Bahan Kimia Berbahaya Pada Air Minum Dalam Kemasan Dan Dampaknya Bagi Kesehatan

Bahan Kimia Berbahaya Pada Air Minum Dalam Kemasan Dan Dampaknya Bagi Kesehatan

Dengan perubahan gaya hidup yang semakin modern, menjadikan air minum dalam kemasan ( AMDK ) tidak lagi hanya sekedar trend atau gaya, melainkan sudah menjadi sebuah kebutuhan. 
Air minum dalam kemasan memang memiliki beberapa kelebihan, terutama sekali dalam hal kepraktisan. Masyarakat umum juga memiliki anggapan bahwa air minum dalam kemasan lebih higienis dan lebih sehat, karena diolah di pabrik dengan mesin-mesin yang modern. 
Tetapi pernahkah anda merasakan mual, sesak napas atau sakit kepala beberapa saat setelah minum air minum dalam kemasan ? 
Anda umumnya akan berfikir jika gangguan tersebut terjadi karena kondisi badan yang sedang kurang sehat. 
Tetapi pernahkah anda berfikir jika masalah itu mungkin disebabkan oleh air kemasan yang anda minum ? 

Sebab air minum dalam kemasan yang anda konsumsi ternyata mengandung Asetaldehida, yang merupakan bahan kimia berbahaya bagi kesehatan ! 

● Apa itu Asetaldehida ? 


Bila tidak memiliki basic pendidikan kimia, nama Asetaldehid memang terdengar cukup asing. 
Secara umum nama bahan kimia ini memang cukup jarang disebut, meski sebenarnya terdapat dalam berbagai bahan yang digunakan sehari-hari. 
Asetaldehida adalah senyawa bahan kimia organik yang termasuk dalam kelompok aldehida, yang memiliki rumus kimia CH3CHO atau MeCHO. Disebut juga sebagai Etanal. 

Bahan kimia ini umumnya digunakan dalam skala industri. Sehingga senyawa Asetaldehida bisa dijumpai sebagai produk antara dalam produksi asam asetat, beberapa ester, serta produk bahan kimia lainnya. Secara alami Asetaldehida dapat ditemukan dalam buah-buahan dan kopi yang sudah matang, sebab bahan kimia ini memang dihasilkan oleh tumbuhan ketika melakukan metabolisme secara normal. Asetaldehid juga bisa ditemukan di dalam roti segar. 
Menurut bentuk asalnya, Asetaldehid berupa cairan. 
Ciri dan sifat dari senyawa Asetaldehid yang mudah ditengarai adalah memiliki bau buah-buahan matang namun mudah terbakar. 

● Bagaimana senyawa Asetaldehid bisa masuk ke dalam air minum dalam kemasan ? 

Jawabannya adalah, melalui botol kemasan. 

Sebagaimana diketahui, kemasan yang paling banyak digunakan untuk air minum ini adalah terbuat dari bahan plastik. 

Bahan plastik sendiri ada begitu banyak jenisnya. 
Yang paling umum dikenal dan digunakan misalnya : 

PET (Polietilena tereftalat). 
Plastik jenis ini biasa digunakan untuk botol air minum atau bahan konsumsi lainnya yang berbentuk cair.

HDPE (High Density Polyethylene atau Polietilena berdensitas tinggi) 
Plastik jenis ini biasa digunakan untuk botol detergen. 

LDPE (Low Density Polyethylene atau Polietilena berdensitas rendah) 
LDPE biasa dimanfaatkan pada pembungkus makanan. 

PP (polipropilena) 
 Plastik jenis ini umumnya digunakan untuk tutup botol minuman, sedotan, dan beberapa jenis mainan. 

PS (polistirena) 
Untuk PS sering digunakan untuk kotak makan, kotak pembungkus daging, cangkir, dan peralatan dapur lainnya. 

•  PVC (polivinil klorida) 
Sedangkan plastik jenis PVC biasadigunakan untuk pipa air, furniture, dan sebagainya. 
Masyarakat umum sering menyebut pipa PVC sebagai “pipa pralon”. 

