Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan Tahun Hijriyah Plus Cara Unduh Jadwal Imsakiyah
Daftar Isi Artikel
Jika anda mengetikkan kata kunci “jadwal imsakiyah” pada kotak penelusuran google (terutama pada mode pencarian gambar), maka hasil yang keluar mayoritas berupa tabel-tabel.
Jika tidak menggunakan kata kunci tersebut, bisa digunakan kata kunci sinonim lainnya seperti : Jadwal Ramadhan, Jadwal/Kalender Waktu Salat Ramadhan, Panduan Waktu Puasa atau Jadwal Buka dan Sahur.
Secara awam, Jadwal imsakiyah difahami sebagai jadwal waktu imsak dan waktu berbuka puasa saat menjalankan puasa Ramadhan.
Karena itu Jadwal Imsakiyah umumnya disajikan dalam bentuk tabel yang berisi panduan informasi waktu imsak (yang merupakan batas akhir sahur/awal persiapan puasa), waktu salat fardhu, serta waktu berbuka puasa (maghrib) selama bulan Ramadhan.
Asal mula Imsakiyah
Istilah Imsak sendiri biasanya hanya ada di bulan Ramadhan.
Namun asal mula Jadwal imsakiyah di bulan Ramadhan adalah jadwal waktu shalat fardlu yaitu Shubuh, Dhuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya’yang biasa dilakukan umat Islam.
Istilah Imsakiyah belum disebutkan pada jaman Rasulullah, meskipun konsep dasarnya telah diwahyukan. Istilah Imsak muncul pada mazhab syafi’i.
Hingga saat inipun, istilah imsakiyah tidak dikenal di Negara-negara Timur Tengah.
Istilah ini lazimnya di wilayah Asia Tenggara, khususnya Indonesia.
Mengutip Al Arabiya, istilah jadwal imsak pertama kali diperkenalkan di Mesir pada Ramadan 1262 Hijriah atau September 1846 Masehi.
Jadwal Imsakiah pertama kali dinamakan Imsakiyah Wali Al-Nu’man, dicetak di media bernama Bulaq, pada kertas berwarna kuning berukuran 27 sentimeter kali 17 sentimeter.
Arti dan makna Imsak
Anda sudah tahu jika istilah imsakiyah dari segi kebahasaan berasal dari bahasa Arab, dari kata amsaka yang berarti "menahan".
Dari segi istilah, Imsak merupakan peringatan untuk menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa (makan, minum, dsb) dengan niat karena Allah SWT.
Secara umum, imsak difahami sebagai mulai berhenti makan sahur agar tidak terlewat masuk waktu subuh.
Imsak merupakan waktu penanda dimana waktu sahur telah hampir berakhir dan puasa dimulai.
Imsak merupakan peringatan akan berakhirnya waktu sahur dan sebagai bentuk kehati-hatian agar umat Islam berhenti makan sahur dan mempersiapkan diri untuk memulai ibadah puasa.
Saat masuk waktu imsak tidak berarti mutlak diharamkan (masih) makan dan minum.
Imsak diibaratkan seperti warna kuning pada lampu traffic light.
Dikutip dari Tafsir Al-Asas, Rasulullah SAW sendiri mencontohkan sahur di akhir-akhir malam, yaitu menjelang waktu salat Subuh.
Salah seorang sahabat Rasul, Abu Hurairah RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Apabila salah seorang di antara kamu yang mendengar seruan (azan), sedangkan bejana (semacam tempat makan/minum) berada di tangannya, maka janganlah ia meletakkan (melepaskan)nya sehingga kebutuhannya selesai darinya." (HR Abu Dawud)
Imsak merupakan peringatan akan berakhirnya waktu sahur dan sebagai bentuk kehati-hatian agar umat Islam berhenti makan sahur dan mempersiapkan diri untuk memulai ibadah puasa
Tujuannya untuk memastikan agar tidak ada lagi makanan atau minuman yang masuk mulut saat waktu puasa yang sebenarnya (Subuh) tiba, sehingga ibadah puasa tidak batal karena terburu-buru.
