Wisata Lebaran Dengan Kereta Api Bergerigi, Satu Satunya Di Asia Tenggara Ada di Ambarawa

Daftar Isi Artikel
Ambarawa adalah sebuah kota kecamatan yang terletak di Kabupaten Semarang, Propinsi Jawa Tengah, yang berjarak hanya beberapa jam perjalanan darat dari Semarang sebagai ibukota Propinsi. 
Tepatnya sekitar 35 kilometer dari Kota Semarang Jawa Tengah. 
Pada masa kerajaan Mataram (Amangkurat II) kawasan ini bernama Limbarawa
Menurut catatan sejarah, Ambarawa dulunya pernah menjadi ibu kota Kabupaten Semarang. 
Dalam sejarah, Ambarawa sangat dikenal karena terjadinya peristiwa pertempuran sengit pada 20 Oktober - 15 Desember 1945 antara Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan Sekutu NICA yang kemudian dikenang sebagai Pertempuran Palagan Ambarawa yang sangat epik dengan taktik Supit Urang yang diterapkan oleh Jenderal Sudirman
Berbeda dengan Semarang yang terletak di wilayah pesisir, Ambarawa terletak di daerah pegunungan. Sehingga daerah Ambarawa dan sekitarnya mempunyai hawa yang cukup sejuk. 
Itulah yang menjadikan daerah Ambarawa dan sekitarnya sering menjadi tujuan wisata. 

Destinasi Wisata di Ambarawa 

Sebagai daerah yang berhawa sejuk, Ambarawa memiliki destinasi wisata yang khas, antara lain :

1.Obyek wisata kompleks Candi Gedong Songo 

Candi Gedong Songo adalah candi utama di dekat Ambarawa, terletak di lereng Gunung Ungaran, Desa Candi, Bandungan (sekitar 1 jam dari pusat Ambarawa). 
Candi Gedong Songo ditemukan pertama kali oleh Sir Thomas Stamford Raffles pada tahun 1740, awalnya hanya ditemukan 7 candi (Gedong Pitu) sebelum akhirnya ditemukan 2 lagi oleh Van Stein Callenfels pada 1908-1911. 
Candi Gedong Songo adalah situs peninggalan Hindu abad ke-8/9 (Dinasti Sanjaya/Syailendra) yang terdiri dari sembilan candi tersebar di ketinggian 1.200 mdpl dengan pemandangan alam memukau, hutan pinus, serta pemandian air panas. 
Selain candi Gedong Songo masih banyak terdapat situs peninggalan sejarah yang sangat langka, yang kebanyakan berupa candi peninggalan jaman kerajaan Hindu. 

2. Benteng Willem I (Benteng Pendem) 

Benteng Willem I atau Fort Willem I atau lebih dikenal sebagai nama Benteng Pendem Ambarawa adalah sebuah benteng peninggalan pemerintahan kolonial Belanda yang berlokasi di Bugisari, Lodoyong, Kecamatan Ambarawa yang dibangun antara tahun 1834-1853. 
Terletak di belakang RSUD Ambarawa dan dekat dengan Museum Kereta Api Ambarawa, berada di dalam kompleks Lapas Kelas II Ambarawa. 
Dinamakan Benteng Pendem (Ambarawa) karena struktur bangunan ini dibawah tanah/terkubur di dalam tanah (ke-pendem : jawa). 
Selain Benteng Pendem (Ambarawa) ada juga Benteng Pendem di Cilacap. 
Benteng Pendem Ambarawa ini unik, karena berbeda dengan benteng-benteng peninggalan pemerintahan kolonial lainnya. 
Benteng Willem I ini konon merupakan benteng terbesar di Jawa.

3.Gua Maria Kerep Ambarawa 

Gua Maria Kerep Ambarawa (disingkat GMKA), adalah sebuah tempat ziarah Katolik yang terletak di Jalan Tentara Pelajar, Dusun Kerep, Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa. 
Gua Maria Kerep Ambarawa dikenal karena patung-patung Maria yang ada di dalamnya. Patung-patung ini menjadi pusat perhatian dan doa bagi para peziarah yang datang. 
Ibadah di gua ini sering diadakan pada momen tertentu dalam kalender liturgi Katolik, seperti perayaan hari besar dan hari-hari tertentu dalam kalender Katolik. 
Gua ini merupakan salah satu tempat yang dianggap suci dan penting bagi umat Katolik di Indonesia, terutama di daerah Jawa Tengah 

