Cara Membuat Sendiri Bensin AX : Oktan Tinggi Emisi Rendah Biaya Murah
Daftar Isi Artikel
Tetapi boleh jadi, belum begitu akrab dengan istilah bensin AX.
Apa bensin itu Bensin AX ?
Jika anda pergi ke POM bensin dan kemudian membeli / minta diisikan bensin AX ke kendaraan anda – dijamin – petugas POM pasti akan bingung.
Sebab bensin AX memang bukan bensin produk resmi Pertamina dan juga bukan merk resmi produsen bensin lainnya.
Bensin AX pada dasarnya adalah hasil kreasi inovatif beberapa anak bangsa untuk mensiasati tingginya harga BBM.
Pada awalnya istilah bensin AX ini lebih banyak digunakan oleh para penggila kecepatan untuk memacu dan menggeber kendaraannya agar menjadi lebih kencang.
AX sendiri adalah kependekan dari Acetone dan Xylene.
Acetone adalah salah satu senyawa hidrokarbon berupa cairan bening, tidak berwarna, mudah menguap, dan sangat mudah terbakar yang berfungsi sebagai pelarut organik paling sederhana dari golongan keton.
Nama lain dari Acetone adalah propanon atau dimetil keton dengan rumus kimia CH₃COCH₃.
Acetone sendiri sering digunakan untuk kebutuhan industri , kesehatan hingga di bidang kecantikan. Mulai dari pelarut plastik hingga pelarut kuteks.
Sedangkan Xylene (atau xilena) adalah cairan kimia hidrokarbon aromatik yang jernih, tidak berwarna, mudah terbakar, dan memiliki bau khas yang kuat.
Nama lainnya: Dimetilbenzena atau xylol. Rumus kimianya : C₈H₁₀ atau C₆H₄(CH₃)₂.
Isomer Xylene : Memiliki tiga jenis bentuk isomer yaitu ortho-xylene (o-xylene), meta-xylene (m-xylene), dan para-xylene (p-xylene)
Xylene juga sering digunakan untuk kebutuhan industri hingga di bidang kesehatan.
Acetone dan Xylene disini ditambahkan ke dalam bensin untuk memperbaiki dan meningkatkan sifat dan karakteristik bensin.
Acetone dan Xylene disini bisa dikatakan sebagai bahan additive bensin atau Fuel Additive.
Jadi bensin AX adalah bensin ( bisa berupa Pertalite atau Pertamax ) yang dimodifikasi dengan tujuan untuk meningkatkan performa / kinerjanya dengan penambahan bahan fuel additive berupa Acetone dan Xylene.
Angka Oktan BBM di Indonesia
Dalam bidang BBM dikenal adanya “Angka Oktan atau Research Octane Number (RON)”
Angka oktan atau Research Octane Number (RON) adalah tingkat ketahanan bahan bakar minyak (BBM) terhadap tekanan dan suhu tinggi di dalam mesin sebelum akhirnya tersulut oleh busi.
Angka oktan atau Research Octane Number (RON) juga dapat menunjukkan tingkat ketahanan bahan bakar minyak (BBM) terhadap pembakaran prematur atau knocking (suara ngelitik) di ruang bakar mesin.
Secara singkat, semakin tinggi angka oktan, semakin besar kemampuan BBM menahan tekanan agar tidak terbakar secara spontan yang bisa menyebabkan mesin ngelitik atau knocking.
Pembakaran spontan yang terjadi sebelum waktunya membuat tenaga mesin terbuang dan berisiko merusak komponen silinder.
Angka oktan tinggi memastikan bahan bakar terbakar secara teratur dan terkontrol.
Itulah sebabnya mesin dengan rasio kompresi tinggi memerlukan BBM yang memiliki nilai oktan tinggi. Sebaliknya, mesin berkompresi rendah tidak membutuhkan oktan terlalu tinggi agar kinerjanya tetap efisien.
Di Indonesia, ukuran angka oktan yang umum digunakan adalah RON (Research Octane Number)
Nilai Oktan BBM di Indonesia
• RON 88, Misalnya bensin Premium
BBM beroktan rendah yang kini sudah sebagian besar ditarik atau tidak dijual lagi oleh Pertamina.
