Cara Mengatasi Masalah Air Sumur Berbau.Lengkap, Sesuai Jenis Baunya
Daftar Isi Artikel
Hingga saat ini masyarakat Indonesia umumnya menggunakan air sumur untuk memenuhi hajat hidup sehari-hari, terutama di pedesaan atau kota kecil. Sedangkan di kota-kota besar, lazimnya menggunakan air PDAM.
Air sumur dikategorikan sebagai air tanah (groundwater).
Salah satu permasalahan yang terkadang ditemui pada air sumur adalah masalah air sumur yang berbau., yang bisa disebabkan oleh beberapa factor.
Artikel ini akan mengupas permasalahan tersebut, beserta solusinya.
Tentang sumur dan air sumur
Definisi dari air sumur adalah sumber air tanah yang diambil dari lapisan akuifer di bawah permukaan bumi melalui metode penggalian tradisional atau pengeboran.
Sumur yang dibuat dengan metode penggalian tradisional umumnya disebut sebagai sumur gali / sumur srumbung / sumur timba / sumur konvensional.
Sedangkan sumur yang dibuat dengan proses pengeboran, masyarakat umum sering menyebutnya sebagai sumur bor (meskipun sebenarnya ada berbagai jenis sumur bor).
Kelebihan air sumur
Pada titik lokasi yang tepat – misal : jauh dari selokan, sungai, atau septic tank – karena air sumur memang langsung diambil dari perut bumi dengan mengalami proses filtrasi / disaring secara alami melalui berbagai lapisan batuan dan tanah, memiliki beberapa kelebihan, antara lain :
- dianggap lebih bersih
- lebih segar
- memiliki kandungan mineral tinggi dibandingkan air permukaan
- persediaan melimpah
- dan yang jelas harganya jauh lebih murah
Karena itu sering langsung digunakan tanpa melalui proses dis-infektasi.
Meski demikian, kualitas dari air sumur dapat dipengaruhi oleh beberapa factor, misalnya : lokasi, kondisi lingkungan sekitar, serta aktivitas manusia.
Yang mana baik buruknya air sumur secara umum dapat diukur berdasarkan beberapa parameter, antara lain : warna, rasa, bau, pH dan kadar mineral.
Jenis-jenis air sumur / air tanah
Air sumur / sumur yang umum digunakan masyarakat, biasanya dibedakan menjadi 2 golongan
1.Air sumur dangkal (Air Tanah Freatik)
Terletak di atas lapisan kedap air (impermeabel) pertama, tidak jauh dari permukaan tanah.
Karena tidak terlalu dalam, air sumur/sumur jenis ini umumnya dibuat dengan penggalian manual, sering disebut sebagai sumur konvensional atau sumur gali atau sumur srumbung atau sumur timba (karena untuk mengambil air digunakan timba, meski saat ini umumnya sudah menggunakan pompa air)
2.Air sumur dalam (Air Tanah Artesis)
Air sumur dalam dibuat dengan melakukan pengeboran, menembus akuifer bertekanan.
Air sumur ini terletak di antara dua lapisan batuan kedap air (impermeable/akuifer tertekan), pada kedalaman kedalaman 30-80 meter.
Selain penggolongan di atas, masih ada penggolongan lainnya, misalnya :
1. Berdasar asal-usulnya, ada 3 yaitu :
-Air Tanah Meteorik (Vados)
Air yang berasal dari air hujan yang meresap masuk (infiltrasi) ke dalam tanah melalui pori-pori bebatuan. Ini merupakan sumber utama air tanah.
-Air Tanah Juvenil (Magmatik)
Adalah air yang baru pertama kali keluar ke permukaan bumi dari dalam bumi, bisa dikarenakan akibat aktivitas vulkanik (magma) ataupun aktivitas geologi lainnya.
-Air Konat /Connate (Fosil)
Merupakan air yang terperangkap dalam pori-pori batuan sedimen selama proses pengendapan ribuan hingga jutaan tahun lalu saat batuan tersebut terbentuk.
