Cara Menyimpan Telur Ayam Supaya Tahan 8 Minggu Tanpa Lemari Es

Daftar Isi Artikel
Dewasa ini telur merupakan salah satu bahan pangan – lebih tepatnya sebagai lauk – yang paling popular dan digemari. Terlebih dengan adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Termasuk untuk melayani program MBG, kebutuhan telur nasional tahun 2026 diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 6.5 juta ton, dan itu setara dengan sekitar 178 hingga 285 juta butir telur ayam per hari. Jumlah yang fantastis. 

telur ayam MBG

Pemerintah memastikan bahwa seluruh produksi telur dari peternak rakyat akan diserap oleh program MBG, sehingga peternak tidak lagi bergantung pada fluktuasi pasar konvensional 
Tentu saja ini merupakan kabar gembira dan peluang bagi para produsen telur ayam. 
Tetapi ada satu permasalahan klasik yang kerap terjadi pada telur ayam ini. 
Telur ayam adalah bahan pangan yang tidak bisa tahan lama, terutama sekali ketika tidak disimpan di dalam lemari es/lemari pendingin. 
Dalam kurun waktu tertentu, telur akan busuk sehingga tentu saja tidak layak konsumsi. 
Disini, mari kita bahas bagaimana caranya menyimpan telur ayam agar dapat bertahan lebih lama, bahkan ketika tidak ada/tidak menggunakan lemari es/lemari pendingin
Kita kulik satu per satu. Mulai dari awal 

Jenis telur ayam dan cirinya, dari yang umum sampai yang tidak umum diketahui 

Kamu sudah tahu, bahwa telur ayam yang paling sering dan lazim beredar dan dikonsumsi masyarakat umum adalah telur ayam ras dan telur ayam kampung. 
Nyatanya, ada lagi jenis-jenis telur ayam selain yang disebut di atas untuk konsumsi. 
Jenis telur ayam untuk konsumsi antara lain : 

1.Telur ayam ras 

Jenis telur ayam inilah yang paling sering dan paling banyak dikonsumsi. Karena memang paling umum dijual di pasaran dan tentu saja harganya yang sangat terjangkau. 

Ciri-ciri telur ayam ras : 

-cangkang berwarna coklat (coklat terang hingga pekat), kadang ada titik-titik hitam 
-permukaan cangkang cenderung kasar dan kasat saat dipegang 
-bentuknya oval mendekati/lebih bulat 
-ukuran lebih besar, beratnya antara 45-60 gram per butir 
-kuning telurnya berwarna kuning cerah hingga sedikit oranye, karena pengaruh pakan 
-putih telurnya cenderung lebih cair, kandungan airnya lebih tinggi 
-biasanya lebih bersih dari kotoran 

2.Telur ayam kampung (bukan ras) 

Ayam kampung - nama ilmiahnya : Gallus domesticus – merupakan ayam lokal Indonesia yang dibudidayakan secara tradisional/semi-intensif. 
Disebut juga ayam bukan ras (buras). 
Ayam kampung merupakan hasil domestikasi/perkawinan silang antara ayam hutan merah dengan berbagai jenis ayam lain
Dalam kategori ini termasuk semua jenis ayam lokal seperti : ayam kedu, pelung, nunukan, dan ayam kampung unggul (KUB). 
Karena hasil kawin silang, daya tahan tubuhnya kuat dan dagingnya lebih gurih. Termasuk telurnya. 

Telur ayam kampung yang harganya lebih mahal, dianggap lebih berkhasiat, sehingga sering digunakan pada campuran jamu seduh atau tradisional. Atau bahkan “diuntal” begitu saja, karena rasanya agak manis – khususnya telur ayam kampung yang masih muda. 
Dipercaya telur ayam kampung baik untuk menambah vitalitas dan stamina. 
Para olahragawan seringkali menelan telur ayam mentah ketika mau bertanding untuk menambah stamina dan daya tahannya. 

Ciri-ciri telur ayam kampung : 

-cangkangnya padat berwarna putih tulang hingga krem 
-permukaan cangkang cenderung terasa halus saat dipegang 
-bentuknya oval meruncing pada salah satu ujungnya 
-ukurannya relatif kecil, berat antara 27-56 gram per butir 
-kuning telurnya berwarna oranye pekat
-putih telurnya kental 
-aroma tidak amis 

3.Telur ayam Omega-3 

Telur omega-3 adalah telur yang dihasilkan oleh baik ayam ras maupun ayam kampung yang diberi pakan khusus dengan kandungan omega-3 tinggi, seperti biji rami (flaxseed), alga, atau minyak ikan. Bukan jenis ayamnya yang berbeda, melainkan asupan makanannya. 
Karena kaya kandungan omega-3, telur jenis ini sangat baik untuk kesehatan jantung,otak dan mata.
Kandungan asam lemak omega-3 hingga 5 kali lipat dari telur biasa, kandungan kolesterol yang umumnya 50% lebih rendah. 
Harganya kisaran Rp. 35.000–Rp. 39.000 per 10 butir telur 

