8 Cara Agar Selamat Jika Terjadi Kecelakaan Pesawat Terbang

8 Cara Agar Selamat Jika Terjadi Kecelakaan Pesawat Terbang

Entah karena pengaruh musim atau karena hal lainnya, akhir-akhir ini kasus terjadinya kecelakaan pesawat terbang sepertinya makin sering terjadi. Setelah kasus kecelakaan pesawat terbang komersial yang menelan banyak korban jiwa dalam beberapa waktu lalu, terakhir bahkan diberitakan terjadinya tabrakan pesawat akrobatik milik TNI AU saat latihan.

Karena itulah masyarakat kemudian diliputi dengan rasa takut untuk menggunakan fasilitas transportasi udara ini.
Padahal menurut data statistic, pesawat terbang masih merupakan alat transportasi yang “teraman”.
Berdasarkan database online mengenai kecelakaan pesawat, planecrashinfo, data statistik dari Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat menunjukkan fakta bahwa 95,7 persen penumpang pesawat terbang, selamat ketika terjadi sebuah kecelakaan pesawat.
Bahkan pada sejumlah tragedi kecelakaan pesawat terbang yang lebih serius sekalipun, tercatat lebih dari 76 persen penumpangnya bisa selamat.
Perhitungan data statistik juga menunjukkan, besarnya kemungkinan seorang penumpang pesawat terbang tewas ketika terjadi sebuah kecelakaan pesawat terbang adalah satu berbanding 4,7 juta.

Memang benar, masalah selamat atau tidak selamat, tewas atau tidak tewas, umur manusia sudah ditentukan. Namun dalam hal ini, seseorang tentu saja tidak boleh berpangku tangan. Terlebih dengan adanya data statistik seperti di atas. Manusia harus berupaya.

Karena itulah, agar bisa selamat jika seandainya suatu saat mengalami kecelakaan Pesawat Terbang ( moga-moga tidak ), setidaknya ada 8 Cara Agar Bisa Selamat Jika Mengalami Kecelakaan Pesawat Terbang :

1. Menyimak dengan baik pengarahan dan peragaan yang diberikan
Ini yang perlu diperhatikan. Sebab pada kenyataanya, pada saat ini pengarahan dan peragaan ( keselamatan ) yang diberikan oleh awak pesawat sering kali malah diabaikan dan dipandang sebelah mata.
Toh, begitu-begitu saja, anggapannya.Apalagi sampai menyempatkan diri untuk membaca buku petunjuk keselamatan yang selalu tersedia di bangku penumpang.
Padahal dengan menyimak dengan baik pengarahan dan peragaan yang diberikan, termasuk membaca buku petunjuk keselamatan maka seorang penumpang dapat mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk menyelamatkan diri ketika seandainya terjadi kecelakaan.
Sekurangnya mengetahui apa dan bagaimana kondisi dan keadaan peralatan dalam pesawat yang ditumpangi, missal pintu darurat, letak masker oksigen, letak pelampung dan sebagainya.
Sebagaimana dikatakan oleh sebuah situs Otoritas Penerbangan Sipil :
“Mengetahui apa yang harus dilakukan dalam situasi darurat bisa menjadi pembeda antara hidup dan mati untuk kita dan keluarga kita”.

2. Sebaiknya lebih memilih Kelas Ekonomi
Ini mungkin merupakan sebuah hal yang tidak terduga dan sebuah pelajaran berharga. Sebab pada umumnya orang berfikir bahwa dengan memilih kelas utama, selain lebih nyaman, keselamatan akan lebih terjamin.
Tapi salah, data dan fakta menunjukkan sebaliknya.
Dari sebuah hasil penelitian dalam menumpang pesawat Boeing 727, yang dilakukan peneliti dengan cara bereksperimen menjatuhkan sebuah pesawat dengan boneka sebagai penumpangnya di gurun Sonaran di Meksiko menunjukkan bahwa 11 baris tempat duduk pertama untuk kelas yang lebih mahal, hancur saat pesawat jatuh.
Sedangkan penumpang kelas ekonomi yang berada di belakang, 78 persennya malah selamat.