Air konat ini biasanya memiliki kadar garam yang tinggi.
2.Berdasar Jenis Akuifer (Aliran)
-Akuifer Bebas (Unconfined)
Air tanah yang terhubung langsung dengan tekanan atmosfer (freatik).
-Akuifer Tertekan (Confined)
Air tanah yang terkurung di bawah lapisan impermeabel (artesis).
-Akuifer Semi-Tertekan/Bebas
Kombinasi di mana lapisan pembatasnya tidak sepenuhnya kedap air.
3. Berdasarkan Kualitas/Kandungan
-Air Tanah Payau
Air tanah payau yang sering ditemukan di daerah pesisir, merupakan campuran air tawar dan air laut, sehingga memiliki kadar garam yang cukup tinggi.
-Air Tanah Mineral
Adalah air tanah yang mengandung konsentrasi mineral tinggi (kalsium, magnesium) yang larut dari batuan yang dilaluinya selama proses peresapan.
Bagi masyarakat awam, penggolongan air di atas mungkin kurang relevan, namun bagi yang bergerak di bidang pengeboran sumur, pemahaman tentang penggolongan ini sangat penting untuk menentukan teknik pengeboran dan kualitas air yang akan dihasilkan.
Jenis-jenis sumur
Ada berbagai jenis sumur cara pembuatannya dan fungsinya, antara lain :
1.Sumur Gali (Konvensional)
Sumur yang dibuat dengan menggali tanah secara manual.
Cocok dibuat pada tanah dengan kedalaman air tanah yang dangkal. Biasanya berdiameter cukup lebar sekitar 80cm-100 cm, dengan kedalaman sekitar 10 m.
Di masyarakat (Jawa khususnya ) sering disebut sebagai sumur srumbung atau sumur timba.
Karena sumber air tidak terlalu jauh / dalam dari permukaan, sumur gali / sumur srumbung inilah yang paling berpotensi mengalami kontaminasi.
2.Sumur Bor
Dibuat menggunakan mesin bor, baik secara bor manual ataupun menggunakan mesin.
Kedalamannya lebih dari sumur gali sehingga relatif lebih higienis.
Sumur bor ini dapat terbagi menjadi:
a.Sumur Bor Dangkal (Shallow Well)
Yaitu Sumur bor dengan kedalaman 10-30 meter, umumnya digunakan untuk rumah tangga.
b.Sumur Bor Dalam (Deep Well)
Yaitu sumur bor dengan kedalaman >30 meter, mencapai akuifer stabil.
3.Sumur Artesis (Artesian Well)
Jenis sumur bor yang menembus akuifer bertekanan, sehingga air naik ke permukaan tanpa pompa, sering digunakan untuk kebutuhan industri atau perumahan skala besar.
4.Sumur Pantek (Driven Well)
Sumur yang dibuat dengan memasukkan pipa (casing) secara vertikal ke dalam tanah.
5.Sumur Resapan
Adalah sumur yang berfungsi untuk menampung dan meresapkan air hujan ke dalam tanah, membantu konservasi air tanah, bukan untuk mengambil air.
6.Sumur Pantau/Imbuhan
Sumur pantau dibuat bukan untuk penggunaan/konsumsi.Sumur pantau dibuat khusus untuk memantau kualitas atau kuantitas air tanah.
Umumnya digunakan di bidang industri.
Jenis bau air sumur, penyebab dan cara mengatasinya
Jenis bau yang lazim ditemui pada air sumur di pemukiman penduduk di Indonesia, antara lain :
1.Bau Comberan/bau selokan
Bau khas seperti air comberan / air selokan pada air sumur merupakan akibat dari adanya kontaminasi dari lingkungan sekitarnya.
Biasanya, kontaminasi dari limbah domestik, bisa berasal dari septic tank, selokan, atau saluran air yang berada di dekat sumur.
