Sebuah Tinjauan Ilmiah : Bolehkah Berobat Menggunakan Air Yang Didoakan? Manjurkah?
Daftar Isi Artikel
Di kalangan masyarakat Indonesia, masih sering dijumpai orang-orang yang menggunakan air yang telah didoakan (dijampi-jampi ) oleh “orang pintar” sebagai obat suatu penyakit.
Tidak hanya satu penyakit, namun hampir semua penyakit -dipercayai- dapat diobati dengan barokah/berkah air tersebut.
Terlebih, jika yang digunakan adalah air Zam-Zam, yang dipercaya khasiat dan barokahnya lebih dahsyat lagi.
Bagi orang yang skeptis, umumnya menganggap bahwa mengobati penyakit dengan air yang didoakan adalah tindakan (bodoh) sia-sia, tidak masuk akal atau klenik.
Bagi yang memiliki landasan spiritual pun masih terjadi perbedaan pendapat (khilafiyah) sehingga terpecah menjadi 2 golongan.
Satu golongan percaya dan memperbolehkan metode pengobatan ini, sedangkan golongan lainnya tidak.
Artikel ini tidak dimaksudkan untuk mencari siapa benar siapa salah, yang justru akan mempertajam/memperuncing perbedaan pendapat (khilafiyah) ini, karena tentu saja setiap orang memiliki pandangan, pendapat dan keyakinan masing-masing.
Namun mengajak kita bersama untuk menelaah masalah ini dengan hati dan pikiran yang terbuka.
Jika dirasakan sesuai, silahkan dipercaya. Jika dirasa tidak, tinggalkan saja.
Proporsi air dalam kehidupan manusia
Science modern sepakat bahwa air memiliki peran dan proporsi terbesar pada kehidupan manusia di bumi, 71% permukaan bumi tertutup oleh air, yang diperhitungkan jumlah total volume air mencapai 1,386 miliar km³.
Sejumlah air tersebut, bersirkulasi secara terus-menerus melalui siklus hidrologi (evaporasi, kondensasi, presipitasi).
Sedangkan proporsi air dalam tubuh manusia adalah :
- bayi = 80 %
- orang dewasa = 70 %
- lansia = 50%
Sekitar 60% dari total air di dalam tubuh berada di dalam sel (cairan intraseluler/ICF), dimana sebaran air dalam tubuh manusia adalah :
-Paru-paru (90%)
-Darah (82%)
-Kulit (80%)
-Otot (75%)
-Otak (70%)
-Tulang (22%).
Dalam konteks ajaran Islam bahkan dinyatakan bahwa "makhluk hidup terbuat dari air" dikaitkan dengan penafsiran ayat-ayat Al-Qur'an (khususnya QS. Al-Anbiya: 30)
Terjemahan (Kemenag RI):
"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?"
Yang mana terjemahan ayat ini juga dijelaskan secara mendalam oleh Imam Ali bin Abi Thalib dalam khutbahnya, terutama dalam Nahj al-Balagha.

Fungsi utama air pada tubuh manusia
Sebuah molekul air mengandung dua atom hidrogen yang masing-masing terikat pada atom oksigen yang sama. Ikatan hidrogen pada molekul air sangat dinamis, terus menerus putus dan terbentuk kembali dalam waktu kurang dari 200 femtosekon (2 × 10⁻¹³ detik).
Meskipun demikian, ikatan ini cukup kuat untuk memberikan air berbagai sifat fisika unik.
Air merupakan bahan kimia yang sangat khusus. Semua reaksi biokimia dalam sel biologis, unit kehidupan, berlangsung di dalam air.
Karena itu, dalam tubuh manusia, air memiliki fungsi utama yang teramat penting, meliputi :
- Fungsi kesehatan fisik
Menjaga kinerja sendi, otot, dan mencegah kekentalan darah.
-Fungsi pengatur suhu tubuh
Air menjaga suhu tubuh tetap stabil, terutama saat berada pada cuaca ekstrem atau aktivitas fisik berat.
-Fungsi perlindungan jaringan
Air melindungi organ, jaringan sensitif, serta melembapkan area mukosa seperti mulut, hidung, dan mata.
-Fungsi metabolisme dan nutrisi
Air membantu proses metabolisme, membawa nutrisi, dan membuang sisa metabolisme (racun) melalui urine.
