ular
Setelah itu sangat disarankan untuk segera pergi ke dokter atau rumah sakit terdekat.
Pada umumnya orang akan mampu bertahan dari gigitan ular berbisa selama 6 jam.
Tentang ular jadi-jadian
Semua di atas terkait dengan ular sungguhan.
Namun di masyarakat Indonesia ternyata masih percaya adanya ular jadi-jadian.
Apakah memang ada ular jadi-jadian ?
Menurut seorang ahli atau pawang ular dalam pengalamannya selama “bergelut” dengan ular, memang ada jenis ular jadi-jadian.
Meski berbau mitos, namun menurutnya hal seperti ini bukan mengada-ada.
Cara-cara yang diuraikan di atas hanya berlaku untuk ular sungguhan.
Untuk ular jadi-jadian, tentu saja ada perbedaan perlakuan.
Lengkapnya bisa dilihat di bawah ini :
Cara membedakan ular jadi-jadian dan ular sungguhan