Sering terjadi pada sumur gali / sumur srumbung atau sumur dangkal lainnya.
Dan lazim terjadi pada sumur di area pemukiman yang padat penduduknya atau kawasan perumahan,dimana jarak antar rumah sangat berdekatan.
Cara mengatasi air sumur bau comberan/air selokan
Air sumur yang berbau comberan / bau selokan dikarenakan adanya aktivitas mikroorganisme / bakteri yang menjadi kontaminan pada badan air.
Secara prinsip cara mengatasi air sumur bau comberan/air selokan dapat dilakukan dengan 2 cara :
1.Menghentikan/mengisolir sumber polutan :
a.Masalah air sumur bau comberan/air selokan, secara teknis dapat diatasi.
Namun prakteknya cukup rumit, karena selama sumber polutannya masih ada, maka air sumur akan tetap terkontaminasi, sehingga berbau.
b.Untuk mengatasi masalah air sumur bau comberan secara permanen, jika memungkinkan :
-Isolasi sumber polutan.
Misal, jika polutan berasal dari selokan, bersihkan selokan dan buat selokan kedap air ( misal dibeton/diplester ulang), dan jaga agar tidak terjadi genangan selokan
-Pindahkan lokasi sumur ke lokasi lain yang lebih aman.
Atau jika dicurigai berasal dari septic tank (yang bocor) perbaiki dan gunakan septic tank kedap air atau pindahkan lokasi septic tank.
-Membuat septic tank komunal.
Ini pilihan paling memungkinkan terutama pada pemukiman padat penduduk atau kawasan perumahan. Terutama pula jika kontaminasi sudah meluas.
c.Jika langkah di atas bisa dilakukan, selanjutnya kuras air sumur hingga sisa air yang terkontaminasi habis/hilang.
2.Mematikan mikroorganisma/bakteri penyebab bau air sumur
Jika point (1) tidak mungkin dilakukan, maka harus dilakukan perlakuan tertentu pada badan air sumur secara kontinyu.
Metode perlakuan air sumur tersebut adalah dengan mematikan dan atau meminimasi mikroorganisme dengan melakukan Disinfektasi / Chlorinasi pada air sumur
Caranya :
-Disinfektasi atau Chlorinasi dapat dilakukan dengan menggunakan bahan kimia, yang umum digunakan antara lain : Hidrogen Peroksida, Chlorin, dan kaporit (padat, cair)
Penggunaan kaporit cair (Sodium Hypochlorit) relatif lebih mudah, lebih aman dan lebih ekonomis, meski efektifitasnya lebih rendah.
Chlorin umum digunakan pada skala industri, karena efektif, namun biayanya lebih tinggi dan harus hati-hati dalam penggunaannya.
- Cara effisien untuk mendisinfektasi air sumur adalah dengan menginjeksikan/menyuntikkan bahan kimia di atas (digunakan dalam bentuk cairan) pada air keluaran (output ) pompa air sumur, secara kontinyu dengan dosis tertentu.
Dosis klorinasi yang aman untuk air minum adalah residu klorin bebas berkisar antara 0,2 – 0,6 ppm (mg/L), dengan kadar maksimal yang diizinkan hingga 4 mg/L atau 4 ppm (tergantung standar kesehatan dan kebutuhan desinfeksi).
Disinfektansi dengan Klorinasi efektif membunuh bakteri dan virus dalam 5-10 menit.
- Setelah didisinfektasi, air sumur sebaiknya dialirkan ke dalam filter carbon aktif/disaring dengan carbon aktif.Carbon aktif efektif menghilangkan bau.
-Perlakuan lanjutan, bisa dilakukan dengan proses aerasi, yaitu dengan “menyuntikkan” udara/oksigen ke dalam badan air.
Selain meningkatkan kadar oksigen dalam air, Aerasi efektif menghilangkan bau.
Meski hasilnya bagus, proses kurang kompatibel dan kurang ekonomis dilakukan untuk skala rumah tangga.
