Dunia Mau Kiamat Atau Memang Sudah Gila ? Kopi “Tahi Gajah” Black Ivory Ini Dihargai 14 Juta !

Dunia Mau Kiamat Atau Memang Sudah Gila ? Kopi “Tahi Gajah” Black Ivory Ini Dihargai 14 Juta !

Pasti tidak percaya kan ... jika harga sekilo kopi bisa mencapai 1100 atau sekitar 14 juta ? 
Atau kalau dibuat eceran harganya 50 USD atau sekitar 650.000 rupiah per cangkirnya ! 
Gilanya lagi, kopi yang bisa membuat ibu-ibu rumah tangga “mbrebes-mili” jika dipaksa harus membelinya karena harganya yang selangit ini ternyata adalah ‘kopi tahi gajah’....saru ahhh...maksudnya kopi yang diambil saat keluar bersama kotoran Gajah, yang dinamakan Kopi Gading Hitam alias Black Ivory Coffee Tapi pada kenyataannya memang demikian. 

Yang disebut dengan kopi Black Ivory ini adalah kopi yang diolah setelah keluar bersama-sama kotoran Gajah. jadi mirip-mirip dengan kopi Luwak. 

Lihat juga : 

Apa itu #Black Ivory Coffee ? Dan Bagaimana pula cara membuatnya ? 

Prosesnya, gajah-gajah yang memang sengaja dipelihara di penangkaran ini diberi makan dengan buah kopi yang dipetik dari pohon. Biasanya dari kopi jenis Arabica. 
Setelah disantap gajah, bagian buahnya akan tercerna dan terserap. Sedangkan biji-bijinya akan dipecah proteinnya oleh enzim pencernaan gajah. 

Nantinya gajah-gajah ini pasti akan buang kotoran. 
Dan disaat buang kotoran yang bentuknya menggumpal, di dalamnya akan bercampur dengan sedikit biji buah kopi yang masih bisa bertahan utuh. Sedangkan lebih banyak diantaranya yang sudah pecah, yang dinilai kurang bagus kualitasnya saat diolah. 

Proses pencernaan gajah hingga mengeluarkan kotoran yang tercampur biji kopi ini bisa memakan waktu yang lama, antara 15 jam bahkan hingga 70 jam. 

Nah, biji-biji yang lolos dari pencernaan gajah inilah yang kemudian diolah menjadi Black Ivory Coffee, yang seharga 14 juta setiap kilonya. 

Mengingat harga yang “segitunya” menjadikan Black Ivory Coffee sebagai kopi yang paling mahal di dunia. 


Semakin lama biji kopi Arabica ini ngendon dalam sistem pencernaan gajah, maka akan semakin banyak protein kopi yang dipecah, dan akan semakin pahit kopi yang dihasilkan. 
Dan semakin pahit rasa kopi, dinilai semakin berkualitas kopi Black Ivory tersebut, sebab rasa nikmat yang dihasilkan akan semakin khusus dan khas, yang digambarkan sebagai : "sangat halus tanpa kepahitan kopi biasa" 
Konon, cara memproduksi kopi yang “sepertinya kurang ajar” ini pertama kali ditemukan dan dilakukan di Thailand oleh seorang pria berkewarganegaraan Kanada, yang bernama Blake Dinkin

Mengapa harga Black Ivory Coffee sedemikian mahal ? 

Jika mau membaca dengan sedikit teliti uraian di atas sebenarnya sudah bisa dinalar mengapa harga Black Ivory Coffee ini sedemikian mahal. 

Alasan pertama : harus punya gajah 

Untuk bisa memproduksi Black Ivory Coffee ini tidak bisa tidak harus punya gajah. 
Lalu, orang umum mana yang mampu memiliki gajah ? 
Tidak hanya satu ekor, tapi harus berekor-ekor pula ? 

Alasan Kedua : yang namanya gajah tidak bisa dipaksa-paksa 

Meski punya gajah yang bahkan hingga berekor-ekor, tetapi gajah bukanlah mesin. Yang dapat dioperasikan dan disetel sesuka hati. 
Gajah akan makan jika lapar dan akan berhenti jika telah kenyang. 
Jadi tidak bisa dipaksa dan ditarget seperti mesin, berapa banyak buah kopi yang harus dimakan setiap harinya untuk bisa diambil bijinya. 
Jadi ketika gajah-gajahnya mogok makan, pasti akan repot. 
Yang bisa dilakukan paling banter hanya “nyekoki’ gajah tersebut dengan jamu gendong penambah nafsu makan. 

Alasan ketiga : banyak biji kopi yang pecah 

Lalu seandainya gajah-gajah tersebut memiliki nafsu makan yang “nggilani”, belum tentu semua buah kopi yang dilahapnya bisa keluar utuh bijinya. 
Selain karena ikut terkunya, karena system pencernaan gajah termasuk kuat, lebih banyak biji kopi yang hancur, sebelum bisa lolos ikut terbuang bersama kotorannya. 
Sebagai perbandingan dari 33 kilogram dari buah kopi mentah yang dimakan gajah, biji kopi yang bisa dihasilkan untuk diolah hanya seberat 1 kilogram. 

Alasan keempat : karena mencari dan memisahkan biji kopi Black Ivory adalah “pekerjaan kotor” 

Yang dimaksud dengan pekerjaan kotor disini tentu saja bukan pekerjaan yang jahat, melainkan benar-benar kotor. 
Betapa tidak, untuk bisa mendapatkan biji kopi “olahan perut gajah”, harus rela mengorek-ngorek kotoran gajah yang menggumpal-gumpal dan Naudzubillah banyaknya,  sehingga bisa didapatkan biji kopi untuk diolah lebih lanjut. 
Para petugas harus rela “meletrek-letrek”, memisahkan, lalu memunguti satu per satu biji kopi di dalam kotoran gajah. 

Mengingat begitu sulit dan kotornya pekerjaan ini menjadikan harga Kopi Gading Hitam alias Black Ivory Coffee ini begitu mahal. 

Siapa Produsen Black Ivory Coffee ? 

Saat ini Black Ivory Coffee diproduksi oleh Black Ivory Coffee Company Ltd di utara Thailand. Tepatnya di Yayasan Gajah Asia Golden Triangle (Golden Triangle Asian Elephant Foundation ) di sebuah lokasi perlindungan gajah Chiang Saen. 
Ada sekitar 20 buah yayasan gajah yang menghasilkan kopi Black Ivory ini. Dari hasil penjualan Black Ivory Coffee 8 persennya disumbangkan ke Golden Triangle Asian Elephant Foundation, digunakan untuk membiayai perawatan kesehatan gajah.
Menurut para ahli, gajah yang mengkonsumsi buah kopi tidak terpengaruh, sebab dari hasil tes dapat disimpulkan bahwa kafein tidak diserap. 
Cerita unik tentang kopi termahal di dunia :

Share this:

Disqus Comments