• RON 90, Contohnya : Pertalite, Revvo 90
Merupakan BBM bersubsidi yang banyak digunakan kendaraan bermotor dengan rasio kompresi 9:1 hingga 10:1.
• RON 92, Contohnya : Pertamax, Shell Super, Revvo 92
Umumnya dipakai pada mobil dan motor modern berteknologi injeksi dengan rasio kompresi 10:1 hingga 11:1.
• RON 95, Contohnya : Shell V-Power, Pertamax Green.
BBM jenis ini cocok untuk kendaraan dengan rasio kompresi lebih tinggi (11:1 hingga 12:1).
• RON 98, Contohnya : Pertamax Turbo
BBM ini digunakan pada mesin berperforma tinggi atau kendaraan dengan rasio kompresi di atas 12:1.
Cara Pemilihan BBM : Hubungan Kompresi dengan Angka Oktan (RON)
• Kompresi < 9:1: Cocok menggunakan RON 88 atau RON 90.
• Kompresi 9:1 – 10:1: Cocok menggunakan Pertalite (RON 90) atau Pertamax (RON 92).
• Kompresi 10:1 – 11:1: Cocok menggunakan Pertamax (RON 92).
• Kompresi > 11:1: Cocok menggunakan RON 95 atau Pertamax Turbo (RON 98).
Lalu, apa sebenarnya manfaat dan keunggulan Bensin AX ?
Dalam bensin AX, Aceton ditambahkan dengan tujuan membersihkan kerak atau kotoran pada sistem injektor/karburator serta mempercepat penguapan bahan bakar agar pembakaran lebih sempurna.
Sedangkan Xylene ditambahkan dengan tujuan sebagai octane booster (penambah angka oktan) untuk mencegah mesin knocking (ngelitik) dan membuat pembakaran lebih bertenaga.
Bensin AX ini pada prinsip dasarnya adalah merubah “ bensin yang biasa menjadi bensin yang luar biasa” dengan cara memecah molekul dari bensin menjadi lebih kecil dan lebih cepat berbentuk uap atau diuapkan (vaporized).
Sehingga campuran bahan bakar – udara menjadi lebih kurus dan pembakaran menjadi optimal.
Jadi manfaat dan keunggulan bensin AX adalah :
- BBM dengan octane number (angka oktan) yang lebih tinggi
- agar pembakaran BBM di ruang bakar lebih sempurna
- mesin tarikannya menjadi lebih kuat dan bertenaga
- mencegah mesin ngelitik ( knocking)
- meningkatkan performa mesin
- ruang bakar dan mesin relative lebih bersih dari kerak
- dan ujung-ujungnya adalah untuk menghemat konsumsi BBM.
Dengan bahasa yang sangat sederhana : kendaraan menjadi irit bensin !
Berapa Angka Oktan (RON ) Bensin AX ?
Nilai Angka oktan (RON) dari campuran bensin Pertalite (basis RON 90) yang dicampur dengan Aceton (Aseton) dan Xylene (Silena) tergantung sepenuhnya pada persentase volume atau rasio perbandingan bahan yang dicampurkan.
Namun bisa diketahui dan dihitung dari Nilai Oktan Komponen Penyusun Bensin AX, yaitu :
• Pertalite: RON 90
• Aseton (C3H6O): RON sekitar 110
• Xylene (C8H10): RON sekitar 113 – 117 (tergantung isomer ortho, meta, para)
Karena Aseton dan Silena memiliki angka oktan yang jauh lebih tinggi daripada Pertalite, penambahan kedua zat ini ke dalam bensin Pertalite akan meningkatkan angka oktan total campuran tersebut.
