Cara Mudah Dan Ampuh Agar Ular Tidak Masuk Ke Dalam Rumah
Daftar Isi Artikel
Menurut masyarakat Jawa, ada banyak alasan atau penyebab yang menjadikan ular masuk ke dalam rumah, mulai dari yang rasional sampai yang berbau mistis. Sehingga akan ada banyak cara pula yang bisa dilakukan untuk mencegah agar ular tidak masuk ke dalam rumah.
Artikel yang berdasar pengalaman ini menguraikan bagaimana cara yang saya lakukan untuk mencegah agar ular tidak masuk ke dalam rumah.
Cara ini terbilang sangat mudah dan murah tapi hasilnya terbukti efektif dan ampuh.
Pengalaman : Ular masuk ke dalam rumah berulang kali
Saya memiliki pengalaman yang menjadikan agak miris.
Ada kejadian dimana ular masuk ke dalam rumah, sekurangnya ke dalam pekarangan rumah sampai berkali-kali, bahkan dalam waktu yang berturutan.
Alih-alih sebagai orang yang hobi memelihara ular, saya dan keluarga cukup takut – atau risih kali - dengan ular. Terlebih lagi, kalau ular tersebut termasuk kategori ular berbisa.
Baca juga :
Pernah pada salah satu bulan Ramadhan ( tahunnya lupa ) – beberapa kali kejadian ada ular yang masuk ke dalam pekarangan rumah dan ke dalam rumah.
Anehnya, ular yang masuk ke dalam pekarangan rumah dan ke dalam rumah ini waktunya – mungkin secara kebetulan – yaitu antara sehabis magrib sampai selepas Isya.
Dan anehnya lagi, hal itu terjadi tidak hanya sekali , namun sampai sebanyak 5 kali dalam 1 minggu, artinya hampir setiap hari berturut-turut ada ular yang masuk ke dalam pekarangan rumah.
Padahal – sebagai informasi – rumah kami dikelilingi dengan pagar tembok yang cukup tinggi.
Makanya ketika saya menceritakan hal ini kepada beberapa orang, aneka macam komentar dan sarannya. Yang kebanyakan berbau agak mistis.
Barangkali, saya punya nadzar yang belum sempat dilaksanakan, sehingga ular tersebut datang mengingatkan dan menagih janji nadzar.
Sebab konon, menurut kata “orang tua” masyarakat Jawa, rumah yang telah ditempat tinggali, hawanya akan terasa “panas” bagi ular, sehingga mestinya ular tidak berani nekat masuk ke dalam rumah.
Jadi, kalau ular sampai berani masuk ke dalam rumah, mungkin itu ular jadi-jadian .
Baca juga :
Namun kalau diingat-ingat, saya tidak punya nadzar apapun.
Penyebab utama ular masuk ke dalam rumah
Pada akhirnya, agar hal seperti ini tidak terus berkelanjutan, mau tidak mau saya mencari apa penyebabnya. Dan ketemu penyebab-penyebabnya. salah satunya adalah posisi rumah saya.
Kondisi rumah saya terbilang cukup bersih dan terawat.
Hampir tidak ada tumpukan-tumpukan benda yang bisa digunakan sebagai sarang ular, tidak ada pepohonan rimbun, juga hampir tidak ada ceceran sisa makanan yang bisa dianggap sebagai makanan ular ( termasuk tikus ).
Namun masalahnya adalah rumah saya memang masuk dalam kategori rumah “ MeWah” alias Mepet Sawah, dan pada waktu memang sedang dalam musim kemarau yang sangat panas.
Sehingga menjadi suatu hal yang sangat jamak jika pada situasi dan kondisi seperti itu ular-ular tersebut nyasar masuk ke dalam rumah. Mungkin, ular tersebut mau “ngadem”.
Dan kebetulan waktu antara Magrib hingga Isya, rumah dalam keadaan kosong karena ditinggal sholat Tarawih.
