-->

Agar Tidak Tersambar Petir. Jika Bukan Keturunan Ki Ageng Sela, Baca Artikel Ini

Jika anda bukan merupakan keturunan Ki Ageng Sela, dan tidak ingin tersambar petir, sebaiknya baca artikel ini.

Catatan :
Ki Ageng Sela dalam legenda Jawa adalah seorang tokoh sakti mandraguna yang mampu menjinakkan dan menangkap petir. Sehingga ada mitos di Jawa, ketika ada petir yang sedang menyambar, disuruh mengucap : “ saya cucunya Ki Ageng Sela” dengan harapan agar tidak disambar petir ).
Letak geografis Indonesia menyebabkan terjadinya iklim tropis. Dan karena itu pula terjadi 2 musim, musim panas dan musim penghujan yang membagi sepanjang tahun. Dimana selama musim penghujan – selain masalah banjir – potensi timbulnya petir juga sangat besar.

Sering diberitakan beberapa orang yang meninggal di musim penghujan karena tersambar petir. Bisa jadi karena mereka bukan keturunan Ki Ageng Sela, bisa jadi karena mereka nekat atau meremehkan meski ada petir, atau sedang sial atau bisa jadi pula karena memang kurang tahu. Bagaimana seharusnya, jika sedang ada petir.
Yang cukup beruntung mungkin “hanya” pingsan atau mengalami luka bakar yang serius.
Di Amerika saja tercatat petir telah membunuh 73 orang dan melukai 300 orang per tahunnya.

Proses Terjadinya Petir.

Petir sendiri dapat terjadi karena adanya tarik-menarik antara muatan positif dan negatif di atmosfer sehingga mengakibatkan penumpukan energi listrik.
Lalu proses pemanasan dan pendinginan udara yang cepat ini menghasilkan gelombang kejut, yang nantinya akan menghasilkan petir. Dan ketika hujan ( terutama jika ditambah badai ) maka ia akan mendapat tambahan elektron yang bermuatan negatif.
Kelebihan elektron ini, akan mencari muatan positif di tanah. Muatan ini mengalir dari awan dan mencari elektron bebas lain untuk kemudian menciptakan jalur konduktif.
Dan ketika lonjakan arus yang melewati jalur ini semakin tinggi terciptalah petir

Sebuah fakta yang perlu diketahui bahwa suhu udara di dalam petir panasnya bisa mencapai 50.000 derajat Fahrenheit. Sedangkan tanah yang kebetulan tersambar petir bisa mengandung muatan listrik mencapai 100 juta sampai 1 miliar volt listrik.
Lebih hebat lagi, panas sambaran kilat – yang biasanya mendahului sebelum petir menyambar – panasnya lima kali lebih panas dari permukaan matahari.

Masalah tersambar atau tidak tersambar petir, sebenarnya takdirlah yang menentukan. Namun untuk berjaga-jaga, tidak ada salahnya anda tahu tips agar tidak tersambar petir yang berikut ini :

- Jika sedang berada di luar, segera masuk ke dalam bangunan yang bisa ditemui.
Atau juga masuk ke dalam mobil. Sebab tidak ada tempat yang aman di luar.
- Hindari tempat luas terbuka, sawah, lapangan, atau taman.
Sebab petir mencari tanah untuk melepaskan energinya ( grounding )
- Kolam renang atau tempat berair yang luas adalah sasaran empuk bagi petir melepas energi.
Hindari dan segera keluar dari tempat ini jika sedang berada di dalamnya.
- Jangan berlindung di bawah pohon.
Sebab jika pohon tersambar petir energinya bisa melompat ke tubuh.
- Jauhi juga tiang listrik, menara atau sesuatu yang tinggi yang mudah tersambar petir.
- Bila terpaksa berteduh di luar ruangan jangan berdiri terlalu dekat dengan orang lainnya.
Ambillah jarak 3-5 meter untuk menghindari lontaran energi.
- Jika sedang mengendarai motor segera berhenti dan cari tempat berlindung.

Tempat yang aman dari petir adalah:

1. Mobil, karena petir hanya akan mengelilingi permukaan mobil lalu energinya jatuh ke tanah.
2. Rumah, dengan syarat jika ada petir cabut stop kontak listrik seperti televisi dan komputer karena antena TV bisa menghantarkan listrik yang tersambar petir.

Jauhi teras.
Jangan menelpon pakai telpon rumah karena arus listrik bisa melewati sambungan telpon. Pakai telpon genggam lebih aman.
Menjauhlah dari peralatan rumah yang terbuat dari logam seperti kusen atau pegangan pintu dari logam.

Untuk diketahui bahwa kilat dapat menyambar di tempat yang sama dua kali atau bahkan berkali-kali. Sebab suatu kondisi yang “menarik” bagi petir tidak mungkin berubah.
Jadi ketika ada sambaran kilat di dekat aman sebaiknya jangan merasa telah benar-benar aman.

Bagaimana cara mengetahui bahwa kondisi aman dari kilat dan petir ?

NOAA's National Weather Service menyarankan, ikuti aturan 30/30 untuk mengetahui apakah sudah aman dari kilat atau belum.
Caranya hitung beberapa detik setelah terjadi sambaran kilat. Ketika mendengar petir mulailah menghitung selama 30 detik.
Kemudian berlindunglah ke tempat yang aman. Dan jangan ke luar ruangan lagi sampai 30 menit setelah bunyi petir terakhir.

Jangan ketinggalan, simak juga :

You may like these posts