Telur Ayam Ternyata Bisa Meledak Saat Ditetaskan, Ini Penyebabnya
Daftar Isi Artikel
Hati-hati, jika suatu saat menetaskan telur ayam.
Karena ternyata sebutir telur – baik itu telur ayam ataupun telur bebek - ternyata bisa meledak.
Kata “meledak” disini bukan hanya merupakan sebuah istilah kiasan, metaforis atau bahasa bombastis belaka, tetapi benar-benar meledak, layaknya sebuah petasan.
Dan jangan salah, tenaga yang dihasilkan dari ledakan sebuah telur, sudah cukup untuk melukai seseorang.
Sebutir telur yang meledak saat ditetaskan, biasanya ketika ditetaskan dengan mesin penetas, baik mesin tetas otomatis ataupun mesin tetas manual.
Bagaimana sih kejadian sebenarnya sehingga telur ayam bisa meledak saat ditetaskan ?
Fungsi telur ayam bagi ayam (mbulet, tapi vital)
Telur (ayam) pada dasarnya adalah sistem/alat reproduksi utama bagi ayam.
Dengan bertelur, ayam menjaga dan mempertahankan kelangsungan speciesnya untuk berkembang biak.
Jangan salah, meskipun telur dihasilkan sendiri oleh ayam, telur ternyata memiliki fungsi yang vital bagi ayam, yaitu :
- alat/sistem reproduksi utama
telur adalah untuk menjaga keberlanjutan speciesnya, sebab fungsi utama telur adalah sebagai wadah perkembangan embrio (calon anak ayam) di luar tubuh induk.
-sumber nutrisi embrio
Karena itulah, telur – khususnya bagian kuning telur - menyediakan makanan bagi calon anak ayam selama proses pengeraman.
-sebagai nutrisi tambahan
Telur yang tidak dibuahi atau sisa telur rebus yang diberikan sebagai pakan kepada ayam dapat membantu pertumbuhan bulu, otot, dan stamina ayam, terutama saat masa rontok bulu.
-sebagai cadangan makanan anak ayam
Kuning telur yang terserap ke dalam tubuh anak ayam sesaat sebelum menetas berfungsi sebagai sumber energi untuk bertahan hidup 3-4 hari pertama.
Struktur detil telur ayam : terlihat ringkih ternyata sangat canggih
Secara biologis, telur terstruktur sedemikain rupa dan mengandung nutrisi lengkap (protein, lemak, vitamin, mineral) sehingga mampu melindungi, dan memberi nutrisi embrio hingga menetas.
Hal ini sangat penting bagi kelangsungan hidup anak ayam.
Karena itulah, meski kelihatan ringkih, telur ayam sebenarnya sangat canggih.
Secara garis besar struktur/susunan telur ayam dapat dikelompokkan menjadi tiga komponen utama:
1. kulit/kerabang telur (pelindung terluar)
2. putih telur (albumen) sebagai pelindung dan sumber protein,
3. kuning telur (yolk) sebagai sumber nutrisi utama.
Selain itu, terdapat kantung udara di ujung tumpul, chalaza (pengikat kuning telur), dan membran cangkang.
Struktur telur ayam dirancang begitu canggih, sehingga tidak hanya memberi perlindungan tapi juga menyediakan nutrisi selama perkembangan embrio.
Jika dikupas dengan lebih mendalam, maka struktur/susunan detail telur ayam dari luar ke dalam adalah sebagai berikut :
• Cangkang telur / kerabang (secara umum)
Terlihat sederhana, namun ternyata cangkang telur merupakan struktur pelindung yang sangat kompleks.
Cangkang telur terbentuk melalui proses kalsifikasi cepat di rahim ayam selama kurang lebih 17-20 jam. Cangkang telur merupakan lapisan berkapur keras –karena terbentuk dari kalsium karbonat (CaCO3) - untuk melindungi bagian dalam telur.
Selain kalsium karbonat, cangkang juga mengandung sedikit magnesium karbonat dan trikalsium fosfat.
Lapisan dari bahan ini berperan sebagai "keramik alami" dengan kekuatan tekan tinggi.