Dengan jumlahnya yang dominan, maka setiap terjadinya perubahan dapat berdampak bagi kesehatan manusia.
Metode pengobatan medis menggunakan air
Ilmu kesehatan modern ternyata juga mengenal metode pengobatan menggunakan air, yang sering disebut sebagai hidroterapi.
Meski istilah "hidroterapi" lebih merujuk kepada penggunaan air untuk pengobatan secara eksternal (misal : mandi, berendam, dsb), namun juga dikenal hidroterapi oral.
Beberapa contoh hidroterapi (eksternal) antara lain :
• Berendam (Bath Immersion)
Yaitu dengan merendam tubuh di dalam air panas atau dingin untuk efek relaksasi otot, peredaran darah, dan pereda nyeri.
• Pancaran bertekanan (Pressurized Jets)
Terapi air dengan cara mengalirkan air bertekanan ke bagian tubuh tertentu untuk memijat otot yang tegang dan merangsang sirkulasi darah.
• Terapi Kontras (Contrast Therapy)
Terapi air menggunakan kombinasi paparan air panas dan dingin secara bergantian untuk membantu mengurangi peradangan dan meningkatkan sirkulasi darah.
• Water Vapor Therapy
Prosedur pengobatan medis minimal invasif, seperti yang digunakan untuk mengobati pembesaran prostat (BPH).
Sedangkan untuk hidroterapi oral dilakukan dengan mengkonsumsi air putih dalam jumlah tertentu secara rutin sebagai terapi komplementer, guna mendapatkan manfaat medis yang terkait dengan konsumsi air meliputi:
• Hidrasi dan fungsi tubuh
Mencegah dehidrasi yang dapat menyebabkan kelelahan, pusing, dan mengganggu fungsi kognitif.
• Detoksifikasi
Mengkonsumsi air dalam jumlah tertentu akan membantu ginjal dan organ lain mengeluarkan zat sisa dan racun dari tubuh melalui metabolisme dan eliminasi (urin, keringat).
• Pengaturan gula darah
Pada pasien diabetes tipe 2, terapi minum air dapat membantu mengencerkan glukosa dalam plasma darah, yang berpotensi menurunkan kadar gula darah dan menekan pembekuan darah.
• Manajemen berat badan
Dengan minum air dapat meningkatkan rasa kenyang (satiety) dan metabolisme, membantu dalam manajemen berat badan.
• Pereda nyeri dan peradangan
Mengkonsumsi air dalam jumlah cukup memiliki peranan penting untuk fungsi sendi dan otot yang optimal, yang dapat membantu mengurangi nyeri dan peradangan.
Sifat fisika air : ternyata dapat menyerap energi suara
Para ilmuwan modern melalui ilmu hidrologi (dan cabang-cabangnya) telah mempelajari dan menemukan sifat fisis-chemis air, yang ternyata memiliki keunikan tersendiri.
Lihat juga : Sifat unik air yang mungkin tidak pernah terbayangkan
Salah satu sifat fisika air adalah selain mampu memantulkan suara, air juga dapat menyerap energi suara dan mengubahnya menjadi panas atau getaran.
Air juga mampu mentransfer getaran tersebut dengan cepat.
Dan karena massa jenisnya, air juga menjadi media rambat suara yang sangat efisien dibandingkan udara.
Kemampuan air dalam menyerap (energi) suara berbeda-beda, tergantung pada frekuensi suara, jenis air (tawar atau asin), dan suhu.
Suara dengan frekuensi tinggi diserap lebih cepat oleh air daripada suara frekuensi rendah.
Saat molekul air bergetar karena gelombang suara, energi suara diubah menjadi panas
Berdasarkan berbagai studi dan pandangan, air memiliki kemampuan untuk merespons dan menyerap energi suara, termasuk suara doa, yang ditransmisikan melalui getaran.
Air dikenal sebagai konduktor energi yang baik, dan molekulnya dapat bereaksi terhadap getaran suara dan niat (intensitas suara).