Sangat penting untuk difahami :
Waktu imsak tidak dimaksudkan untuk mengubah waktu puasa dengan memajukan dari batas waktu yang telah ditentukan syariat.
Namun, para ulama menyebutnya sebagai bentuk kehati-hatian (ihtiyat)
Cara menentukan Imsak
Salah satu rujukan utama untuk memulai puasa adalah surat Al-Baqarah ayat 187.
Artinya : “Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) benang putih dari benang hitam yakni fajar.Kemudian, sempurnakanlah puasa sampai datang (malam)”
Jika berpedoman mutlak pada ayat di atas dan merujuk pengertian puasa pada literatur fikih, maka waktu memulai puasa sebenarnya berawal dari terbit fajar atau adzan subuh, bukan dari waktu imsak.
Jika demikian mengapa (tradisi) imsak di Indonesia ditentukan sejak 10 menit sebelum adzan subuh?
Sebagaimana dikutip dari rilisan laman Kementerian Agama, dalam Rapat Tim Hisab dan Rukyat yang digelar Kementerian Agama di Jakarta disepakati bahwa waktu imsak ditentukan sepuluh menit sebelum masuk waktu subuh.
Cara menentukan Imsak seperti ini bisa dimaknai sebagai ikhtiar dengan sikap ihtiyat (kehati-hatian) agar tidak melewati batas waktu sahur yang berakhir saat fajar (Subuh).
Salah satu dalil yang digunakan Kementerian Agama :
Dari Anas bin Malik, bahwa Nabi SAW dan Zaid bin Tsabit makan sahur bersama. Setelah keduanya selesai makan sahur, beliau lalu bangkit melaksanakan shalat.
” Kami bertanya kepada Anas, “Berapa rentang waktu antara selesainya makan sahur hingga keduanya melaksanakan salat?” Anas bin Malik menjawab, “Kira-kira waktu seseorang membaca lima puluh ayat.” (HR Bukhari no 542)
Berdasarkan hadits tersebut, waktu antara selesainya sahur dan shalat subuh adalah 50 ayat.
Karenanya, ulama di Indonesia memperhitungkan bahwa pembacaan 50 ayat memerlukan waktu sekitar 10 menit.
Jika merujuk pendapat Imam Al-Mawardi di dalam karyanya al-Iqna’ :
“Waktu berpuasa adalah dari terbitnya fajar (saat waktu shalat Subuh) sampai tenggelamnya matahari. Akan tetapi, lebih baik bila orang yang berpuasa menahan diri dari yang membatalkan puasa (imsak) sedikit lebih awal sebelum terbitnya fajar dan menunda berbuka sejenak setelah tenggelamnya matahari agar ia menyempurnakan imsak keduanya.” (Lihat Ali bin Muhammad Al-Mawardi, Al-Iqna’, hlm 74)
Sedangkan menurut Kitab al-Muhtasar al-Muhadzdzab waktu imsak adalah sekitar 12 menit sebelum waktu terbitnya fajar.
Kemudian dalam kitab Al-Khulasatul Wafiyyah yang disusun oleh Kiai Zubair, disebutkan bahwa imsak seukuran membaca 50 ayat pertengahan secara tartil, yaitu sekitar 7 atau 8 menit.
Lebih lanjut, menurut Tafsir al-Manar jarak waktu sahur dengan waktu salat Subuh (fajar) sekitar 5 menit.
Sementara itu, H. Saadoe'ddin Djambek biasa mempergunakan 10 menit sebelum salat Subuh.
Jadi, untuk masyarakat Indonesia, cara menentukan jadwal imsakiyah puasa Ramadhan tahun Hijriyah sekarang ini yang paling akurat adalah dengan merujuk pada data laman resmi Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.