Ciri-ciri telur ayam omega-3 : 

-cangkangnya tebal dan kokoh, tidak mudah pecah karena kandungan pigmen karotenoidnya tinggi 
-kuning telurnya berwarna oranye gelap hingga orange kemerahan 
-putih telurnya lebih kental -aroma lebih segar 

4.Telur ayam organik 

Telur organik adalah telur yang berasal dari ayam ras ataupun buras yang dipelihara secara alami, diberi pakan organik tanpa pestisida/GMO, bahan kimia/antibiotik/hormon, dan seringkali pula dipelihara dengan metode free-range dimana ayam tidak dikurung di dalam kandang sempit, melainkan memiliki ruang gerak lebih bebas(bebas berkeliaran).
Telurnya disebut juga sebagai telur bebas kandang (Cage-Free/Free-Range): 
Harganya kisaran Rp. 40.000–Rp. 55.000 per 10-15 butir telur 

Ciri-ciri telur ayam organik: 

-cangkangnya kuat dan tebal, warna bervariasi 
-bentuk dan ukuran juga bervariasi 
-kuning telurnya orange terang hingga pekat, kental, bulat dan tidak mudah pecah 
-putih telurnya tebal dan kental 
-aroma tidak bau amis menyengat 
-umumnya disertai label sertifikasi organik 

5.Telur ayam Pasteurised (Pasteurisasi) 

Telur yang dipanaskan (sekitar 60°C selama 3,5 menit) untuk membunuh bakteri Salmonella tanpa mematangkannya, sehingga relatif aman dikonsumsi setengah matang ataupun mentah. 
Harganya bisa mencapai Rp 125.000 per 10 butir telur 

Ciri-ciri telur ayam pasteurisasi : 

-cangkang telur memiliki stempel kecil bertuliskan "P" atau kata "Pasteurized
-kuning telurnya lebih tebal dan keruh karena terkena panas 
-putih telurnya sedikit lebih berkilau,membran putih telur sedikit menggumpal karena panas 

Lama Masa Simpan Telur Ayam Segar 

Ada banyak faktor yang mempengaruhi, namun jika dirata-rata, lama/masa simpan telur ayam segar adalah : 
- 1 hingga 3 minggu jika di disimpan pada suhu ruangan (sekitar 25-30°C), di tempat sejuk, kering, dan tidak terkena sinar matahari langsung. 
- 3 hingga 5 minggu jika disimpan pada suhu 4°C di lemari pendingin/kulkas/lemari es pada lokasi rak yang tepat 

Pada umumnya, setelah melewati 2 minggu, kualitas kuning telur akan menurun dan risiko kerusakan meningkat. 

Mengapa telur ayam tidak bisa disimpan terlalu lama ? Apa sebabnya? 

Jawaban mendasar paling sederhana adalah karena telur akan turun kualitasnya, rusak dan akhirnya membusuk. 

Dan jika dirinci, berikut penyebab utama mengapa telur ayam tidak bisa disimpan terlalu lama: 

- Cangkang telur memiliki ribuan pori kecil yang memungkinkan udara dan bakteri Salmonella masuk dan berkembang biak, terlebih jika telur retak halus atau kotor atau suhu ruang yang lembap. 

-Selama penyimpanan terjadi proses penguapan air di dalam telur. 
Berat telur menyusut dan kualitas albumen (putih telur) menurun, mudah pecah karena pecahnya serabut ovomucin

-Semakin lama disimpan, kantong udara di bagian tumpul telur akan membesar, sehingga lebih mempermudah kontaminasi bakteri. 

-Kuning telur akan melemah dan mudah pecah saat telur sudah terlalu lama disimpan. 

Tanda-tanda telur ayam mulai tidak layak konsumsi 

-Mengapung saat dimasukkan ke dalam air. 
-Bobotnya lebih ringan dari telur segar. 
-Berbunyi saat dikocok 
-Kuning telur tidak bulat dan mudah pecah 
-Mengeluarkan bau tidak sedap saat dipecahkan. 