Pandangan ilmiah / science modern tentang doa (berdoa)
Ada berbagai penelitian ilmiah yang telah dilakukan terutama dalam bidang psikologi, neurosains, dan kesehatan kedokteran – sebagai misal Studi di Duke University Medical Center, California Pacific Medical Center, Institute of Noetic Sciences (IONS), dan masih banyak lagi lainnya - melihat doa sebagai praktik perilaku dan mental yang memiliki dampak terukur terhadap manusia, telah menemukan korelasi postif antara doa terhadap kesehatan manusia.
Hasil penelitian lain menyatakan bahwa pada saat seseorang berdoa (dengan khusyuk), maka otak akan cenderung bekerja pada gelombang Alfa (8-13 Hz) hingga Theta (4-8 Hz).
Pada kondisi yang sangat khusuk atau dalam keadaan terpaksa (karena sakit misalnya) atau karena teraniaya, orang yang berdoa juga memancarkan apa yang disebut sebagai Gelombang Ultra-Sadar yang memiliki frekuensi sangat tinggi.
Bahkan ketika orang mengangkat tangan untuk berdoa (terutama pada momen tertentu), maka tubuh manusia akan memancarkan gelombang elektromagnetik tambahan (fenomena Kirlian) yang "disiarkan" ke alam semesta.
Jadi, ketika seseorang berdoa tidak hanya menghasilkan sekadar bunyi yang memiliki panjang gelombang dan energi suara, namun justru lebih kepada gelombang elektromagnetik (otak dan hati), yang frekuensinya meningkat tinggi seiring dengan tingkat keikhlasan dan konsentrasi (kekhusyukan) orang tersebut.
Selain itu sains modern juga mengenal istilah “frekuensi 963 Hz” yang disebut sebagai God Frequency atau frekuensi penyembuhan.
Dalam konsep ajaran Islam, salah satu syarat agar doa diterima adalah agar berdoa dengan ikhlas dan khusuk. Atau doa yang teraniaya/terzalimi.
Rasulullah SAW memperingatkan,
"Waspadalah terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada hijab (penghalang) antara ia dan Allah" (HR. Bukhari no. 1496, 2448, dan Muslim).
Yahya bin Ishaq mengabarkanku (Imam Ahmad), ia berkata: Yahya bin Ayyub mengabarkanku, ia berkata: Abu Abdillah al-Asadi berkata: Aku mendengar Anas bin Malik radliyallahu 'anh berkata: Rasulullah SAW bersabda:
“Hati-hatilah terhadap doa orang yang terzalimi, meskipun ia orang kafir, sesungguhnya tak ada penghalang baginya.” (HR Ahmad Nomor 12549)
Dari Abu Jafar, ia berkata: Aku mendengar Abu Hurairah berkata: Rasulullah SAW bersabda:
“Tiga doa yang tidak diragukan lagi kemustajabannya: (1) doa orang yang terzalimi, (2) doa orang yang bepergian, (3) doa orang tua untuk anaknya. (HR Ahmad Nomor 1771)
Sampai pada titik ini, mestinya kita sudah dapat melihat “sedikit benang merah”.
Pandangan ilmiah tentang metode pengobatan menggunakan air yang didoakan
Sekarang kita masuk ke inti masalahnya.
Tinjauan ilmiah tentang berobat dengan menggunakan air yang didoakan dapat mencakup beberapa sudut pandang, mulai dariteori memori air, efek psikologi, dan pengaruh efek plasebo.
Meskipun demikian -dalam kedokteran konvensional – hal ini tidak dianggap sebagai metode pengobatan utama. Air yang didoakan memiliki dampak fisiologis dan psikologis yang signifikan bagi mereka yang meyakininya
Berikut adalah beberapa tinjauan ilmiah tentang metode pengobatan menggunakan air yang didoakan :
1. Teori Memori Air (Studi Dr. Masaru Emoto)
Penelitian kontroversial oleh Dr. Masaru Emoto dari Jepang menunjukkan bahwa air memiliki kemampuan untuk merekam pesan atau energi, seperti layaknya pita kaset atau pita magnetik.
Dr. Masaru Emoto mengklaim bahwa air yang dibacakan kata-kata baik (atau doa) akan membentuk struktur kristal air yang indah dan simetris.
Sebaliknya kata-kata negatif akan membentuk kristal air yang rusak.
Dalam konteks ini, doa dianggap sebagai getaran frekuensi spesifik yang memengaruhi struktur molekul air, yang kemudian saat diminum memberikan efek menenangkan pada tubuh.
