Pasti Wowww... Jika Tahu Berapa Banyak Jumlah Makan Gajah Lampung Ini

Pasti Wowww... Jika Tahu Berapa Banyak Jumlah Makan Gajah Lampung Ini

Meskipun tidak selalu, namun secara umum besarnya bentuk tubuh akan sangat berpengaruh kepada banyaknya jumlah makan. Tubuh yang besar logikanya membutuhkan makanan dalam jumlah yang lebih banyak. Dan sebaliknya. 
Karena itu secara logika jumlah makan seekor gajah pasti akan lebih banyak bila dibandingkan dengan jumlah makan seekor semut. 
( Meskipun dalam permainan anak-anak, semut yang tubuhnya kecil justru yang bisa mengalahkan gajah ). 

Dan ketika melihat tubuh gajah yang memang sedemikian besar, orang sering membayangkan kira-kira berapa banyak bahan makanan yang harus dimakan gajah setiap harinya. 
Sebagai contoh misalnya adalah pada Gajah Lampung yang memang sudah cukup dikenal oleh masyarakat. 

Gajah Lampung adalah jenis Gajah Sumatera merupakan satu dari tiga subspesies Gajah Asia. (Elephas maximus). Gajah Sumatera sendiri memiliki nama latin Elephas maximus sumatranus


Klasifikasi ilmiah dari gajah Lampung adalah sebagai berikut : 
Kerajaan: Animalia. 
Filum: Chordata. 
Kelas: Mammalia. 
Ordo: Proboscidea. 
Famili: Elephantidae. 
Genus: Elephas 
Spesies: Elephas maximus. 
Upaspesies: Elephas maximus sumatranus 

Gajah Lampung atau gajah Sumatera ini jika sudah dewasa bobotnya bisa mencapa hingga 3.500-5000 kilogram, alias 3,5 hingga 5 ton per ekornya. 
Meski bobot tubuh Gajah Lampung ini masih sedikit di bawah bobot tubuh gajah Afrika, namun bobot tubuh seperti itu sudah sedemikian beratnya. 
Maka bayangkan sendiri berapa banyak jumlah makanan yang dibutuhkan setiap harinya. 

Secara umum ciri-ciri dari Gajah Lampung ini adalah memiliki bentuk badan yang lebih gemuk dan lebar. 

Pada ujung belalainya terdapat bibir. Gajah Lampung memiliki 5 kuku pada kaki depan dan 4 kuku di kaki belakang. Hal inilah yang membedakan dengan Gajah Afrika. 
Sebagaimana spesies gajah Asia lainnya, Gajah Lampung berdiri saat tidur. Dan selama tidur, telinganya biasanya selalu dikipas-kipaskan. 
Masa kawin dari gajah Lampung ini terjadi ketika gajah telah berusia 1- 12 tahun. Gajah Lampung umumnya akan melahirkan anak 4 tahun sekali setelah melewati masa mengandung selama 22 bulan. 

Pada habitat aslinya di hutan yang liar, gajah Lampung ini memiliki daya jelajah yang sangat tinggi saat mencari makan. Hal ini dikarenakan gajah Lampung ini termasuk binatang yang memiliki nafsu makan yang sangat besar. 
Bayangkan saja jumlah makanan yang harus dikonsumsi setiap harinya bisa mencapai 150 kilogram. Sedangkan jumlah air yang dibutuhkannya bisa sebanyak 180 liter setiap hari. 
Hebatnya gajah Lampung ini mampu mendeteksi keberadaan sumber air meskipun dalam radius berjarak 5 kilometer. Dan karena harus memenuhi jumlah makanan yang begitu besar, gajah Lampung ini mampu menjelajah hutan hingga sejauh 20 kilometer setiap harinya. 

Dinamakan gajah Sumatera karena jenis gajah ini habitatnya memang hanya terdapat di pulau Sumatera. Populasinya meliputi Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan dan Lampung. Dan yang terbanyak didapati di daerah Lampung. 
Karena itulah gajah Sumatera ini kemudian ditetapkan sebagai Fauna Identitas Provinsi Lampung. 

Meski secara alami sebaran habitat gajah Sumatera ini cukup luas, namun populasi Gajah Sumatera ini menurun cukup drastis. 

Berdasarkan sebuah survey yang dilakukan pada tahun 2007, populasi gajah Sumatera di seluruh pulau Sumatera hanya tinggal 2400-2800 ekor. 
Karena itulah UICN Redlist kemudian menggolongkannya dalam kategori Endangered sejak tahun 1996. 
Sementara itu menurut CITES (Convention on International Trade of Endangered Fauna and Flora / Konvensi tentang Perdagangan International Satwa dan Tumbuhan) telah memasukkan gajah Sumatera ini dalam kelompok Appendix I. 
Yang ini bayi gajah raksasa :

Share this:

Disqus Comments