Benda-Benda Yang Ditakuti Ular Dan Cara Mencegah Agar Ular Tidak Masuk Ke Dalam Rumah

Daftar Isi Artikel
Bagi yang tinggal di kota besar atau pemukiman yang rapat bangunan, ular mungkin cukup jarang ditemukan. Namun sebaliknya, bagi yang tinggal daerah lapang terbuka, seperti pinggiran hutan, di sekitar ladang atau area persawahan, masalah ular yang masuk ke dalam rumah cukup sering terjadi. Meskipun tidak semua jenis ular termasuk berbahaya(berbisa), namun tetap saja ular merupakan hewan yang ditakuti/dibenci, sekurangnya dihindari bagi hampir sebagian besar orang, khususnya kaum wanita. Sehingga hampir setiap orang merasa enggan jika sampai rumahnya dimasuki ular. Sebisa mungkin melakukan tindakan untuk mencegahnya. 

Disini mari kita lihat bagaimana cara mencegah ular masuk rumah dan benda apa saja yang ditakuti ular.

tanaman yang ditakuti ular

Kita kulik sampai ke akarnya. 

4 Kategori Pengelompokkan Ular 

Semua jenis ular masuk dalam sub-ordo Serpentes, bagian dari ordo Squamata (reptilia bersisik), tetapi diklasifikasikan pada cabang klade (Ophidia), yaitu golongan reptilia dengan atau tanpa kaki, bertubuh panjang. 
Ular adalah kelompok reptilia yang paling tersebar luas di dunia, kecuali di wilayah yang sanga dingin. 
Ular diperkirakan ada sejak pertengahan zaman Jurassic (174,1-163,5 juta tahun yang lalu). 
Eophis underwoodi merupakan fosil ular tertua yang diketahui, adalah ular kecil yang hidup di daratan Inggris selatan sekitar 167 juta tahun yang lalu. 

Secara garis besar ada 4 pengelompokan ular, yaitu : 

1. Pengelompokan ular berdasarkan Evolusi/Filogenetik (Infraordo), terbagi menjadi 3, yaitu : 

1.1. Scolecophidia 

Yaitu golongan ular primitif, memiliki ukuran kecil, hidup di tanah (fosorial), memangsa serangga kecil (contoh: ular cacing/Typhlopidae). 

1.2.Alethinophidia 

Merupakan ular pertengahan ( primitif-moderat), didalamnya termasuk ular piton (Pythonidae) dan boa (Boidae) yang membunuh mangsa dengan lilitan 

1.3.Caenophidia 

Ini adalah lanjutannya, disebut sebagai Ular modern, mencakup sebagian besar ular yang ada di dunia saat, termasuk ular berbisa tinggi (Elapidae, Viperidae) maupun ular tidak berbisa/bisa rendah (Colubridae). 

2. Pengelompokan ular berdasarkan tingkat bahaya bisa ( toksisitas bisa ) terbagi menjadi 3, yaitu : 

2.1. Ular dengan bisa tinggi (Medically Significant) 

Semua ular yang memiliki bisa (racun) yang sangat toksik / mematikan, contoh: Kobra, Weling, Welang (Elapidae), dan Viper. 

2.2. Ular dengan bisa menengah/rendah 

 Ular yang memiliki bisa tetapi kurang/tidak mematikan bagi manusia, sering kali memiliki taring belakang (rear-fanged), contoh: Ular Gadung, Ular Picung. 

2.3. Ular yang tidak berbisa sama sekali 

Ular yang tidak memiliki bisa sama sekali. Untuk melumpuhkan mangsanya mereka melilit atau langsung menelannya, contoh: Sanca/Piton, Ular Tikus. 

3. Pengelompokan ular berdasarkan habitatnya, terbagi menjadi 4 yaitu : 

3.1. Ular Terestrial 

Yaitu ular yang hidup di atas tanah (contoh: Ular Tanah). 

3.2. Ular Arboreal 

Golongan ular yang hidup di pepohonan (contoh: Ular Hijau/Ular Pucuk). 

3.3. Ular Akuatik/Semi-akuatik 

Ular yang hidup di air atau lahan basah (contoh: Ular Air, Ular Kadut, Ular Laut/Hydrophiinae). 

3.4. Ular Fosorial 

Ular yang hidup di dalam tanah/liang (contoh: Ular Cacing). 