Selain hal tersebut di atas, dari sekian banyak penyebab yang menjadikan ular sampai masuk ke dalam rumah atau pekarangan rumah, kalau diringkas ternyata ada 2 (dua) penyebab utama.
Penyebab utama mengapa ular masuk ke dalam rumah terlepas dari kepercayaan yang cenderung berbau mistis yang masih dipercaya oleh sebagian masyarakat Jawa, adalah :
1. Karena tempat tinggal alias habitatnya terusik atau terganggu
Sama dengan mahluk hidup lainnya, ular juga menginginkan tempat tinggal yang tidak hanya aman tetapi juga nyaman.
Jadi ketika ular merasa tempat tinggalnya – lebih tepatnya : sarangnya – terganggu maka ular akan mencari tempat yang lebih aman dan nyaman.
Gangguan ini bisa berupa gangguan yang memang disengaja ataupun yang tidak disengaja, yang datang dari manusia atau hewan lainnya.
Gangguan terhadap sarang ular juga bisa datang dari musim.
Pada musim kemarau yang sangat panas sering kali menjadikan ular harus “hijrah” mencari tempat yang lebih sejuk dan nyaman.
Atau sebaliknya, musim penghujan yang menyebabkan banjir akan memaksa ular “mengungsi” mencari tempat yang kering dan aman.
Dan jika kebetulan posisi rumah di tepi sawah – yang nota bene banyak ular pastinya – maka sangat wajar jika rumah menjadi tempat pengungsian ular.
Ular yang akan berganti kulit juga sering menyasar masuk ke dalam rumah untuk mencari sarang baru, karena rumah – terlebih yang kosong atau sering kosong – dianggap lebih terlindung.
2. Karena mencari makan atau karena ada makanan
Ini juga merupakan penyebab yang paling umum dan mendasar mengapa ular sampai berani masuk ke dalam pekarangan rumah atau ke dalam rumah.
Ini adalah hukum Tarik Menarik, The Law Of Attarction. Dimana ada makanan disitu ular akan datang
Sama seperti mahluk hidup lainnya, ular juga perlu makan.Ular akan berburu kemanapun selama ada makanan baginya.
Ketika ular sampai berani masuk ke dalam pekarangan atau ke dalam rumah, berarti ular mengendus jika di lingkungan tersebut ada makanan yang dibutuhkannya, entah itu berupa katak, tikus, siput, atau sisa pakan hewan peliharaan, sisa makanan atau lainnya.
Ketika lingkungan rumah bersih dari hal-hal di atas, ular biasanya tidak akan masuk ke dalam pekarangan rumah atau ke dalam rumah , kecuali karena sebab-sebab nomor 1 di atas.
Jadi agar ular tidak masuk, usahakan lingkungan pekarangan dan rumah selalu bersih, terutama dari hal atau barang yang bisa menjadi mangsa dan makanan ular.
Beberapa cara dan bahan yang bisa digunakan untuk mencegah agar ular tidak masuk ke dalam rumah
Sebagaimana telah disebut di atas, sebenarnya ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah agar ular tidak masuk ke dalam rumah.
Beberapa cara dan bahan lain yang bisa digunakan agar ular tidak berani masuk ke dalam rumah, diantaranya adalah :
- Mencegah ular masuk ke dalam rumah dengan menggunakan garam
- Mencegah ular masuk ke dalam rumah dengan menggunakan Belerang atau Sulfur
- Mencegah ular masuk ke dalam rumah dengan menggunakan barang-barang yang berbau tajam,Karbol misalnya
- Mencegah ular masuk ke dalam rumah dengan memelihara hewan yang berkuku tajam, kucing misalnya
- Dengan menanam tumbuhan tertentu. Salah satunya misalnya dengan menanam tanaman Lidah Mertua dipercaya bisa mencegah ular masuk ke dalam pekarangan rumah.