Namun, meski popular, teori ini sering dikritik oleh para pakar sains arus utama (mainstream science) karena metodologinya dianggap tidak konsisten.
2. Tinjauan dampak fisiologis pada Terapi Air
Seperti telah diuraikan pada metode pengobatan Hidroterapi di atas, air merupakan elemen penting untuk kesehatan manusia.
Penggunaan air untuk pengobatan (dengan metode hidroterapi) secara ilmiah terbukti membantu relaksasi otot dan mengurangi rasa nyeri.
Meski demikian, air yang didoakan tetaplah air mineral (biasa) yang sehat.
Dengan minum air yang sehat dalam jumlah cukup akan mendukung fungsi organ, membantu detoksifikasi, dan meningkatkan metabolisme.
3. Efek psikologis / efek Plasebo (Placebo Effect)
Tinjauan ilmiah yang paling dapat mendekati (diterima) terhadap metode pengobatan menggunakan air yang didoakan adalah perannya sebagai agen plasebo yang kuat.
Anda sudah tahu, dalam ilmu kedokteran modern, Plasebo adalah suatu metode pengobatan "palsu" yang dirancang agar tampak nyata, tetapi sebenarnya tidak memberikan manfaat terapeutik farmakologis.
( Dengan kata yang sederhana : obat yang diberikan sebenarnya tidak mengandung manfaat medis apapun).
Efek plasebo adalah kondisi di mana kesehatan fisik atau mental seseorang membaik setelah menerima pengobatan "palsu" atau tidak aktif (plasebo), seperti pil gula atau suntikan air garam.
Perbaikan pada pasien terjadi hanya dikarenakan keyakinan dan harapan pasien belaka bahwa mereka sedang diobati, bukan karena kandungan zat tersebut.
Fenomena ini menunjukkan adanya koneksi antara pikiran dan tubuh.
Efek ini dipicu oleh harapan pasien untuk merasa lebih baik, yang dapat memicu otak untuk melepaskan zat kimia seperti endorfin, mengurangi stres, dan mengubah respon tubuh terhadap penyakit
Dalam konteks ini, saat seseorang meyakini bahwa air yang telah didoakan memiliki kekuatan menyembuhkan, maka otak akan melepaskan senyawa kimia seperti endorfin yang mengurangi rasa sakit dan meningkatkan suasana hati, memberikan rasa tenang, aman, dan mengurangi kecemasan, yang secara tidak langsung membantu proses penyembuhan tubuh.
Berobat dengan minum air yang didoakan juga akan memberikan dukungan emosional dan spiritual yang dapat meningkatkan efektivitas pengobatan medis konvensional yang sedang dijalani.
Pandangan Islam tentang berobat dengan air yang didoakan
Sebagaimana yang telah anda ketahui, metode pengobatan yang diajarkan Rasulullah SAW, dikenal sebagai Thibbun Nabawi.
Metode pengobatan ala islam ini secara mendasar meliputi :
- pengobatan dari sisi fisik (material)
- pengobatan dari spiritual (ruhani)
- penekanan pencegahan penyakit serta penyembuhan alami.
Salah satu metode tersebut adalah Ruqyah.
Ruqyah adalah metode penyembuhan dalam Islam dengan membacakan ayat-ayat Al-Qur'an, doa-doa ma'tsur dari As-Sunnah, dan zikir tertentu untuk memohon perlindungan serta kesembuhan dari Allah SWT.
Terapi ini digunakan untuk mengatasi gangguan fisik, psikis, maupun spiritual yang dilakukan sesuai syariat (ruqyah syar'iyyah).
Ruqyah dapat dilakukan dengan membacakan doa pada pasien dan atau dengan meniupkan pada bagian tubuh yang sakit, dan atau menggunakan air (sebagai media) yang dibacakan ayat suci untuk diminum dan atau digunakan untuk mandi.
Maka disini sudah jelas, dimana posisi metode pengobatan menggunakan air yang didoakan.
Para ulama sepakat, bahwa ruqyah tidaklah dilarang, selama sesuai syariat Islam (bukan dengan jampi-jampi/mantra, jimat, bantuan jin dan sejenisnya)
Jika dipandang dari sudut medis, ruqyah diposisikan sama seperti/sebagai doa yang akan/bisa memberikan efek psikologis (kesembuhan) bagi pasien.