4.Museum Kereta Api Ambarawa 

Museum Kereta Api Indonesia (Indonesian Railway Museum) awalnya adalah sebuah stasiun kereta api bernama Stasiun Willem I, yang dibangun oleh Nedherlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) dan diresmikan pada tanggal 21 Mei 1873 bersamaan pembukaan lintas Kedungjati-Ambarawa.
Setelah di non aktifkan pada tahun 1976, Stasiun Ambarawa dicanangkan sebagai Museum Kereta Api oleh Gubernur Jawa Tengah, Supardjo Rustam. 
Tujuannya untuk menyelamatkan peninggalan lokomotif uap serta sebagai salah satu daya tarik wisata di Jawa Tengah. 
Stasiun Ambarawa saat itu masih menyimpan teknologi kuno yang masih bisa dioperasikan.   
Kini, Museum Ambarawa atau Indonesian Railway Museum (IRM) yang berada di pusat kota menampilkan koleksi perkereta-apian dari masa Hindia Belanda hingga pra kemerdekaan RI 
Beberapa koleksi sarana perkereta-apian heritage antara lain 26 Lokomotif Uap, 4 Lokomotif Diesel, 5 Kereta dan 6 Gerbong dari berbagai daerah.   
Selain menjadi tempat wisata sejarah, museum ini dapat disewa untuk kegiatan Pameran, Ruang Pertemuan, Pemotretan, Shooting, Pesta Pernikahan, Festival, Bazar, Pentas Seni, Workshop, dsb.    

5.Kereta api bergerigi Ambarawa 

Dan yang terakhir tapi tidak boleh ditinggalkan tentu saja adalah wisata Kereta api bergerigi Ambarawa. Kenapa ? 
Karena pada saat ini, merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara.

Apa itu kereta api bergerigi (rack railway) 

Kereta api bergerigi (rack railway) adalah satu teknologi khusus perkereta-apian yang jarang, dengan jumlah operasional yang terbatas di seluruh dunia, terutama di wilayah pegunungan, misalnya Swiss. Indonesia dulunya dua jalur rel bergerigi, yaitu di Ambarawa-Bedono dan Lembah Anai, Padang Panjang. 
Namun pada saat ini jalur kereta api bergerigi Lembah Anai, Padang Panjang sudah tidak dioperasikan lagi. Jadi tinggal kereta api bergerigi jalur Ambarawa-Bedono yang merupakan satu-satu yang masih aktif di Indonesia sebagai kereta wisata. 
Jalur kereta api khusus bergerigi dibangun pada 1 Februari 1905 sebagai bagian pembangunan jalur kereta api ke Secang-Magelang. 
Pembangunan rel khusus bergerigi ini dilakukan oleh perusahaan swasta Belanda, Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). 
Rel kereta api khusus yang dibangun berupa rel dengan rel gigi di tengahnya (sistem ABT) untuk memberikan daya cengkeram tambahan pada jalur pegunungan yang curam hingga 65 derajat pada titik tertentu. 

rel ka bergerigi

Lokomotifnya juga digunakan lokomotif uap khusus yang roda giginya mengunci rel bergerigi di bawahnya. 

roda ka bergerigi

Jalur ini awalnya digunakan untuk memfasilitasi mobilitas militer kolonial Belanda menghubungkan Magelang dengan benteng Willem I di Ambarawa dan untuk mengangkut hasil bumi. 
Dan kini menjadi satu-satunya jalur kereta api rel bergerigi yang aktif di Indonesia untuk wisata kereta api, menghubungkan Ambarawa-Jambu-Bedono (PP) dan menjadi andalan Museum Kereta Api Ambarawa. 

Keunikan wisata kereta api bergerigi Ambarawa 

Mengapa disebut unik ? 

1.Jalur wisata kereta api ini satu-satunya di  Asia Tenggara 

Jalur wisata kereta api yang menjadi andalan Museum Kereta Api Ambarawa ini merupakan satu-satunya di Indonesia.
Bahkan merupakan satu-satunya jalur rel bergerigi yang masih beroperasi di Asia Tenggara 

wisata kereta api bergerigi ambarawa

Teknologi perkereta-apian ini umumnya hanya ditemukan di negara-negara dengan kontur geografis yang curam.
Jalur ini merupakan salah satu dari sedikit yang tersisa di dunia (bersama Swiss dan India). Jadi mumpung masih ada, silahkan dinikmati, sehingga tidak harus pergi ke Swiss nantinya. 