4. Pengelompokan ular berdasar kan Famili Utama Ular, terbagi menjadi 5 yaitu : 

4.1. Pythonidae: Sanca/Piton (contoh: Sanca Kembang). 

4.2. Boidae: Boa. 

4.3. Elapidae: Kobra, Mamba, Ular Laut, Weling. 

4.4. Viperidae: Viper/Bandotan. 

4.5. Colubridae: Ular air, ular tikus, ular pohon (kelompok terbesar). 


Pengelompokan ini dibuat pada dasarnya untuk membantu dalam mengidentifikasi ular di alam liar, khususnya untuk membedakan ular yang berbahaya bagi manusia. 

Sifat / Karakter / Perilaku Dasar Ular 

Sebagai hewan berdarah dingin, ular ternyata memiliki sifat/karakter/perilaklu yang berbeda dengan seperti yang disangkakan orang selama ini. 
Dengan mengetahui sifat/karakter/perilaku dasar ular maka akan diketahui apa-apa saja yang tidak disukai. 
Sifat/karakter/perilaku dasar ular yang penting untuk difahami, antara lain : 

-Ular berdarah dingin 

Tidak berarti suka/senang ketika membunuh, tetapi sebagai hewan eksotermik, ular sangat bergantung kepada suhu lingkungannya. Ular lebih menyukai tempat yang hangat. Itulah sebabnya, ular juga sering berjemur untuk mengatur suhu tubuhnya. 

- Ular soliter dan pemalu 

Ular adalah hewan penyendiri, tidak hidup berkelompok.
Bisa juga dikatakan pemalu, karena ular akan menghindar jika bertemu manusia, bahkan cenderung takut. Ular cenderung menghindari konflik. 
Jika terancam, ular bahkan cenderung akan melarikan diri, namun jika benar-benar terpojok, ular akan mendesis, menggembungkan tubuh, atau menggigit. 
Ular sebenarnya tidak berbahaya jika tidak diganggu atau merasa terganggu. 

- Ular tidak membuat sarang 

Meski membutuhkannya terutama saat bertelur, ular tidak membuat sarang mereka secara permanen.

- Ular berganti kulit secara berkala 

Sekitar 1 – 3 bulan sekali, ular akan berganti kulit. Dalam satu tahun ular dapat berganti kulit sebanyak sekitar 4-12 kali . Pada masa ini ular menjadi lebih pendiam, agresif tetapi sekaligus rentan. 

-Ular adalah Carnivora yang efisien 

Semua jenis ular adalah pemakan daging. 
Ular aktif dalam mencari/memburu mangsa. Sekali dapat, ular menelan mangsanya bulat-bulat, tanpa mengunyah. Setelah makan ular akan diam mencerna makanan dan tidak terlalu banyak bergerak, sehingga dianggap pemalas. Yang benar adalah ular secara efisien menghemat energinya 

- Ular memiliki indra khusus 

Ular tidak memiliki telinga luar sama sekali, tetapi memiliki struktur telinga dalam dan tulang sanggurdi (columella) yang terhubung ke rahang. 
Memungkinkan ular bisa mendeteksi dan merasakan getaran melalui rahang bawahnya saat menempel di tanah atau di permukaan.
Karena iut ular sangat sensitif terhadap getaran yang merambat melalui tanah. 
Ular mendengar suara pada frekuensi rendah (di bawah 600-1000 Hz) dan kurang sensitif pada frekuensi tinggi. 
Penelitian menunjukkan bahwa ular dapat mendengar teriakan manusia, dengan respon berbeda seperti menjauh (defensif) atau mendekat (penasaran) 

Mata ular selalu terbuka selama hidupnya karena memang tidak memiliki kelopak mata yang dapat di buka-tutup., mata ular dilapisi oleh sisik bening yang melindunginya dari kotoran. 

Ular memiliki lidah bercabang dua, masing-masing cabang berukuran panjang dan runcing dan dapat dijulurkan ke luar melalui rongga di tengah bibirnya. 
Karena itulah ular tetap dapat menjulurkan lidahnya meski mulutnya dalam keadaan tertutup rapat. Setiap cabang lidah ular dilengkapi dengan kelenjar yang dapat menangkap partikel bau di udara. 
Untuk menangkap bau/aroma, ular menjulurkan lidahnya untuk menangkap partikel bau kemudian menyalurkannya ke organ pengenal bau yang terletak di langit-langit rahang atasnya yang disebut dengan Organ Jacobson
Sementara hidung ular hanya digunakan untuk bernafas. 
Beberapa jenis ular memiliki organ khusus disebut Termoreseptor untuk mengidentifikasi temperatur lingkungannya dan berguna untuk mengetahui dan melacak keberadaan hewan berdarah panas. 

