Demi Anak-Anak Gaza, Penyanyi Amerika Ini Rela Tak Jual Lagu Song For Gaza

Daftar Isi Artikel

Anak-anak korban agresi Israel di Gaza

Sebenarnya mereka, anak-anak korban kebiadaban agresi serangan Israel di Gaza ini tidaklah mengatakan apa-apa. Karena bagi anak-anak sekecil ini, terlalu sulit untuk mengatakan betapa begitu hebat penderitaan yang sedang dirasakannya.

  penderitaan anak gaza 

Lagu We Will Not Go Down ( Song For Gaza ) – Michael Hart 

Itulah sebabnya, nun jauh dari Gaza, di Los Angeles, Amerika, Michael Heart – yang bahkan “bukan apa-apanya” – terketuk hati dan berusaha untuk melukiskan penderitaan anak-anak 
Palestina lewat lagunya We Will Not Go Down - Song For Gaza ( yang sering diputar di salah satu televisi swasta ). 

Lagu We Will Not Go Down ( Song For Gaza ) – Michael Hart yang dirilis pada Januari 2009 ini diciptakan sebagai bentuk dukungan kemanusiaan bagi rakyat Palestina dan kecaman terhadap serangan militer di Jalur Gaza pada musim dingin tahun 2008–2009. 

Makna Lagu We Will Not Go Down ( Song For Gaza ) 

Lagu We Will Not Go Down menceritakan ketegaran rakyat Palestina di Gaza saat menghadapi serangan militer. 
Lagu ini menyampaikan pesan bahwa semangat dan harapan rakyat Palestina tidak akan pernah padam meskipun fasilitas umum, rumah, dan sekolah hancur. 

Lirik Lagu Lagu We Will Not Go Down ( Song For Gaza ) dan Terjemahannya 

Dan coba, simaklah lirik lagu song for Gaza yang berdurasi 3 menit 7 detik, seperti di bawah ini : 

A blinding flash of white light 
Lit up the sky over Gaza tonight 
People running for cover 
Not knowing whether they're dead or alive 

They came with their tanks and their planes 
With ravaging fiery flames 
And nothing remains 
Just a voice rising up in the smoky haze 

We will not go down 
In the night, without a fight 
You can burn up our mosques and our homes and our schools 
But our spirit will never die 
We will not go down 
In Gaza tonight 

Women and children alike 
Murdered and massacred night after night 
While the so-called leaders of countries afar 
Debated on who's wrong or right 

But their powerless words were in vain 
And the bombs fell down like acid rain 
But through the tears and the blood and the pain 
You can still hear that voice through the smoky haze 

We will not go down In the night, without a fight 
You can burn up our mosques and our homes and our schools 
But our spirit will never die 
We will not go down 
In Gaza tonight 

Terjemahan : 
Kilauan cahaya putih yang membutakan mata 
Menerangi langit di atas Gaza malam ini 
Orang-orang berlarian mencari perlindungan 
Tidak tahu apakah mereka hidup atau mati 

Mereka datang dengan tank dan pesawat mereka 
Dengan berkobaran api yang merusak 
Dan tidak ada yang tersisa 
Hanya suara yang terdengar di tengah asap tebal 

Kami tidak akan menyerah 
Di malam hari, tanpa perlawanan 
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami 
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati 
Kami tidak akan menyerah 
Di Gaza malam ini 

Perempuan dan anak-anak sama 
Dibunuh dan dibantai tiap malam 
Sedangkan pemimpin yang disebut negara-negara jauh 
Berdebat tentang siapa yang salah atau kanan 

Tapi kata-kata tak berdaya mereka sia-sia 

Dan bom pun berjatuhan seperti hujan asam 
Tapi melalui tetes air mata dan darah serta rasa sakit 
Anda masih bisa mendengar suara itu di tengah asap tebal 

Kami tidak akan menyerah 
Di malam hari, tanpa perlawanan 
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami 
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati 
Kami tidak akan menyerah 
Di Gaza malam ini 

Michael Heart Donasikan penjualan lagu Song For Gaza kepada anak-anak korban Israel di Gaza 

Lewat lagu Song For Gaza atau Gaza Tonight inilah, Michael Heart, seorang musisi Amerika melukiskan betapa perih perasaan anak-anak di Gaza, yang terpaksa harus kehilangan ayah atau ibunya, yang menyaksikan betapa rumah tempat tinggal mereka luluh lantak di depan mata sendiri, melihat sekolah mereka yang hancur binasa, lalu masjid, lalu ....semuanya binasa. 

Bahkan tidak hanya terhenti di situ saja, Michael Heart yang nota bene bukan siapa-siapanya anak-anak Gaza, sampai rela untuk tidak menjual lagu MP3 Song For Gaza tersebut. 
Padahal lagu tersebut berhasil merebut hati pendengar dan meledak di pasaran. 