Cangkang telur ayam dengan struktur melengkung yang sangat kuat, mampu menahan beban vertikal (tekanan searah sumbu panjang) yang mengejutkan, dimana dalam praktiknya, satu butir telur ternyata mampu menahan beban 1-2 kg atau lebih.
Kekuatan utama dari struktur ini berasal dari bentuk kubah/lengkung (disebut Arch ) yang menyebarkan tekanan ke seluruh permukaan, mencegah satu titik menahan beban terlalu berat.
Ketebalan cangkang telur rata-rata adalah 0,023 inci atau sekitar 0,58 mm, memiliki 7.000-17.000 pori-pori untuk pertukaran gas, sangat kuat namun semipermeabel untuk melindungi embrio ayam
Jika dirinci lebih detil lagi, cangkang telur terdiri dari empat lapisan utama:
1.kutikula (luar)
Lapisan terluar yang menutup pori-pori.
Kutikula (atau bloom) merupakan lapisan tipis yang tersusun dari bahan organik, yaitu kombinasi protein, lipid (lemak), dan karbohidrat.
Komponen utama pada kutikula telur ayam:
- Protein
Komponen utama yang tidak larut dalam air, dengan asam glutamat dan glisin sebagai asam amino yang paling melimpah.
-Lipid (Lemak)
Terdiri dari asam lemak jenuh dan tak jenuh, yang membantu lapisan ini bertindak sebagai penghalang air dan mikroba.
-Karbohidrat
Terikat dengan protein (mukoprotein).
Disebut sebagai mukoprotein, berfungsi sebagai pelindung berpori untuk menutupi pori-pori cangkang, mencegah masuknya bakteri, dan mengurangi penguapan kelembapan dari dalam telur.
Kutikula terbentuk di bagian akhir dari proses pembentukan telur di dalam saluran reproduksi ayam (oviduk).
2.lapisan busa/spongy
merupakan lapisan kalsium karbonat padat yang memberikan kekuatan struktural, di mana pori-pori terletak
3.lapisan mamilar
adalah lapisan dalam yang menempel langsung pada membran, terdiri dari kristal kalsium yang lebih besar
4.membran cangkang
Terdiri dari membran dalam dan luar, dua lapisan tipis berserat (keratin) yang melindungi isi telur.
Di ujung tumpul, membran ini terpisah membentuk rongga udara/kantung udara.
• Putih Telur (Albumen)
Terbagi atas empat lapisan, termasuk chalaza (anyaman protein yang menahan kuning telur tetap di tengah).
• Membran Vitelline
Membran tipis yang membungkus kuning telur.
• Kuning Telur (Yolk)
Pusat nutrisi, biasanya berwarna kuning hingga oranye.
• Germinal Disc
Titik putih kecil pada kuning telur, calon embrio.
Dengan susunan seperti itu, mengapa sebutir telur sampai bisa meledak ?
Sebelum lanjut, kita kenalan dulu dengan – dua biang keladi – pemicu utamanya yaitu : metode penetasan telur dan Salmonella.
Beberapa metode untuk menetaskan telur ayam
Secara umum – hingga saat ini – dikenal 2 metode untuk menetaskan telur ayam
1.Penetasan telur ayam secara alami (dieramkan atau “diangkrem” oleh induknya)
Ini adalah metode penetasan telur yang paling aman, karena semua proses dilayani oleh induk ayam. Pemilik tinggal duduk manis, terima hasil bersih.
Telur ayam yang dieramkan oleh induknya rata-rata membutuhkan waktu sekitar 21 hari (3 minggu) untuk menetas.
Hanya saja penetasan dengan cara ini terbatas jumlah telurnya.
2. Penetasan telur ayam secara buatan
Menetaskan telur ayam secara buatan dapat dilakukan dengan 2 cara :
- penetasan buatan secara manual : misal sistem kardus
- penetasan buatan menggunakan mesin tetas/inkubator
Sama seperti proses alami, menetaskan ayam secara buatan menggunakan mesin butuh waktu rata-rata selama 21 hari dengan suhu ideal, antara 37.5∘C - 38.5∘C, kelembaban udara 50-60% untuk awal dan 65-70% beberapa waktu sebelum menetas.
Karena induk ayam tidak campur tangan, maka pengkondisian penetasan harus dilakukan sendiri, baik secara manual ataupun otomatis.