- Dan sebagainya
Sebagai catatan :
Bahan / barang di atas bisa digunakan untuk mencegah ular masuk ke dalam pekarangan / rumah bukan karena bersifat mistis sebagai “penangkal ular” ( terutama garam - banyak orang yang percaya jika garam bisa mengusir ular karena khasiat mistisnya ), tetapi bisa dijelaskan secara ilmiah.
Baca juga :
Namun dari sekian cara yang disebut di atas dan sudah pernah dicoba, cara yang terbukti efektif untuk mencegah agar ular tidak masuk ke dalam rumah, menurut saya adalah dengan menggunakan tali ijuk.
Cara yang ampuh untuk mencegah ular agar tidak masuk ke dalam rumah atau pekarangan rumah sebenarnya adalah dengan menggunakan bebauan yang tajam, misal Belerang atau Karbol dan sebagainya.
Namun cara ini efektif hanya dalam waktu yang sangat singkat.
Karena bahan-bahan tersebut sifatnya mudah menguap, maka dalam waktu singkat bebauan tersebut juga akan hilang, sehingga ular tidak “takut” lagi untuk masuk ke dalam rumah.
Tali ijuk untuk mencegah ular masuk ke dalam rumah?
Dari pengalaman yang pernah saya lakukan, dari sekian cara yang ada, cara yang mudah, murah tetapi terbukti paling efektif untuk mencegah dan mengusir ular agar tidak masuk ke dalam pekarangan / rumah adalah dengan menggunakan tali ijuk.
Meskipun penggunaan tali ijuk untuk mengusir ular ini kerap kali mengundang tanya bagi orang yang melihatnya.
Dari sekian banyak orang yang pernah berkunjung untuk pertama kali ke rumah saya, begitu mau masuk ke pekarangan rumah – kebanyakan- wajahnya akan menunjukkan rasa keheranan.
Sebab di setiap jalan masuk ke rumah mereka akan melihat adanya tali ijuk yang melintang.
Mungkin pikir mereka :”..wah…yang punya rumah ini kok sepertinya senang dengan hal-hal mistis”. Tambahan lagi, rumah kami terletak pada – orang Jawa bilang - posisi Tusuk Sate.
Jadi mungkin agak wajar jika orang-orang mempunyai anggapan seperti itu.
Baca Juga :
Jadi mengapa saya sengaja melintangkan tali ijuk di ssetiap jalan masuk rumah ?
Apakah menggunakan tali ijuk termasuk mistis ?
Berikut penjelasannya.
Bagaimana cara ular bergerak.
Namun agar tidak ikut-ikutan beranggapan sebagai hal mistis bahwa saya menggunakan “Penangkal Ular”, ada baiknya jika sebelumnya mengetahui terlebih dulu, bagaimana cara ular bergerak.
Ular adalah hewan yang tidak memiliki kaki.
Sebagai hewan yang tidak memiliki kaki, maka ular bergerak dengan melata, yaitu menggunakan perutnya. Atau, lebih tepatnya adalah dengan sisik-sisik yang berada dipermukaan tubuhnya, ular akan mencengkeram tanah dan mendorong tubuhnya bergerak menggunakan otot-ototnya yang terdapat ditulang rusuknya, dengan cara memanjangkan dan memendekkan badannya, secara :
- Linier atau Caterpillar
- Menyamping atau Sidewinding, yaitu gerakan yang dilakukan dengan kepala ular ke samping dan maju,
Sedangkan ketika bergerak lurus, maka otot-otot ular akan bergerak bersamaan dengan kulit perutnya ( sisik-sisik ular ) yang longgar dan licin sehingga bisa bergerak maju tanpa menekuk tulang belakangnya.
Kulit di bagian perut ular memberikan daya cengkeram ke tanah pada saat otot mendorong tubuh ular ke arah depan.
Gerakan ular yang seperti gelombang dan berurutan dimulai dari otot kepala hingga otot bagian ekor, sehingga mirip dengan sebuah ban yang melaju di tanah.
Ada dua otot yang memainkan peranan penting saat gerakan ular ini terjadi, yaitu bagian rusuk (Costo) dan kulit (Custaneus).