Bahkan sedari awal, Michael Heart sudah meniatkan untuk tidak mencari keuntungan bagi dirinya sendiri lewat lagu song for gaza ini, apapun hasilnya. 

Awalnya, Heart berencana menjual CD lagu MP3 Song For Gaza itu dan hasil penjualannya akan didonasikan untuk kepentingan amal kemanusiaan bagi penduduk Gaza. 
Namun ia merasa sulit jika harus mendonasikan sendiri hasil penjualan CD MP3 We Will Not Go Down tersebut. 
Hingga akhirnya dia memutuskan agar semua orang bisa mendownload gratis lagu tersebut. 

Saat merilis lagu "We Will Not Go Down (Song for Gaza)", ia mengizinkan masyarakat dunia untuk mengunduh lagunya secara gratis namun menganjurkan pendengar untuk memberikan donasi bagi warga Palestina.
Dan Heart berharap, setelah mendengarkan tersebut, orang-orang akan terketuk hatinya, dan membantu penderitaan rakyat Palestina di Gaza dengan mendonasikan uangnya ke lembaga atau organisasi kemanusiaan untuk meringankan penderitaan rakyat Palestina. 

Bagi Michael Heart pribadi, sudah sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan atas lagu tersebut. 
Yang ia harapkan adalah agar setiap orang yang masih mempunyai hati nurani, mendukung perjuangan rakyat Palestina dan membantu mereka walau hanya dengan berupa doa. 
Sebab bagi Heart – yang saat ini bahkan belum diketahui entah beragama apa – agresi Israel di Palestina bukan lagi masalah ras ataupun masalah agama. 

Siapa Michael Heart ? 

Michael Heart, adalah seorang pemusik Amerika Serikat. Ia lahir di Suriah dan kedua orangtuanya berasal dari Suriah, nama aslinya Annas Allaf. Michael Heart tumbuh besar dengan berbagai macam latar belakang budaya. 
Ia besar di Swiss, Austria, Timur Tengah, dan Amerika Serikat 

Michael Heart sendiri mulai bermain gitar dan piano saat usianya 10 tahun. Ketika menginjak usia remaja, Heart mulai membuat lagu dan menyanyikannya sendiri. 
Setelah lulus kuliah dari jurusan teknik audio (audio engineering) di Full Sail University, California, tahun 1990, Michael Heart pindah ke Los Angeles. 
Heart kemudian membuka studio rekaman lokal di rumahnya. Dan disanalah Heart mulai mengasah kemampuannya sebagai seorang teknisi rekaman dan gitaris. 

Dengan kemampuannya, Michael Heart telah bekerja sama dengan sejumlah artis terkemuka selama 18 tahun terakhir, terdiri dari Brandy, Will Smith, Toto, Natalie Cole, The Temptations, Phil Collins, Patty LaBelle, The Pointer Sisters, Earth Wind & Fire, Ricky Lee Jones, Lou Rawls, Jesse McCartney, Hillary Duff, Jessica Simpson, Jennifer Paige, Al Jarreau, K-Ci & Jojo, Deborah Cox, Monica, Taylor Dayne, Keiko Matsui, Steve Nieves, Luis Miguel dan Tarkan. 

Heart juga fasih dalam berbahasa Prancis. Hal ini mempermudah langkahnya untuk sejumlah artis Prancis: Calogero (The Charts), Marc Lavoine, dan Veronique Sanson. 
Ia juga pernah bekerjasama dengan produser David Foster. 

Sebagian besar pekerjaan Heart di dalam studio, tetapi, Ia juga berkeliling sebagai gitaris flamenco dan menjadi personel band smooth jazz, Jango. 

Michael Heart memperoleh perhatian dunia ketika ia menulis lagu We Will Not Go Down, yang merupakan bentuk simpatinya atas tragedi pembantaian Israel ke Gaza, Akhir Desember 2008 hingga Januari 2009. 

Lagu ini ia sediakan secara gratis untuk di-download dari situs pribadinya, tetapi ia menyarankan dalam situsnya untuk memberikan donasi untuk Gaza melalui United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East. 

Hingga 9 Februari 2009, We Will Not Go Down telah di-view hingga 1,021,000 kali di Youtube, mp3-nya di-download sebanyak 325,000 kali, dan telah mendapatkan email respon sebanyak 10,000 email, komentar dan pesan. 

Michael Heart juga merilis album Unsolicited Material yang beraliran pop/rock dengan tema yang serius, misalnya kekerasan rumah tangga (Finally Free) perzinaan (Living in Sin), dan perang (Damaged World) 

Penderitaan rakyat Palestina khususnya anak-anak di Gaza adalah murni masalah tragedi kemanusiaan yang nyata. 
Bagaimana dengan anda ? 
Simak juga :