-->

Cara Meningkatkan Kualitas Cat Tembok Dengan Dispersant

Untuk menekan biaya, dalam pengecatan tembok rumah terkadang orang menggunakan cat dengan kualitas yang kurang bagus. Hasilnya, tentu saja akan jauh berbeda dengan cat tembok yang mempunyai kualitas yang lebih bagus.
Untuk mengakali hal ini sebenarnya ada cara yang cukup sederhana.

Meski cat tembok yang anda beli kualitasnya tidak terlalu bagus, anda bisa Meningkatkan Kualitas Cat Tembok Dengan Dispersant.

Disamping harganya yang relative murah, cat tembok yang telah ditambah dengan additive dispersant hasilnya tidak kalah dengan cat tembok yang berharga mahal dan berkualitas bagus.

Additif dispersant atau dispersing agent adalah suatu bahan tambahan yang membantu untuk men-disperse pigment ( zat warna ) kedalam formulasi cat.
Sehingga dengan adanya bahan tambahan ini , dapat dihasilkan kualitas warna paling optimal yang diinginkan dari pemakaian extender pigment didalam komposisi dan formulasi cat tersebut.

Dalam bahasa sederhana, dispersant adalah bahan yang dapat membantu komponen-komponen yang secara alami sukar bercampur dengan baik menjadi lebih mudah untuk bercampur.
Sebagai contoh sederhana, antara air dan minyak tanah, secara alami akan terpisah dan sulit bercampur, namun dengan penambahan bahan dispersant tertentu antara air dan minyak tanah akan lebih mudah bercampur.

Pada umumnya bahan baku cat, pigment ( zat warna ) berbentuk powder ( bubuk ), dan masih fresh partikelnya, saling lengket satu sama lain ( dilihat secara mikroskopis), maka dengan penambahan bahan dispersant, ia akan berfungsi untuk melapisi partikel-partikel pigment ( zat warna ) tersebut sehingga berjarak renggang, dan pada saat dicampur dengan bahan baku pembuatan cat yang lainnya kemudian tidak menjadi bersatu kembali.

Setelah mengambil reaksi pelapisan pada permukaan pigment, bahan dispersant selanjutnya akan memberikan affinity ( daya ikat ) pada partikel-partikel pigment yang selanjutnya akan mencegah partikel tersebut saling bereaksi membentuk agglomerate (gumpalan-gumpalan) kembali, sehingga dengan demikian pigment tersebut akan tersebar secara sempurna dan mampu memberikan warna yang optimal.

Disamping itu kemampuan lain dispersant yang utama selain melapisi permukaan pigmen adalah sebagai wetting agent, yaitu membasahi permukaan pigment tersebut, sehingga pada akhirnya ketika sudah membentuk formulasi cat yang lengkap, cat tersebut akan lebih mudah diaplikasikan pada tembok ( bahasa Jawa : lebih babar ).

Ditinjau dari segi ekonomis harga pigment ( zat warna ) adalah lebih mahal.
Oleh sebab itu optimalisasi penggunaan pigment di dalam formulasi dan komposisi cat sangatlah penting untuk diperhatikan , karena untuk menekan biaya.
Disamping untuk menekan biaya dengan melakukan optimalisasi pigmen juga diharapkan agar terjadi stabilisasi antara bahan pigment dan dispersant, sehingga pada saat cat diproduksi, disimpan (storage) , dan ataupun pemakaian ( aplikasi) tidak akan terjadi separasi warna atau pemisahan warna.
Di pasaran anda bisa mendapatkan dan membeli bahan additive dispersant yang sudah jadi. Namun anda juga bisa membuatnya sendiri.

Secara umum ada beberapa jenis bahan kimia yang berfungsi sebagai dispersant pada formulasi cat tembok, antara lain :

1. Sodium Polyacrylate

Sodium Polyacrylate merupakan bahan dispersant yang paling ekonomis. Beberapa perusahaan lokal di Indonesia sudah membuat dispersant dari jenis ini.
Kekurangan dari dispersant sodium polyacrylate adalah masalah kompatibilitas dan kemungkinan terjadinya separasi pada warna campuran.

2. Ammonium Polyacrylate

Bahan ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari dispersant Sodium Polyacrylateyang bertujuan memberikan kompatibilitas lebih tinggi dan lebih sedikit problem pada separasi warna.
Harganya sedikit lebih mahal dari Sodium Polyacrylate, tetapi dapat memberikan garansi kualitas yang lebih baik sebagai dispersant cat tembok kelas medium.

3. Polymeric(Polycarboxylic, etc)

Bahan ini adalah dispersant jenis high-end yang memiliki kompatibilitas dan stabilitas tinggi.
Banyak digunakan dalam tinting system yang menjamin tingkat kompatibilitas pada dosis pencampuran yang bervariasi.