2.Naik kereta api laiknya naik roll coaster 

Naik mobil di medan menanjak pegunungan saja sudah berat dan bikin deg-degan. 
Apalagi ini naik kereta api. 
Jalur kereta api antara Jambu dan Bedono (bagian dari lintas Ambarawa-Secang) terkenal sebagai salah satu jalur kereta api pegunungan yang paling ekstrem di Indonesia. 
Bayangkan, tingkat kemiringannya bahkan mencapai 65 derajat pada bagian tertentu di lereng perbukitan (Telomoyo/Merbabu). 
Perbedaan ketinggian yang menghubungkan jalur ini sekitar 232 mdpl (Stasiun Jambu =sekitar 479 mdpl, Stasiun Bedono sekitar 711 mdpl). 
Jadi naik kereta api bergerigi Ambarawa, laiknya naik roll coaster, berkelok-kelok, naik turun. 

ka bergerigi jambu bedono ambarawa

Namun karena menggunakan Rel Bergerigi (Cog Railway) dan kereta api bergerigi maka perjalanan ini menjadi aman tanpa slip bahkan menyenangkan untuk ditempuh. 

3.Pemandangan alam yang memikat 

Selama perjalanan, penumpang akan disuguhi pemandangan alam pegunungan yang memanjakan mata, perbukitan dan Gunung Merbabu. 
Terutama pemandangan lembah yang hijau antara Gunung Ungaran dan Gunung Merbabu dapat disaksikan sepanjang perjalanan akan menyejukkan mata. 

4.Menggunakan lolomotif uap jadul nan kuno 

Penumpang akan bernostalgia ke jaman lampau, menikmati naik lokomotif hitam legam yang kini tidak bisa dijumpai lagi. 
Untuk melayani wisata kereta api bergerigi biasanya digunakan lokomotif uap kuno yang dirawat khusus untuk operasional wisata. 
Kereta api bergerigi Ambarawa rute Ambarawa-Jambu-Bedono menggunakan lokomotif uap kuno B2502/B2503 buatan Jerman.

kereta kuno bergerigi b2502

5. Menikmati gerbong kereta kayu nan klasik 
Kereta wisata menggunakan gerbong penumpang kayu model tempo dulu, memberikan pengalaman autentik layaknya zaman kolonial. 

Wisata Kereta api bergerigi Railway Mountain Tour dan tarifnya 

Kereta Api wisata Ambarawa merupakan Kereta api loko uap bergerigi yang beroperasi di lintas Ambarawa-Bedono. 
Karena struktur geografisnya yang berada di daerah pegunungan maka lintasan Ambarawa Bedono ini disebut dengan nama Railway Mountain Tour
Lokomotif yang digunakan merupakan lokomotif yang sudah sangat tua, yaitu Lok B2503, KA Ambarawa ini menggunakan kereta kayu CR 56-1 DAN CR 63-1.

Namun meski begitu Kereta api ini masih mampu mengangkut hingga 100 penumpang. 
Pada paket wisata KA Ambarawa ini, waktu yang dibutuhkan sekitar 2 jam untuk perjalanan pulang pergi ( PP ) Ambarawa-Bedono. 
Dan ternyata lokomotif tua peninggalan Belanda ini ternyata dapat disewa untuk melaksanakan wisata unik ini. 
Bahkan dari catatan, dalam setiap bulannya Railway Mountain Tour ini rata-rata disewa sebanyak 16 hingga 17 kali. 

Dengan keunikan-keunikan tersebut, wisata kereta bergerigi Ambarawa dapat dijadikan salah satu pilihan untuk melakukan wisata saat lebaran. 
Dan jika tertarik untuk mencoba melakukan wisata unik saat lebaran dengan rombongan, bisa menyewa kereta bergerigi ini. 

Tarif Kereta Api Wisata Ambarawa yang menggunakan Lokomotif Uap ini dapat disewa dengan tarif dan kapasitasnya sebagai berikut : 
Ambarawa – Tuntang/Jambu ( PP ) : 1 lok uap + 1 kereta = Rp. 10.000.000 
Ambarawa – Tuntang/Jambu ( PP ) : 1 lok uap + 2 kereta = Rp. 12.500.000 
Ambarawa – Tuntang/Jambu ( PP ) : 1 lok uap + 3 kereta = Rp. 15.000.000 
Ambarawa – Tuntang/Jambu ( PP ) : 1 lok Diesel + 1 kereta = Rp. 5.000.000 
Ambarawa – Tuntang/Jambu ( PP ) : 1 lok Diesel + 2 kereta = Rp. 7.500.000 
Ambarawa – Tuntang/Jambu ( PP ) : 1 lok Diesel + 3 kereta = Rp. 10.000.000 
Ambarawa – Bedono ( PP ) : 1 lok uap + 2 kereta = Rp. 15.000.000 

Info Pemesanan Kereta Wisata 

Untuk Informasi Pemesanan Kereta Wisata Sewa & Persewaan Lahan Indonesian Railway Museum langsung ke 
Telpon : 081325709010 
Email : ambarawa@kawisata.id