Cara Menghitung Angka Oktan Campuran Bensin AX
Untuk mengetahui nilai oktan akhir dari Bensin AX yang dibuat, bisa digunakan rumus perbandingan volume linier sederhana (meskipun pada praktiknya bersifat non-linier) berikut :
RON campuran Bensin AX = ( % Pertalite x 90) + ( % Aseton x 110) + ( % Xylene x RON Xylene)
Contoh Simulasi perhitungan Angka Oktan (RON) Bensin AX
Jika mencampur 80% Pertalite (90) + 10% Aseton (110) + 10% Xilena (115), maka hasil angka oktan (RON) bensin AX yang didapat adalah :
(0,80 × 90) = 72
(0,10 × 110) = 11
(0,10 × 115) = 11,5
Estimasi RON Akhir campuran Bensin AX = (72 + 11 + 11,5 ) = 94,5
Hasil Uji Terbatas Bensin AX
Secara teoritis dan uji laboratorium terbatas, campuran bensin AX memang dapat memberikan beberapa dampak instan, yaitu :
-Pengurangan Emisi pembakaran bensin
Penambahan Aceton dan Xylene dalam takaran yang sangat presisi dapat menurunkan kadar gas beracun Karbon Monoksida (CO) dan Hidrokarbon (HC) pada sisa gas buang karena pembakaran menjadi lebih tuntas.
-Peningkatan Oktan bensin
Mesin terasa lebih responsif dan minim ketukan karena nilai oktan bahan bakar naik akibat kontribusi Xylene.
Cara Membuat Sendiri Bensin AX
Lalu, bagaimana cara membuat bensin AX ini ?
Sangat sederhana.
Bahan utamanya – tentu saja – bensin itu sendiri.
Bahan tambahannya ( additiv ) adalah Acetone dan Xyene ( Xylol ).
Campur ketiganya, jadi : Bensin + Acetone + Xylene.
Langkah pembuatan, komposisi dan penggunaan bensin AX
● Persiapkan dulu AX nya,
yaitu dengan mencampurkan Acetone sebanyak 2 Liter dengan Xylene sebanyak 1 liter
● Simpan dalam jerigen yang tertutup rapat, karena bahan ini mudah menguap
● Perhatian :
Ketika menangani dan mencampur bahan ini agar jauh dari panas dan api karena mudah terbakar.
● Cara pemakaian AX pada kendaraan dengan berbakan bakar bensin ( mesin bensin ) adalah dengan cara mencampurkan 25 mililiter AX untuk setiap 10 liter bensin.
● Cara pemakaian AX pada kendaraan dengan bahan bakar solar ( mesin diesel ) adalah dengan men campurkan 15 mililiter AX untuk setiap 10 liter solar.
Yang perlu benar-benar diingat adalah bahwa komposisi dan pencampuran harus benar-benar tepat.
Kenapa ?
Tidak seperti pencampuran pada umumnya, jika jumlah AX yang ditambahkan melebihi atau lebih besar dari perbandingan di atas, hasil yang akan di dapat justru sebaliknya.
Bukannya mesin menjadi irit, tetapi mesin kendaraan justru akan menjadi boros BBM dan kehilangan tenaga ( power drop ).
Tetapi jika benar-benar memperhatikan cara pembuatan dan pencampuran seperti di atas, kendaraan tidak boros bahan bakar.
Yang berarti, akan lebih menghemat pengeluaran uang belanja anda.
Dan berarti juga mengurangi eksploitasi sumber daya alam kita.
Faktor Resiko
Meski demikian ada pula faktor resiko yang perlu dipertimbangkan dengan penggunaan Aceton dan Xylene sebagai Fuel Additive.
Harap menjadi perhatian :
- Aseton adalah pelarut yang bersifat korosif terhadap komponen non-logam, dapat merusak komponen yang terbuat dari bahan karet dan plastik
Penggunaan terus menerus jangka panjang akan melarutkan atau membuat tangki plastik, sil (seal), selang bensin, dan pompa bahan bakar melar atau hancur ( Jawa : mleyot) .
Terutama sekali jika komposisinya tidak tepat.
- Xylene juga memiliki sifat pelarut kuat.
Jika takarannya berlebihan, Xylene dapat mengikis lapisan pelumas tipis yang ada di dinding silinder mesin, meningkatkan keausan gesekan komponen, dan meninggalkan endapan sisa jika kualitas Xylene yang digunakan tidak murni atau industrial-grade yang kotor.
Lihat juga :
tips praktis agar kendaraan tidak boros bahan bakar
