Ini Bahaya Melakukan Headbanging Saat Nonton Konser Metal
Daftar Isi Artikel
Hati-hati ketika sedang nonton konser metal dan melakukan Headbanging, sebab melakukan Headbanging ternyata bisa menyebabkan serangan pendarahan otak bagi pelakunya.
Bisa jadi, ini merupakan satu perhatian dan peringatan bagi para pecinta musik metal. Sebab dengan menonton musik metal ternyata bisa terkena pendarahan otak.
Sebagaimana lazim diketahui ketika digelar tontonan musik metal, salah satu gaya dan gerakan yang menjadi “ciri khas” dari musik metal adalah melakukan gerakan menggoyangkan kepala. Mengangguk-angguk atau memutar-mutar kepala.
Entah, gerakan ini merupakan suatu identitas khusus atau hanya sekedar pembeda dengan gerakan pemusik lainnya – kalau istilahnya Poject Pop, anak metal angguk-angguk, anak dugem geleng-geleng – namun yang pasti menggoyangkan kepala dengan gerakan mengangguk dan memutar ini pertama kali terlihat pada tahun 1970 an.
Dimana untuk memperpanas suasana panggung pagelaran musik metal yang memang sudah keras, para pemusik – yang biasanya berambut gondrong - terlihat melakukan “headbanging” atau menggoyangkan kepalanya.
Apa ada yang masih gagal faham, apa itu Headbanging?
.Headbanging adalah suatu gerakan kepala yang keras dan berirama sesuai dengan musik rock, sebagian besar musik heavy metal.
Dan memang dengan melakukan gerakan Headbanging ini, gerakan pemusik terlihat dramatis.
Masalahnya adalah, pelaku gerakan headbanging ini ternyata bisa mengalami pendarahan otak. Kejadian ini ditemukan oleh para dokter di Jerman. Mereka memberikan pernyataan tentang bahaya menggoyangkan kepala atau gerakan "headbanging" setelah mendapati terjadinya pendarahan otak yang dialami oleh seorang pria berumur 50 karena menghadiri konser kelompok metal Motorhead.
Motorhead adalah salah satu kelompok musik yang mempopulerkan gerakan “headbanging” lewat "speed metal", lagu dengan tempo yang cepat dengan ritme sampai 200 ketukan per menit.
Awalnya pria tersebut mengeluh merasa selalu pusing kepala ketika ia dirawat oleh ahli syaraf Sekolah Kesehatan Hannover, empat minggu setelah menyaksikan konser musik rock / metal tersebut.
Kemudian setelah dilakukan pemindaian, hasilnya menunjukkan adanya gumpalan darah di otak bagian kanan.
Padahal sebelumnya, pria ini mengaku tidak pernah mengalami masalah kepala.
Ia juga menyangkal telah menyalahgunakan obat atau alkohol ketika mulai dirawat.
Tetapi pria ini mengatakan bahwa dirinya telah melakukan “headbanging” ketika menghadiri konser musik heavy metal beberapa minggu sebelumnya.
Meski pada akhirnya gumpalan darah di otak pria malang ini berhasil diangkat lewat operasi oleh para ahli bedah, namun mengingat efeknya yang sedemikian rupa, ada baiknya para penggila musik cadas mulai berhati-hati ketika melakukan headbanging.
Lihat juga :