Ular memiliki sistem saraf yang lebih primitif yang dapat terus bereaksi terhadap rangsangan untuk beberapa waktu. 
Itulah sebabnya, meski sudah mati (baru saja mati) atau kepalanya terputus, ketika kepalanya diganggu, ular masih secara refleks menyerang dan memberikan gigitan berbisa yang sama berbahayanya dengan gigitan dari ular yang masih hidup. 

Cara ular bergerak 

Karena tidak memiliki kaki, ular bergerak melata dengan cara meliuk-liukkan tubuhnya menggunakan otot perut yang kuat dan sisik khusus untuk mencengkeram tanah. 

Ada 4 cara ular dalam bergerak (berjalan) : 

1.Serpentine : Gerakan Bergelombang 

Gerakan ular yang membentuk pola huruf "S" dengan menggerakkan tubuhnya dari sisi ke sisi untuk mendorong tubuhnya maju ke. Ini gerakan ular yang paling umum.Kadang disebut juga sebagai gerak Undulasi Lateral

2. Rectilinear : Gerakan Lurus 

 Ular bergerak dengan mengontraksikan otot perutnya untuk mendorong sisik ke depan secara perlahan sehingga bisa merayap secara lurus. 
Gerakan lurus ini umumnya digunakan oleh ular-ular yang besar (seperti boa/piton) pada saat mengintai mangsanya. 

3. Sidewinding : Gerakan Menyamping 

Adalah gerakan dimana ular mengangkat sebagian besar tubuhnya dan kemudian memindahkannya ke samping. Gerakan sidewinding ini sering digunakan ular ketika berada di pasir panas atau permukaan licin. 

4. Concertina : Gerakan Melipat 

Gerakan ular untuk maju/mundur dengan cara melipat tubuhnya seperti akordeon, kemudian menahan bagian belakang, sementara bagian depan maju, atau sebaliknya. 
Gerakan ini digunakan ular di ruang sempit. 

Organ gerak utama ular 

Karena tidak memiliki kaki untuk berjalan, maka ular bergerak dengan mengandalkan tulang punggung yang fleksibel, otot yang kuat, dan sisik perut yang lebar untuk menciptakan gesekan dan dorongan pada bidang gerak. 
Maka dikatakan ular bergerak dengan cara melata atau merayap. 
Dengan mengetahui pola gerakan, maka akan dapat diketahui juga benda apa yang tidak disukai ular. 

Kelemahan Ular 

Meskipun termasuk yang berada di puncak rantai makanan, ular juga memiliki kekurangan dan kelemahan. 

Beberapa kelemahan ular yang paling menonjol, antara lain : 

1.Inderanya terbatas 

Sebagian besar ular memiliki penglihatan yang kurang tajam dan terbatas, lebih mengandalkan bentuk dan gerakan daripada detail. 
Ular mengandalkan indra penciuman melalui lidah bercabang serta getaran tanah untuk navigasi.
Indera penciuman/pembau merupakan kelebihan ular, namun sekaligus menjadi kelemahannya. 
Oleh karena itu ular sangat peka terhadap getaran tanah dan tidak menyukai bau menyengat. 

2.Bagian hidung dan mata adalah titik terlemah ular 

Hidung dan mata ular sangat sensitif terhadap pukulan atau tusukan. 
Ini adalah titik terlemah ular. Memukul atau menusuk hidung adalah cara paling efektif untuk melepaskan diri dari lilitan ular. Mata ular juga sangat sensitif. 

3.Gerakan ular cenderung lambat dan terbatas 

Karena tidak memiliki kaki, dan mengandalkan gerakan otot tubuh, kebanyakan ular cenderung lambat dalam bergerak (maksimal 1 mph). Karena itu ular lebih suka menyergap daripada mengejar. 

4. Ular memiliki ketergantungan pada suhu (Ektotermik) 

Sebagai hewan berdarah dingin, ular tidak bisa mengatur suhu tubuhnya sendiri, sehingga rentan terhadap suhu ekstrem, terutama cuaca dingin yang dapat membuat tidak aktif atau membeku. 