Puasa dan Imsak di Indonesia
Praktek keagamaan ibadah puasa Ramadhan beserta saat-saat menjelang berbuka puasa, sahur dan imsak di Indonesia terbilang sangat hidup, meriah dan unik.
Bisa jadi tidak ada negara lain yang memiliki praktek ibadah puasa seperti di Indonesia.
Ada berbagai macam kegiatan dan tradisi unik yang dilakukan masyarakat Indonesia pada bulan Ramadhan yang suci dan penuh berkah ini, terutama saat awal ibadah puasa, menjelang berbuka puasa, dan menjelang sahur, antara lain :
- Padusan : mandi mensucikan diri (Jawa Tengah)
- Marapangir/Balimau : mandi ramuan jeruk nipis dan dedaunan wangi (Sumatera Utara/Minangkabau)
- Pawai obor
-Sahur On the road
-Ngabuburit : jalan jalan waktu sore menunggu adzan maghrib
-Berburu takjil
-Megengan (Jawa Timur)
-Cucurak (Jawa Barat)
-Nyorog (Betawi)
-Melamang (Sumatera Barat)
-Meugang (Aceh)
- Dugderan (Semarang)
- Dandangan (Kudus)
-Tongtek : kegiatan membangunkan orang untuk sahur dengan memukul kentongan bambu keliling kampung (Kudus)
Sedangkan, saat menjelang imsak kerap kali diwarnai dengan bacaan ayat Al Qur’an, pengumuman dari masjid atau mushola, bunyi sirine atau membunyikan meriam sahur (sekarang sudah jarang ditemui).
Kegunaan/Manfaat Jadwal Imsakiyah
Terkadang dianggap sepele (meskipun seringkali dicari terutama bagi yang melakukan perjalanan jauh di bulan Ramadhan) jadwal Imsakiyah ini ternyata berguna untuk :
- Panduan Beruka Puasa:
Ini yang paling dicari, kapan waktu berbuka puasa yang tepat saat maghrib
- Panduan waktu Sahur:
Untuk mengetahui kapan batas akhir makan sahur agar tidak terburu-buru dan selesai sebelum azan subuh.
- Panduan Waktu Salat:
Menjadi acuan jadwal salat lima waktu (Subuh, Dhuhur, Ashar, Maghrib, Isya) selama Ramadhan.
- Persiapan Ibadah:
Untuk bersiap salat subuh, seperti sikat gigi atau mandi, setelah makan sahur berakhir.
Cara Membuka Jadwal Imsakiyah seluruh wilayah Indonesia
Jadwal Imsakiyah puasa Ramadhan ini dapat diakses secara online, diunduh dalam format PDF/Excel, atau dilihat melalui aplikasi resmi, mencakup penyesuaian untuk lokasi (provinsi/kabupaten/kota) secara spesifik.
Cara membuka dan mengetahui Jadwal Imsakiyah Resmi (Kemenag):
• Buka Situs Resmi
Buka laman resmi {Link: https://bimasislam.kemenag.go.id/jadwalimsakiyah https://bimasislam.kemenag.go.id/jadwalimsakiyah} melalui browser ponsel atau komputer.
• Pilih Lokasi
Pilih provinsi dan kabupaten/kota tempat tinggal Anda.
• Pilih Tahun
Pilih tahun Hijriah/Masehi yang sesuai (misal: 1447H/2026M).
• Proses Data
Klik tombol pencarian atau ikon "Kaca Pembesar" untuk memunculkan jadwal.
• Unduh (Opsional)
Klik "Export Excel" atau ikon unduh untuk menyimpan jadwal selama satu bulan penuh.
Kesimpulan
Jadwal Imsakiyah bukanlah waktu mutlak menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
Namun dengan mengetahui jadwal Imsakiyah, diharapkan umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa bulan Ramadhan secara tepat, aman dan nyaman.