2.Bau khas telur busuk / bau khas belerang terutama saat dipanaskan/dimasak
Aroma/bau telur busuk pada air sumur disebabkan oleh oleh adanya senyawa kimia H2S (Hydrogen Sulfida). Adanya senyawa H2S ini bisa disebabkan karena adanya aktivitas bakteri sulfur atau reaksi kimia alami tanah.
Bakteri sulfur/sulfat (pengonsumsi sulfat/pereduksi sulfur) dapat ditemukan baik pada sumur dangkal maupun sumur dalam.
Bakteri sulfur/sulfat berkembang biak di lingkungan minim oksigen dan kaya mineral.
Bakteri sulfur/sulfat lebih sering ditemukan pada sumur yang jarang dibersihkan atau tanahnya memiliki kandungan sulfat alami tinggi.
Air sumur yang tercemar bakteri sulfur/sulfat dapat berasal melalui sistem pembuangan limbah, di dekat endapan batubara dan gambut, di ladang minyak, dan yang paling umum dari bakteri besi dan sulfur.
Ciri air yang mengandung H2S :
- Selain berbau seperti telur busuk/belerang, ciri lain dari air sumur yang mengandung H2S adalah
- Adanya lendir berwarna putih, abu-abu, atau kehitaman pada tangki atau pipa.
- Adanya Noda hitam atau korosi pada peralatan kamar mandi.
Cara mengatasi air sumur bau khas telur busuk / bau khas belerang
a.Agar lebih efektif, kuras air sumur terlebih dulu, bisa dilakukan pemompaan secara terus menerus beberapa jam
b.Menggunakan garam dapur untuk menghilangkan bau telur busuk pada air sumur
Garam dapur memiliki sifat antiseptik alami dan kemampuan mengikat partikel (koagulasi) penyebab bau. Karena itu dapat digunakan untuk mengatasi masalah bau telur busuk.
Namun garam bisa digunakan jika tingkatannya ringan.
Langkahnya :
-Larutkan 250 - 500 gram garam dapur (jumlah menyesuaikan kondisi air sumur) ke dalam satu ember penuh air.
-Aduk hingga garam benar-benar larut.
-Tuangkan larutan garam tersebut ke dalam sumur.
-Diamkan selama 6 jam-8 jam
-Jika air masih berbau, ulangi proses tersebut beberapa kali.
c.Menggunakan kombinasi treatment tawas dan chlorine shock untuk menghilangkan bau khas telur busuk pada air sumur.
Jika cara di atas (b) belum bisa mengatasi masalah bau telur busuk pada air sumur, bisa digunakan cara (c) berikut.
Beberapa orang hanya menggunakan tawas atau hanya kaporit untuk mengatasi masalah bau telur busuk. namun hasilnya tidak efektif.
Yang efektif adalah dengan melakukan kombinasi treatment tawas dan kaporit (chlorine shock).
Tawas untuk mengendapkan, chlorine shock untuk membunuh bakteri sulfur.
•Treatment tawas
-Larutkan tawas ke dalam air.
Patokan sederhananya adalah : 3-5 sendok makan (50-100 gram) tawas untuk 1 liter.
-Aduk sampai rata.
-Tuangkan/masukkan larutan tawas ke dalam air sumur.
Jika ingin lebih efektif dan lebih cepat bisa digunakan PAC (Poly Aluminium Chloride) dan dipercepat dengan penambahan flokulant.
•Chlorin shock
Setelah treatment tawas pada air sumur dilanjut dengan perlakuan chlorin shock.
Klorin shock (klorinasi kejut) adalah metode disinfeksi air sumur dengan cara menambahkan klorin konsentrasi tinggi ke dalam air sumur dengan tujuan membunuh bakteri, virus, dan mikroorganisme berbahaya.
Chlorine shock sebenarnya adalah langkah koreksi/darurat yang bisa dilakukan ketika terjadi masalah kontaminasi pada air sumur
Ada beberapa jenis bahan kimia yang bisa digunakan untuk chlorine shock.