5. Ular memiliki keterbatasan energi 

Untuk memproduksi bisa dan mencerna makanan dalam jumlah besar butuh energi yang besar. Karena itu untuk menghemat energy, ular cenderung menghindari konfrontasi yang tidak perlu. 

Tempat-tempat yang disukai ular untuk bersembunyi 

Meliputi area di dalam rumah (indoor) dan di luar rumah (oudoor) 

1.Area di dalam rumah yang disukai ular : 

Area yang disukai ular di dalam rumah utamanya adalah tempat-tempat yang gelap dan tersembunyi, antara lain : 
- Gudang dan tumpukan barang, entah berupa kardus, koran, atau pakaian bekas yang menumpuk. 
- Di kolong perabot furnitur: misalnya di bawah sofa, lemari, tempat tidur, atau belakang perabotan besar.
- Loteng dan atap: loteng dan atap sering digunakan sebagai tempat istirahat ular karena tenang dan aman. 
- Kamar mandi dan dapur: meliputi area yang lembap, di bawah lemari dapur, atau di sekitar pipa air. 
- Lubang atau celah: retakan pada dinding, lantai, atau fondasi rumah. 

2.Area Luar Rumah yang disukai ular 

Hampir sama dengan point (1) area luar rumah yagn disukai ular adalah tempat-tempat yang lembap dan rimbun, antara lain : 
- Semak-semak belukar, rumput tinggi dan tanaman rimbun yang tidak terawat. 
- Tumpukan kayu atau batu : ini merupakan tempat persembunyian yang paling hangat dan ideal bagi ular. 
- Area sumber air seperti : sekitar kolam, selokan, pipa pembuangan, atau danau. 
-Kandang hewan peliharaan : tempat ini menarik bagi ular karena adanya potensi makanan untuknya. 

Benda-benda yang ditakuti / tidak disukai ular 

1.Ular takut kepada predator alaminya atau hewan pemakan ular (ofiophagy) 

Ular termasuk carnivora yang berada di rantai puncak makanan. 
Namun di atas ular ternyata ada predator lagi. 
- Hewan pemangsa ular dari golongan burung : burung elang, burung sekretaris, burung hantu, burung gagak 
- Hewan pemangsa ular dari golongan mamalia : Honey Badger, Armadillo, landak, Mongoose, rubah, musang/luwak, rakun, kucing hutan, Wolverine
- Hewan pemangsa ular dari golongan reptile : king cobra, ular raja, Mussurana, kura-kura, buaya 

Hewan ini kerap menjadikan ular sebagai santapan atau “barang mainan”. Karena itu, umumnya ular akan benar-benar takut pada hewan di atas. 

2.Ular takut kepada binatang bercakar / berkuku tajam dan bertaring 

Pada dasarnya ular takut pada binatang yang berkuku atau bercakar tajam. 
Anjing atau Kucing misalnya tidak disukai ular. Jika pada sebuah rumah terdapat kucing, biasanya ular akan menghindar. 

3. Ular tidak suka benda yang memiliki bau tajam menyengat 

Ini terkait dengan sifat / karakter ular di atas, dimana ular lebih mengandalkan indera penciumannya untuk mendeteksi dan memetakan lingkungan sekitarnya. 
Karena itu benda yang memiliki bau menyengat sangat mengganggu/menusuk indera penciuman ular. Benda berbau tajam menyengat yang tidak disukai ular antara lain : Belerang, Ammonia, kapur barus (naphthalene), cairan karbol, cuka, kaporit, bahan pembunuh hama yang berbau tajam(misal Decis), cengkeh dan kayu manis, bawang putih, bawang merah, bawang bombai, dan serai wangi,bahkan urine rubah 

4. Beberapa tanaman tertentu tidak disukai ular 

Tanaman berduri (misal kaktus, pohon salak), lidah mertua, pedang-pedangan, Sansevieria, pohon tanjung zodia, serai wangi, bawang putih, marigold, sambiloto, lavender, mint termasuk jenis tanaman yang tidak disukai ular. 

5. Ular tidak suka garam (garam krosok) 

Ini bukan mitos atau karena garam dapur memiliki khasiat ghaib atau mistik tertentu. 
Ini terkait dengan sifat/karakteristik/perilaku ular di atas. 
Saat bergerak (berjalan) sisik ular secara bergantian membuka dan menutup mencengkeram bidang geraknya. 
Sisik ular terbuat dari protein keras bernama Keratin alfa dan beta (bahan yang sama dengan kuku dan rambut manusia).Karena itu sisik ular keras. 
Namun bagian tubuh di bawah sisik adalah kulit tipis sensitif yang merupakan bagian yang lunak. Ketika sisik ular bergerak membuka dan menutup saat mencengkeram bidang gerak maka akan ada celah (meski tidak terbuka lebar). 

