Ingin Belajar Ilmunya Sunan Kalijaga ? Ini 10 Filosofi Yang Diajarkan Sunan Kalijaga

Ingin Belajar Ilmunya Sunan Kalijaga ? Ini 10 Filosofi Yang Diajarkan Sunan Kalijaga

Raden Said yang kemudian dikenal sebagai Sunan Kalijaga merupakan salah satu wali dari 9 Wali ( Wali Songo ) di tanah Jawa yang sangat terkenal. 

Sebagai satu dari sembilan wali, Sunan Kalijaga terbilang unik dan berbeda. 
Dalam hal penampilan keseharian misalnya, alih-alih mengenakan jubah panjang dan sorban sebagaimana wali sembilan lainnya, Sunan Kalijaga justru lebih memilih mengenakan “pakaian jawa”, surjan lengkap dengan blangkonnya. 

ilustrasi lukisan Sunan Kalijaga

Demikian juga dalam metode syiar agama. Sunan Kalijaga dengan sangat moderat menggunakan pendekatan budaya, kebiasaaan hingga idiom-idiom masyarakat Jawa saat memberikan wejangan-wejangan agama Islam. 
Sehingga terkadang ada yang menyalah tafsirkan ajaran ( Islam ) Sunan Kalijaga sebagai ajaran Kejawen. 
Meski demikian, hampir semua orang sepakat jika Sunan Kalijaga merupakan salah satu wali yang memiliki “kesaktian” yang sangat mumpuni. 
 “Sabdo pandito ratu”. Pahit lidahnya, apa yang diucapkan dipercaya menjadi kenyataan. 

Ada begitu banyak hikayat dan mitos yang berkembang dan dipercaya tentang “kesaktian” dari Sunan Kalijaga ini. 
Salah satu mitos yang dipercaya menyatakan jika Joko Tingkir yang kemudian menjadi Sultan Kerajaan Pajang yang bergelar Sultan Hadiwijaya, merupakan “anak didik” dari Sunan Kalijaga. 
Kemudian juga Saridin yang kemudian disebut juga sebagai Syeh Jangkung yang sangat lekat dengan masyarakat Pati, bahkan menyebut Sunan Kalijaga sebagai “Sang Guru Sejati”. 

Bahkan salah satu peninggalan yang masih ada hingga saat ini yang ( dipercaya ) merupakan bagian dari “kesaktian” dari Sunan Kalijaga adalah “Soko Tatal” di Masjid Agung Demak
Alih-alih membuat “soko” ( soko adalah tiang utama ) masjid dari gelondongan kayu utuh, Sunan Kalijaga justru membuat “soko” masjid yang terbuat dari “tatal” kayu. 
( Tatal adalah serpihan atau potongan-potongan kayu yang ukurannya cukup kecil ) 


Berkat kesaktiannya, tatal kayu ini “dirakit” oleh Sunan Kalijaga menjadi sebuah tiang utama masjid Demak yang masih bisa disaksikan hingga saat ini. 

Lalu bagaimana sebenarnya pengajaran “ilmu” Sunan Kalijaga ini ? 

“Ilmu” yang diajarkan Sunan Kalijaga sebenarnya masih ada hingga saat ini, meskipun sering kali tidak disadari. 
Salah satu “ilmu” yang diajarkan oleh Sunan Kalijaga yang sangat terkenal yang bahkan masih dikenal hingga saat ini ( namun lagi-lagi tidak disadari ) adalah sebagaimana yang biasa dinyanyikan dalam tembang “Ilir-Ilir” atau “Gundul-gundul Pacul”. 
Selain tembang Ilir-Ilir dan Gundul-gundul pacul tersebut, tentu saja masih banyak lagi pengajaran dari Sunan Kalijaga yang lainnya yang sebenarnya masih ada hingga saat ini ( namun lagi-lagi tidak disadari ). 

Nah jika memang ingin belajar “Ilmunya” Sunan Kalijaga, berikut diantaranya 10 Filosofi yang diajarkan oleh Sunan Kalijaga : 

1. Ojo Adigang, Adigung, Adiguno 

Pastinya anda sudah tahu ( setidaknya pernah mendengar ) filosofi ini. 
Filosofi yang sebenarnya diajarkan oleh Sunan Kalijaga ini mengandung arti agar seseorang itu Jangan sok kuasa, sok besar, dan sok sakti. 

2. Ojo Gumunan, Ojo Getunan, ojo Kagetan, ojo Aleman 

Arti dari filosofi ini adalah agar orang itu Jangan mudah terheran-heran; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut-kejut; Jangan mudah kolokan atau manja. 

3. Ojo Kuminter Mundak Keblinger, ojo Cidra Mundak Cilaka 

Artinya : 
Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah; Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka. 

4.Urip Iku Urup 

Arti dari filosofi ini adalah bahwa Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik. 

5 . Suro Diro Joyo Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti 

Artinya : 
Segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dgn sikap bijak, lembut hati dan sabar. 

6. Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake, Sekti Tanpo Aji-Aji, Sugih Tanpa Bondho 

Artinya : 
Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuatan; Kaya tanpa didasari kebendaan. 

7. Memayu Hayuning Bawono, Ambrasto dur Hangkoro 

Artinya : 
Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak. 

8. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan 

Artinya : 
Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu. 

9. Ojo Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman 

Artinya : 
Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi. 

10. Ojo Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo 

Artinya : 
Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat. 

Nah itulah 10 Filosofi yang pernah diajarkan oleh Sunan Kalijaga, khususnya di kalangan masyarakat Jawa. Jadi jika ingin “sakti” dengan ilmunya Sunan Kalijaga, maka tidak hanya sekedar ilmunya saja tetapi juga dengan “laku ngelmu” 

Tidak hanya sekedar membaca dan mempelajari, tetapi juga meresapi, menghayati serta melakukan dan mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. 
Selain Sunan Kalijaga, simak rahasia para wali lainnya:

Share this:

Disqus Comments