Mengapa tali ijuk bisa mencegah ular masuk ke dalam rumah ?
Jika tali ijuk direntangkan pada jalan ular yang menuju masuk ke dalam rumah atau pekarangan rumah, maka tali ijuk bisa menghambat gerakan ular !
Saat bergerak, maka posisi sisik-sisik ular juga akan membuka dan menutup seiring dengan gerakannya.
Nah, ketika ular bergerak melewati tali ijuk, maka serat atau ujung-ujung tali ijuk akan dapat masuk ke celah-celah sisik-sisik ular yang sedang membuka dan menutup saat bergerak.
Masuknya serat atau ujung-ujung tali ijuk yang lancip runcing dan cukup tajam ke dalam celah-celah sisik-sisik inilah akan menyebabkan ular serasa ditusuk-tusuk.
Itulah sebabnya ular “ tidak suka”, dan cenderung menghindari ketika ada tali ijuk pada jalur lintasan perjalanannya.
Ular akan balik badan menjauh.
Dan hal ini memang pernah saya buktikan, melihat dengan mata kepala sendiri.
Suatu malam ada seekor ular – Ular Kobra malah – dari area persawahan yang hendak masuk ke dalam pekarangan melalui pintu gerbang rumah.
Namun untungnya saat itu di pintu gerbang telah saya pasangi dengan tali ijuk yang melintang.
Ular Cobra tersebut awalnya bergerak begitu cepat.
Namun begitu sebagian kepalanya sampai dan mau masuk melewati tali ijuk, ular tersebut langsung balik badan tidak jadi masuk rumah.
Dicobanya beberapa kali, namun selalu berbalik badan setelah sebagian kepalanya melewati tali ijuk.
Cara menggunakan tali ijuk untuk mencegah/mengusir ular agar tidak masuk ke dalam pekarangan rumah atau ke dalam rumah
Berikut cara menggunakan tali ijuk untuk “Penangkal Ular” agar tidak masuk ke dalam pekarangan rumah atau ke dalam rumah :
1. Identifikasi dulu tempat-tempat yang akan diberi tali ijuk dan ukur berapa panjangnya.
Tempat-tempat yang akan diberi tali ijuk sebaiknya adalah tempat-tempat yang berhubungan langsung dengan lingkungan luar.
Misalnya pintu gerbang, pintu belakang dan sebagainya.
2. Belilah tali ijuk dengan jumlah yang disesuaikan dengan kebutuhan di rumah anda
3. Anyam tali ijuk sepanjang yang dibutuhkan
Tali ijuk seringnya dijual dalam ukuran pendek dan kecil. Maka harus terlebih dulu dianyam atau disambung sehingga panjang dan besarnya “cukup untuk memberi ancaman” bagi ular.
Dari pengalaman, saya menganyam tali ijuk hingga ukurannya kurang lebih sebesar ibu jari kaki.
4. Pasang dan rentangkan tali ijuk tersebut di permukaan tanah atau lantai pada tempat-tempat yang telah diidentifikasi tadi.
Anda bisa memaku bentangan tali ijuk ini ke permukaan tanah atau lantai agar tidak tersandung-sandung saat dilewati orang.
5. Selesai.
Coba amati hasilnya.
Insya Allah ular tidak akan berani masuk ke dalam pekarangan / rumah anda lagi, sebab saat ini sudah dipasang “Penangkal Ular” yang ampuh.
Namun demikian ada hal-hal yang tidak boleh dilupakan.
Agar ular tidak nyasar masuk ke dalam rumah atau pekarangan rumah, pastikan juga agar :
- Tutup semua lubang atau celah yang memungkinkan ular bisa masuk ke dalam rumah
- Menjaga lingkungan pekarangan dan rumah selalu bersih.
Usahakan jangan ada bahan/barang yang bisa menjadi makanan ular.
- Usahakan juga agar tidak ada tumpukan barang/bahan, semisal kayu, batu bata dan sebagainya yang bisa dijadikan sarang ular.