Jika bidang geraknya kebetulan ada garam, maka partikel garam dapat memasuki celah sisik. Sedangkan diketahui bahwa garam (krosok) memiliki kristal yang kecil, seragam, dan berbentuk kubus keras yang sangat tajam. 
Kristal garam dapur dapat melukai kulit tipis ular jika seandainya sampai masuk melalui celah sisik. 
Ini yang tidak disukai ular dari garam dapur. Bukan karena jampi-jampi atau klenik.
Sama kasusnya seperti pada tanaman berduri. 

6. Tali ijuk tidak disukai ular 

Penyebabnya, persis seperti pada garam dapur dan tanaman berduri. Ini berlaku juga pada benda-benda yang serupa dengan tali ijuk, memiliki permukaan kasar. 

7.Ular tidak suka suara bising/berisik 

Suara yang berisik –terutama dari kucing atau anjing – tidak disukai ular. 

8.Ular tidak suka tempat yang terang, kering, bersih 

Cara mencegah agar ular tidak masuk ke dalam rumah 

1. Jaga kebersihan rumah, halaman dan lingkungan sekitarnya 

Ingat point(8) diatas, ular tidak suka tempat terang, kering dan bersih. Karena itu kondisikan dan jaga agar rumah dan halaman sekitarnya seperti itu. 
Buang dan bersihkan barang-barang seandainya tidak dipergunakan. Hindari menumpuk barang. 

2. Pangkas dan rapikan tanaman 

Secara berkala pangkas dan rapikan di dalam lingkungan rumah. 
Adanya semak yang rimbun akan mengundang ular. Pepohonan yang terlalu tinggi juga bisa menjadi tempat tinggal ular. 

3. Tutup semua lubang dan celah di sekitar rumah 

Lubang dan celah-celah yang dingin dan hangat merupakan tempat yang disukai ular. Ular biasanya akan terpancing memasuki lubang dan celah untuk berlindung. 
Tutup semua lubang dan celah yang ada di sekitar rumah. Termasuk,usahakan agar celah bawah pintu sesempit mungkin 

4. Kondisikan dan jaga agar tidak ada makanan bagi ular di dalam rumah 

Ular adalah binatang pragmatis.Dimana ada makanan, ia akan datang. 
Salah satu makanan favorit ular adalah tikus. 
Karena itu usahakan di dalam rumah bersih dari tikus. Termasuk juga sisa-sisa makanan, atau serangga-serangga kecil yang bisa disantap ular. 

5. Gunakan benda-benda yang ditakuti/disukai ular 

Yang cukup mudah adalah dengan mengunakan benda-benda yang ditakuti/disukai ular di atas untuk ditempatkan di rumah , misal : 
-pelihara kucing atau anjing 
-tanam pepohonan yang tidak disukai ular 
- pasang tali ijuk (jika perlu) 
- pasang/sebarkan benda/bahan yang berbau tajam, dsb 

6. Buat pagar di sekeliling rumah 

Jika rumah kebetulan terletak di lingkungan yang terbuka ( sekitar sawah atau ladang ) pembuatan pagar dari beton atau tembok bersemen yang cukup tinggi sangat disarankan untuk mencegah ular masuk ke dalam rumah. Ular biasanya tidak bisa mendaki atau naik pagar beton atau semen yang licin. 

7. Memasang perangkap ular 

Cara terakhir untuk mencegah ular agar tidak masuk ke dalam rumah adalah dengan memasang perangkap ular di sekitar rumah. Dengan adanya perangkap ( yang berisi mangsa ) ular biasanya akan lebih tertarik masuk ke situ daripada masuk ke dalam rumah. 

Kesimpulan 

Sebagai hewan pemangsa yang ditakuti (dibenci), ular juga memiliki beberapa kekurangan dan kelemahan. Dengan mengetahui kekurangan, kelemahan dan apa yang tidak disukai hewan tersebut dapat digunakan untuk mencegah agar ular tidak masuk ke dalam rumah.
Lihat juga : Apa yang harus dilakukan jika digigit ular ? Pertolongan pertama jika digigit ular berbisa