Bahan kimia yang mudah diperoleh dengan harga ekonomis namun hasilnya maksimal adalah dengan mengunakan kaporit bubuk (Calcium Hypochlorite) dengan kadar 60% atau 90% (TCCA).
Untuk memastikan sanitasi yang efektif, bisa digunakan kadar/dosis 50 hingga 200 ppm (parts per million).
Langkahnya :
-Larutkan Calcium Hypochlorite ke dalam air
-Tuangkan/tambahkan ke dalam air sumur
-Diamkan air sumur. Efektif selama 12 jam – 24 jam. Pada kondisi mendesak minimal 8 jam
-Kuras dan bilas/flushing
Setelah proses ini air sumur tidak boleh langsung digunakan, karena kadar chlorine yang tinggi bisa berbahaya bagi kesehatan.
Lakukan pengurasan/pembilasan/flushing sehingga air sumur tidak lagi berbau kaporit/chlorine.
Dengan metode ini, bau khas telur busuk pada air sumur biasanya teratasi/hilang.
Namun jika tidak/belum hilang – yang ini menandakan terjadinya kontaminasi berat – bisa dilakukan langkah (d) berikut.
d. menghilangkan bau telur busuk pada air sumur dengan melakukan kombinasi semua perlakuan di atas :
-kuras air sumur
-lakukan treatment tawas dan chlorine shock
-lakukan injeksi larutan sodium hipochlorit (dosis : lihat point.2) secara kontinu pada aliran air sumur
-lakukan filtrasi/penyaringan dengan karbon aktif
-jika memungkinkan, lakukan metode aerasi karena hasilnya lebih sempurna.
Jika tidak memungkinkan, tidak apa-apa
-injeksi Sodium Hipochlorit bisa dihentikan ketika bau telur busuk sudah tidak tercium lagi.
3.Bau logam / karat besi
Terciumnya bau logam / karat besi pada air sumur memang disebabkan karena adanya kandungan logam yang cukup tinggi pada air sumur tersebut.
Umumnya besi (Fe) dan Mangaan (Mn).
Cara mengatasi air sumur bau logam / karat besi
-Agar efektif, bersihkan dan kuras air sumur terlebih dulu
-Lakukan treatment tawas dan chlorine shock
-Lakukan proses penyaringan/filtrasi dengan carbon aktif
Air sumur yang berbau logam/karat besi umumnya dikarenakan kandungan zat tersebut di lingkungan sekitarnya tinggi, sehingga sifatnya cenderung permanen.
Treatment tawas dan chlorine shock sifatnya temporer.
Maka untuk mengatasinya harus tetap dilakukan proses filtrasi carbon aktif dan secara berkala dilakukan treatment tawas dan chlorine shock.
-Jika memungkinkan, melakukan proses aerasi kontinyu pada air sumur bersamaan dengan proses filtrasi carbon aktif akan lebih maksimal hasilnya.
4. Bau apak tanah
Biasanya disebabkan karena sumur kurang terawat sehingga terjadinya pelapukan dan pembusukan bahan organik di dalam sumur.
Bau seperti ini relatif lebih mudah diatasi, yaitu dengan menghilangkan dengan sumber bau.
Cara mengatasi air sumur bau apak tanah
- Bersihkan dan kuras air sumur
- lakukan Treatment tawas dan chlorine shock
Kesimpulan
Masalah bau pada air sumur bisa disebabkan oleh bermacam hal. Oleh karena itu cara mengatasinya/menghilangkan bau juga bermacam dan berbeda tergantung penyebabnya.
Dimana metode penghilangan bau pada air sumur secara garis besar dapat dibagi menjadi 2, yaitu :
1.Menghilangkan sumber bau
2.Meminimasi/menghilangkan bau, apabila sumber bau tidak bisa dihilangkan
Lihat juga : Cara Mengatasi Masalah Air Sumur Yang Berkapur