3. Pilih tempat duduk di dekat pintu keluar pesawat
Semakin dekat dengan pintu keluar, maka semakin besar peluang untuk bisa meloloskan diri dari pesawat dan selamat.

4. Mengenakan pakaian yang ringkas dan aman
Saat naik pesawat terbang usahakan selalu mengenakan pakaian yang ringkas dan aman.
Harap diingat bahwa anda sedang dalam perjalanan, bukan untuk show.
Pakaian dengan bahan katun atau wol bisa menjadi pilihan terbaik. Bahan pakaian yang mudah terbakar seperti poliester atau nilon sebaiknya dihindari.
Demikian juga dalam hal sepatu. Gunakan yang bertumit datar bukannya high heels, sehingga akan lebih mudah bergerak saat terjadi kecelakaan.
Selain itu jangan membuka sepatu selama dalam pesawat.
Ketika terjadi kecelakaan, pecahan kaca dapat menghambat pergerakan seandainya bertelanjang kaki.

5. Selalu waspada dan usahakan agar tubuh dalam keadaan bugar
Untuk memiliki peluang selamat yang lebih tinggi maka usahakan tubuh dalam keadaan bugar. Ketika terjadi sebuah kecelakaan pesawat, orang yang bersikap waspada dan memiliki kebugaran tinggi lebih cepat dan lebih berpeluang bisa menempatkan kita pada posisi terbaik untuk menyelamatkan diri.

6. Lakukan posisi mendekap lutut
Ketika dirasa terjadi kecelakaan, segeralah mendekap lutut (brace position).
Berdasarkan hasil percobaan simulasi kecelakaan pesawat terbang, penumpang yang mendekap lututnya ( dan juga menggunakan sabuk pengaman tentunya ) saat terjadi kecelakaan memiliki peluang yang lebih besar untuk selamat.

7. Menerapkan skala prioritas
Untuk bisa selamat dan menolong orang lain, maka langkah yang pertama dan utama maka anda sendiri harus berusaha selamat. Karena itu terapkan skala prioritas.
Misalnya, saat terjadi kecelakaan pesawat maka biasanya tekanan di dalam kabin akan turun drastis dan tingkat oksigen di udara bisa sangat berkurang. Sehingga penumpang diharuskan mengenakan masker oksigen.
Sebelum menolong mengenakan masker kepada anak anda misalnya, maka skala prioritasnya adalah anda terlebih dulu harus mengenakannya. Sebab ketika level oksigen turun seseorang bisa tak sadarkan diri hanya dalam waktu 20 detik.
Ketika anda tidak memakai masker oksigen terlebih dulu dan malah pingsan, maka bagaimana anda dapat menolong anak atau keluarga anda ?

8. Jangan direpotkan barang bawaan
Seandainya terjadi kecelakaan pesawat, jangan direpotkan dengan barang bawaan anda. Orang umumnya merasa sayang, sehingga mereka malah mengurusi barang bawaan yang berharga.
Padahal Menurut data survei Dewan Keselamatan Transportasi Nasional, ketika terjadi kecelakaan pesawat, 68 persen penumpang tewas akibat kebakaran yang terjadi setelahnya bukannya karena cedera saat pesawat jatuh.
Pada kondisi seperti ini, waktu yang tersedia hanyalah sekitar 90 detik untuk bisa keluar menyelamatkan diri dari pesawat sebelum api menyala.Anda akan bisa bergerak dengan lebih cepat dan mudah ketika tidak mengurusi dan membawa barang bawaan.

Selain melakukan semua tindakan di atas, jangan lupa berdoa. Sebuah doa memilki kekuatan dan hasil yang sangat luar biasa. Sekurangnya, lebih memantapkan diri anda.
Sangat diasarankan melihat juga :

Bila Artikel Ini Bermanfaat, Tolong Bagikan :

Related Posts:
Disqus Comments