Ketika kebutuhan dan penggunaan produk-produk berbahan plastik semakin meningkat dari hari-ke hari, maka harga bahan baku plastik juga meningkat tajam.Plastik menjadi mahal. 
Lihat juga : 

Karena itulah, agar tetap mampu berproduksi dan bersaing di pasaran, beberapa produsen kemudian “mengakalinya” dengan menggunakan plastik daur ulang. 
Sebab dari sekian banyak jenis plastik memang ada beberapa jenis plastik yang memang bisa didaur ulang atau digunakan kembali. 
Cara yang paling mudah untuk mencirikan dan mengetahui jenis plastik yang bisa didaur ulang adalah melihat adanya simbol atau kode segi tiga 3R pada kemasannya. 
Lihat juga : 
Mendaur ulang plastik atau menggunakan plastik daur ulang sebagai kemasan ( air minum, dan sebagainya ) tentu sah-sah saja. 

Namun yang perlu disadari dan perlu diketahui adalah bahwa pada proses daur ulang plastik yang dilakukan dengan degradasi thermal polimer plastik akan bisa terbentuk senyawa Asetaldehida. 

Ketika plastik daur ulang ini digunakan sebagai botol kemasan air minum, dimana masih ada senyawa Asetaldehid yang tersisa di dalamnya, bahan kimia ini dapat “tertangkap dan masuk “ ( baca : terlarut ) ke dalam air minum pada saat proses pengisian air ke dalam botol kemasan. 

Akibatnya, dengan tidak disadari ( baik bagi yang mengkonsumsi dan mungkin oleh pembuatnya juga ) senyawa Asetaldehida tersebut telah berada di dalam air minum dalam kemasan ( karena memang tidak bakal kelihatan ). 

● Lalu, bagaimana cara mengetahui jika sebuah air minum dalam kemasan ternyata mengandung Asetaldehida ? 

Secara awam tentu akan tidak mungkin untuk melakukan sebuah tes laboratorium. 
Sehingga cara paling cepat dan paling mudah untuk mendeteksi adanya senyawa Asetaldehid adalah dengan mencirikan sifat dari Asetaldehida itu sendiri. 
Hanya saja meski senyawa Asetaldehida memiliki sifat yang mudah terbakar, namun karena sudah terlarut di dalam air tentu tidak mungkin untuk membakarnya. 
Jadi cara yang paling mudah dan paling cepat adalah : 

- Dengan membauinya. 
Jika saat dibaui air minum dalam kemasan tersebut tercium bau buah-buahan matang, maka patut diduga jika air minum tersebut mengandung senyawa Asetaldehida. 
Lihat juga : 

- Dengan merasakannya 
Identifikasi di atas dapat diperkuat dengan cara merasai air minum dalam kemasan tersebut. 
Jika air terasa seperti air kelapa, maka dapat diduga dengan kuat bahwa air minum tersebut memang mengandung senyawa Asetaldehida. 
Secara alami, air harusnya tidak berasa atau tawar. 

● Apa dampak senyawa Asetaldehid bagi kesehatan ? 

Jika senyawa Asetaldehida ini dikonsumsi ( secara tidak disadari ) secara terus menerus dan dalam jangka waktu yang lama, dampak kesehatan yang bisa terjadi antara lain iritasi pada kulit, mata, selaput lendir, tenggorokan, dan saluran pernapasan. Biasanya, ada juga gejala mual, muntah, dan sakit kepala. 
Dampak kesehatan yang lebih parah dari Asetaldehid adalah ketika terjadi penumpukan gugus karbonil pada tubuh, sehingga dapat berakibat terjadinya penyakit hati, teratogenisitas (kerusakan embrio), diabetes, hipertensi, penyakit neurogeneratif dan penyakit penuaan lainnya. 

Mengingat bahaya yang bisa saja terjadi, mungkin ada baiknya jika anda tidak terlalu sering mengkonsumsi Air Minum Dalam Kemasan ( AMDK ). 

Atau, kalaupun “harus” mengkonsumsi air minum dalam kemasan sebaiknya lebih teliti dan berhati-hati. 
Cara memilih air minum dalam kemasan yang aman, sekurangnya dilakukan seperti langkah di atas. 
Jangan malah kepincut dengan (oknum) penjual yang mengatakan bahwa jika air minum dalam kemasan yang ada rasa air kelapa, itu menandakan kualitas airnya bagus. Ini salah kaprah. 
Air minum ini, ajaib ?

Share this:

Disqus Comments