Cara penetasan telur ayam dengan mesin inilah yang biasanya lebih beresiko terjadinya fenomena meledaknya telur ayam.
Kenalan dengan Salmonella
Tepatnya Salmonella sp., khususnya Salmonella Enteritidis.
Cantik namanya, tapi inilah biang keladi utama terjadinya kasus telur ayam meledak.
Salmonella Enteritidis (SE) adalah bakteri penyebab infeksi saluran pencernaan (salmonellosis) yang sering ditularkan ke manusia melalui konsumsi produk unggas, terutama telur mentah atau setengah matang yang terkontaminasi.
Bakteri ini merupakan patogen zoonosis.
Bakteri Salmonella Enteritidis paling sering dan utama menginfeksi telur ayam.
Bakteri ini dapat mencemari telur melalui kotoran yang menempel di cangkang atau infeksi langsung dari induk ayam ke dalam telur (transovarial) sebelum cangkang terbentuk.
Bakteri mampu menembus pori-pori cangkang telur atau masuk saat pembentukan telur di dalam saluran reproduksi ayam.
Sebenarnya ada bakteri lain yang berperan seperti Salmonella, yaitu Pseudomonas, Alcaligenes, Campylobacter dan Listeria.
Namun yang paling lazim dan sering ditemui adalah bakteri Salmonella.
Ketika bakteri-bakteri ini sudah menginfeksi telur ayam yang ditetaskan, maka terbukalah resiko telur meledak.
Bagaimana mekanisme telur meledak saat ditetaskan ?
Secara garis besar, telur ayam yang meledak saat ditetaskan – disebut sebagai exploding eggs – dikarenakan adanya gas bertekanan tinggi di dalam telur yang memaksa-menerobos keluar melewati cangkang telur.
Tapi dari mana asalnya gas hingga ada di dalam telur ayam ?
Kurang lebih seperti ini mekanismenya :
• Karena satu dan lain sebab, bakteri Salmonella sp (utamanya) berhasil menyusup masuk ke bagian dalam telur ayam.
Masuknya bakteri Salmonella sp dapat disebabkan :
-kotoran menempel pada telur yang tidak dibersihkan
telur yang kotor rentan terhadap masuknya bakteri. kotoran bisa berasal dari kotoran ayam atau kondisi mesin tetas/incubator yang tidak terawat dan kotor.
Bahkan telur yang tampak bersih sekalipun ternyata memiliki 1.000 hingga 10.000 bakteri di permukaannya
-terlalu lama/sering merendam telur
merendam telur dalam air terlalu lama bisa menyebabkan air membawa bakteri masuk ke dalam telur.
Juga tidak dibenarkan membersihkan telur dengan menggunakan air hangat, sebab air hangat bisa membunuh embrio telur
-kulit telur retak halus/retak rambut(invisible checks)
telur dengan kondisi seperti ini paling rawan terinfeksi bakteri
-telur disimpan terlalu lama (lebih dari 10 hari pada suhu yang tidak tepat)
-telur yang memiliki pori-pori terlalu besar
-cangkang telur yang terlalu tipis
-bakteri sudah menginfeksi saat masih dalam indung telur atau infeksi transovarial.
Sialnya, tidak ada ciri-ciri khusus pada telur yang telah terkontaminasi bakteri Salmonella, baik pada telur matang ataupun telur yang masih di dalam cangkang.
Keberadaan Salmonella pada telur baru bisa diketahui melalui pengujian laboratorium dan belum bisa dideteksi secara kasat mata.
• Setelah berhasil masuk ke bagian terdalam telur, bakteri akan melakukan aktivitasnya “memakan” dan mengurai protein telur.
• Bakteri berkembang biak, sel telur mati, membusuk dan sisa peruraian protein dan sulfur dalam telur lebih lanjut menghasilkan gas :
-Hidrogen Sulfida (𝐻2𝑆)
Ini adalah gas utama yang bertanggung jawab atas bau menyengat seperti telur busuk. Gas ini tidak berwarna, beracun, mudah terbakar, dan dihasilkan dari penguraian organik oleh bakteri.