Cara menyimpan telur ayam agar tahan lama 

Agar telur ayam yang disimpan bisa tahan lama, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain : 

a.Pilih telur ayam yang masih segar, bisa membeli langsung dari peternak sangat disarankan. 
Cara sederhana menguji telur segar apa tidak : 
jika telur langsung tenggelam dalam air menandakan telur relatif segar, jika mengapung menandakan telur rusak/busuk. 

b.Jangan mencuci telur ayam dengan merendamnya dalam air. 
Mencuci akan mengikis dan menghilangkan lapisan pelindung alami (bloom atau kutikula) pada cangkang telur. 
Cukup gunakan kain lap halus untuk membersihkan jika terlihat ada kotoran. Namun pastikan tidak ada kotoran ayam yang menempel pada cangkang telur. 

c.Jika sudah dapat dipenuhi/dilakukan, lanjut ke langkah berikut : 

Cara menyimpan telur ayam di lemari es agar tahan maksimal 5 minggu 

1.Pastikan sudah melakukan langkah pada point a dan b di atas. 

2.Tetap letakkan telur pada kemasan aslinya. 

kemasan karton telur


Dikutip dari MyRecipes, kemasan asli telur memang telah dirancang dengan khusus guna melindungi cangkang telur yang berpori. 
Tujuan utamanya yaitu menghalangi aroma yang ada di dalam kulkas atau di sekitar telur yang bisa masuk ke dalam telur dan membuat kualitasnya jadi rusak. 
Tidak hanya itu, bentuk wadah dengan ujungnya menjulang ke atas bisa membantu kuning telur tetap utuh dan terpusat. 
Kalau tidak ada kemasan, gunakan wadah telur (dari kertas/karton) yang sekarang banyak dijual di pasaran. 

3.Periksa dan atur posisi telur di dalam kemasan/karton agar bagian tumpul dari telur menghadap ke atas (bagian yang lebih runcing di bawah) untuk mengkondisikan agar kuning telur tetap di tengah, sehingga memperlambat proses pembusukan 

4.Simpan/tempatkan telur di bagian dalam /bagian uama kulkas/lemari es, bukannya di rak pintu

5.Jangan menempatkan telur bersama dengan bahan makanan lainnya, terutama bahan pangan mentah untuk menghindari kontaminasi bakteri Salmonella 

6.Atur dan pastikan suhu ruangan penyimpan telur didalam kulkas/lemari es pada suhu kurang dari <4°C

Cara menyimpan telur ayam tanpa lemari es agar tahan maksimal 3 minggu 

1.Pastikan sudah melakukan langkah pada point a dan b di atas 

2.Gunakan kemasan karton telur 

3. Periksa dan atur posisi telur di dalam kemasan/karton agar bagian tumpul dari telur menghadap ke atas (bagian yang lebih runcing di bawah) 

4.Pilih dan tempatkan kemasan karton telur di tempat yang kering, sejuk dan tidak terkena sinar matahari langsung, dan tentu saja aman dari gangguan pemangsa. 

5. Balik posisi telur setiap 2 hari sekali. 
Hal ini berguna agar semua bagian dalam cangkang bisa tetap lembab, sehingga tidak cepat mengalami pembusukan. 

Cara menyimpan telur ayam tanpa lemari es bahkan bisa tahan hingga 8 minggu 

Sepertinya tidak masuk akal dan omong kosong belaka. 
Tapi faktanya cara ini sudah dibuktikan berdasarkan hasil penelitian tim peneliti dari Usavela State University ketika mencari cara menyimpan telur ayam supaya dapat bertahan dalam waktu yang lama tanpa mempengaruhi rasa dan mutu gizinya.Hasilnya memang luar biasa. 
Berikut langkahnya : 

1.Pastikan sudah melakukan langkah pada point a dan b di atas 

2.Olesi permukaan cangkang telur dengan minyak kelapa secara tipis dan merata.Lakukan pada semua telur yang akan disimpan. 
Ingat : minyak kelapa, bukan minyak goreng! 

minyak kelapa untuk simpan telur tahan lama

3.Tempatkan di dalam kemasan karton telur 

4. Atur posisi telur di dalam kemasan/karton agar bagian tumpul dari telur menghadap ke atas (bagian yang lebih runcing di bawah) 

5.Pilih dan tempatkan kemasan karton telur di tempat yang kering, sejuk dan tidak terkena sinar matahari langsung, dan tentu saja aman dari gangguan pemangsa. 

6. Balik posisi telur setiap 2 hari sekali. 
Dengan cara penyimpanan yang sederhana ini telur ayam akan mampu bertahan bahkan sampai selama 8 minggu, dengan kondisi tetap segar tanpa kehilangan rasa dan kualitasnya. 

Konklusi 

Telur ayam memang memiliki keterbatasan masa simpan. Namun dengan metode dan bahan yang tepat, masa simpan telur ayam dapat diperpanjang. 
Dengan bahan yang sangat sederhana yang bisa ditemukan di sekitar rumah kita, telur ayam dapat disimpan hingga 8 minggu bahkan tanpa menggunakan lemari es. 
Dan yang dibutuhkan hanyalah minyak kelapa dan penanganan yang tepat.