Terakhir, anda pasti tahu kisah nabi Musa, as berikut ini :
Dikisahkan dalam sebuah riwayat,
Suatu saat, nabi Musa, AS menderita suatu penyakit.
Untuk kesembuhannya beliau kemudian berdoa, memohon dan “mengadu” memohon kepada Allah tentang penyakitnya.
Allah kemudian mengilhamkan kepada nabi Musa agar pergi ke sebuah ladang untuk mengambil sejenis rumput tertentu sebagai obat bagi penyakitnya.
Setelah menggunakan rumput yang diambilnya sebagai obat, penyakit nabi Musa, AS sembuh.
Di waktu selanjutnya, nabi Musa menderita penyakit yang sama untuk kedua kalinya.
Dan sekali lagi, untuk kesembuhannya beliau berdoa, memohon dan “mengadu” kepada Allah tentang penyakitnya.
Sekali lagi, Allah mengilhamkan kepada nabi Musa agar pergi ke sebuah ladang untuk mengambil sejenis rumput yang dulu pernah diambilnya sebagai obat bagi penyakitnya.
Dan setelah menggunakan rumput tersebut sebagai obat, penyakit nabi Musa juga sembuh.
Di waktu selanjutnya, nabi Musa menderita penyakit yang sama untuk ketiga kalinya.
Hanya saja kali ini beliau tidak lagi berdoa, memohon dan “mengadu” kepada Allah tentang penyakitnya. Melainkan langsung menuju ke ladang untuk mengambil jenis rumput yang telah dipergunakan untuk mengobati penyakitnya seperti yang telah dilakukan 2 kali sebelumnya.
Namun untuk kali ini penyakit nabi Musa tidak kunjung sembuh juga meski telah diobati dengan rumput yang sama seperti yang telah digunakan sebelumnya.
Barulah nabi Musa “mengadu” kepada Allah SWT. Nabi Musa berdoa ( mengadu ) :
“Ya Allah, mengapa penyakit yang hamba derita tidak kunjung sembuh juga meskipun telah mengobatinya dengan jenis rumput yang sama seperti saat menderita penyakit ini 2 kali sebelumnya, sebagaimana yang Engkau ilhamkan kepadaku waktu itu ?”
Allah kemudian mengilhamkan kepada nabi Musa :
“Sebab ketika kamu ( nabi Musa ) sakit 2 kali sebelumnya, kamu memohon dan menyandarkan kesembuhanmu kepada-Ku ( Allah ).
Sedangkan ketika kamu sakit untuk yang ketiga kalinya, kamu menyandarkan kesembuhanmu kepada jenis rumput yang telah AKU ilhamkan kepadamu.
Maka penyakitmu tidak sembuh.
Sebab yang bisa menyembuhkan penyakit pada dasarnya HANYALAH AKU ( Allah)”.
Catatan :
Riwayat diatas bukanlah bersumber dari hadits Nabi Muhammad SAW yang shahih, melainkan tergolong dalam kisah-kisah hikayat, atau nasehat-nasehat ulama/sufi untuk mengajarkan tentang tauhid dan tawakal (kitab Nurudzdzolam).
Kesimpulan
Berobat dengan menggunakan air yang didoakan, pada dasarnya bukanlah mitos, mistis, klenik, tahayul, gugon tuhon, atau pasti pekerjaan sia-sia.
Dalam perspektif science modern/ilmiah, metode pengobatan menggunakan air yang didoakan dapat memberikan efek psikologis positif bagi kesembuhan pasien, meskipun disarankan sebagai metode komplementer.
Dalam perspektif Islam, metode pengobatan menggunakan air yang didoakan merupakan salah satu bagian dari metode pengobatan ruqyah, sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah, SAW ( selama dilakukan tidak bertentangan dengan syariat Islam.
Tingkat kesembuhan metode pengobatan menggunakan metode air tentu saja akan sangat tergantung kepada tingkat kesungguhan, keikhlasan dan ketawakallan pasien.
Tidak berarti dengan metode pengobatan ini pasien pasti sembuh dari penyakitnya.
Namun, tidak berarti pula dengan metode pengobatan ini pasien pasti tidak akan sembuh dari penyakitnya.
Wallahu a'lam bish-shawab