-Amonia (𝑁𝐻3)
Dihasilkan dari pemecahan protein dalam telur.
-Karbon Dioksida (𝐶𝑂2)
Pelepasan 𝐶𝑂2 terjadi selama masa penyimpanan dan pembusukan, sering kali diiringi dengan penurunan berat telur dan perubahan pH menjadi lebih basa.
-Nitrogen (𝑁2)
Salah satu gas yang menguap selama proses pembusukan.
• Gas yang terbentuk makin lama makin terkonsentrasi, sehingga menghasilkan tekanan.
• Ketika tekanan gas di dalam telur terus meningkat hingga mencapai ambang batas kekuatan beban cangkang, maka telur akan meledak.
Pada kondisi mendekati titik ini, bahkan getaran kecilpun dapat memicu ledakan telur.
• Pada saat meledak –meskipun hanya sebutir telur- exploding eggs menghasilkan gas bertekanan tinggi, menyebarkan bakteri ke telur lainnya dan mengotori mesin tetas
Ledakan juga menimbulkan bau busuk yang menyengat dan berpotensi mencemari telur sehat lainnya di dalam inkubator
Jadi penyebab utama telur yang meledak saat ditetaskan biasanya karena telur busuk atau mati di dalam (karena infeksi bakteri), bukan telur sehat yang gagal menetas.
Tindakan pencegahan : agar telur ayam tidak meledak saat ditetaskan
• Lakukan seleksi ketat
Pastikan hanya telur bersih dan tidak cacat (tidak retak, dan sebagainya) yang boleh dimasukkan ke dalam mesin penetas.Pastikan pula mesin penetas dan lingkungannya juga bersih dari kontaminan.
• Lakukan Candling (Peneropongan)
Sebelum masuk mesin penetasan lakukan juga candling / peneropongan isi bagian dalam telur. Buang telur yang infertil atau membusuk di tengah masa inkubasi.
• Jika terjadi telur meledak, segera keluarkan dari mesin tetas dan bersihkan area tersebut untuk mencegah penyebaran bakteri ke telur lain.
Telur ayam juga dapat meledak dalam microwave, sampai segini daya ledaknya!
Selain pada penetasan, telur ayam juga bisa meledak saat pemasakan di microwave.
Dalam kasus pemanasan di microwave, telur ayam dapat meledak ketika tekanan uap air di dalam kuning telur, yang terperangkap oleh protein yang sudah matang meningkat drastis hingga melampaui kekuatan cangkang telur.
Berdasarkan hasil studi, telur ayam yang meledak :
- tekanan di dalam telur sesaat sebelum meledak bisa mencapai 155 Megapascals (MPa), atau 3.000 lbs, jauh melampaui kekuatan cangkang telur untuk menahannya
- tekanan suara (yang merupakan “Indikator Ledakan” ) ternyata menghasilkan tekanan suara yang sangat tinggi, sampai 86 hingga 133 desibel (dB), diukur dari jarak 300 mm.
- Suhu ledakannya di atas 100°C karena berupa uap air super panas.
- Energi Ruptur (pecah) yang dilepaskan mencapai sekitar 78 Joule.
- Pecahan cangkang telur juga dapat melesat dengan kecepatan tinggi, bahkan mencapai kecepatan 62 meter per detik (atau sekitar 232 km/jam).
Berdasarkan studi ilmiah, secara ringkas dinyatakan bahwa telur ayam yang meledak dalam microwave terjadi karena akumulasi uap panas yang terperangkap, menghasilkan energi ledakan yang berisik dan berbahaya, seringkali setara dengan suara ledakan kecil, energi yang dilepaskan cukup signifikan untuk menyebabkan cedera, meskipun dampaknya kecil secara keseluruhan.
Apa yang dapat disimpulkan?
Sering tidak disadari – bahkan tidak dimengerti – bahwa jika tidak hati-hati, telur ayam yang ditetaskan terutama di mesin tetas ternyata bisa meledak.
Ledakan dipicu oleh akumulasi gas bertekanan akibat aktivitas bakteri – salmonella sp utamanya.
Meski dampak keseluruhan tidak terlalu besar, namun cukup untuk bisa melukai seseorang, terutama jika terkena ledakan di muka atau mata.
