Cara Menanam Pohon Kurma Di Pekarangan Rumah

Cara Menanam Pohon Kurma Di Pekarangan Rumah

Kurma merupakan salah satu makanan yang paling popular dan cukup disukai untuk dikonsumsi, terutama umat Islam pada saat puasa bulan Ramadhan.

Ada sekian banyak jenis kurma, meskipun secara garis besar hanya ada 3 macam golongan (buah) kurma, yaitu :

1. buah kurma yang lunak,
2. buah kurma semi-kering
3. dan buah kurma kering.
Dan dari sekian banyak itu yang paling terkenal dan paling disukai, tentu saja apa yang disebut sebagai “kurma nabi”.

Dari berbagai jenis kurma yang beredar di Indonesia, mayoritas masing didatangkan dari jazirah Timur Tengah. Sebab sebagaimana diketahui kurma memang identik dengan tanaman padang pasir, meskipun hingga saat ini belum diketahui secara pasti dimana kurma aslinya berasal.
Namun yang jelas pohon kurma merupakan tanaman khas dari wilayah Timur Tengah, mulai dari Teluk Persia, perpanjangan Teluk Oman di antara Jazirah Arab dan Iran.
Dan konon pohon kurma telah dibudidayakan sejak jaman kuno, diperkirakan pada awal 4000 SM, mulai dari kebudayaan Mesopotamia hingga jaman prasejarah Mesir.

Setelah ditanam, pohon kurma dapat mulai berbuah setelah mencapai umur 4 tahun hingga 7 tahun, dan bisa dipanen ketika telah berumur 7 tahun hingga 10 tahun Kurma atau bahasa latinnya Phoenix dactylifera atau “Date Palm” yang merupakan keluarga tanaman palma (palem) ini memang identik dengan “tanaman padang pasir”.
Dimana tanaman gurun ini merupakan tanaman yang mampu hidup pada cuaca yang panas, kelembapan rendah serta udara kering. Meski untuk bisa tumbuh dengan baik, pohon kurma tetap saja membutuhkan air.
Dan ketika telah tumbuh pohon Kurma dapat mencapai ketinggian rata sekitar 15 sampai 25 meter, meskipun bisa mencapai ketinggian hingga 30 mm, dengan diameter batangnya mencapai 50 cm. Batang pohon kurma umumnya kasar dan berbenjol-benjol bekas tangkai daun.

Sedangkan daun kurma berpelepah kekar, sepanjang 3 m. kaku dan lurus.
Daun kurma umumnya memiliki panjang antara 3 sampai 5 meter, berbentuk menyirip, dimana pada tangkai daun terdapat duri.
Daun muda memiliki ukuran panjang 30 cm dan lebar 2 cm, umumnya sekitar 150 pucuk daun muda. Sedangkan rentangan penuh mahkota daun bisa mencapai lebar hingga 6 sampai 10 meter.
Pohon kurma akan tumbuh secara tunggal atau membentuk rumpun pada sejumlah batang dari sebuah sistem akar tunggal.


Karena itu kedengarannya cukup mustahil jika ada pertanyaan apakah pohon kurma bisa ditanam di Indonesia. Sedangkan Indonesia memiliki iklim dan jenis tanah yang sangat berbeda dengan wilayah di jazirah Arab.
Bisakah ?

Tentu saja ada begitu banyak faktor yang akan mempengaruhi keberhasilan dalam bertanam.
Hal ini berlaku tidak hanya pada bertanam pohon kurma, tetapi juga pada bertanam jenis pohon lainnya. Mulai dari bibit yang ditanam, media tanam, lingkungan hingga cara bertanam.
Bahkan menurut orang Jawa, siapa yang menanam juga akan berpengaruh.
Konon orang Jawa percaya, orang yang tangannya “panas” biasanya kurang berhasil ketika menanam suatu tanaman.

Lepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi, tanaman sangat mungkin ditanam ( dimanapun ) dengan cara “mengakalinya”, setidaknya dengan meniru kondisi tumbuh aslinya.

Untuk bisa menanam pohon kurma di pekarangan rumah, bisa dicoba diakali dengan cara berikut ini :

Alat dan bahan yang dibutuhkan :
- Biji kurma yang tua dan berkualitas
- Ember
- Air
- Tanah subur
- Pasir
- Pupuk kandang
- Kotak kayu
- Cangkul
- Sekop

Langkah-langkah untuk bertanam biji kurma di pekarangan rumah :

1. Proses Pemilihan Biji

- Sebaiknya pilih dan siapkan beberapa biji kurma yang berkualitas dan benar-benar tua
- Bersihkan biji kurma dari daging buah yang tersisa hingga benar-benar bersih.
Tujuannya agar tidak mengundang hama.
- Rendam biji kurma dalam air selama semalaman
- Lihat keesokan harinya.
Jika didapati biji kurma yang terapung di atas air, buang saja. Yang baik digunakan sebagai benih adalah biji kurma yang tetap tenggelam setelah direndam semalam.

2. Proses Penyemaian biji kurma

Untuk menyemaikan biji kurma sekurangnya dapat digunakan 2 metode yaitu :
1. Metode penyemaian biji kurma dengan menggunakan media tanah berpasir.
2. Metode penyemaian biji kurma dengan menggunakan kapas basah, seperti layaknya menyemai biji cabai merah.

Namun untuk meningkatkan prosentase keberhasilan sebaiknya digunakan metode penyemaian biji yang pertama.
Untuk metode penyemaian biji kurma dengan media tanah berpasir, dapat dilakukan dengan langkah berikut :
- Siapkan media tanam berupa tanah, pasir, dan pupuk kandang
- Campurkan media tanam di atas dengan perbandingan 3:4:1,
- Aduk sampai rata. Dengan digunakannya pasir, diharapkan agar media ini mampu menyerap air secara cepat
- Masukkan media tanam ini ke dalam wadah kotak kayu ( bisa digunakan bahan lainnya ) dengan ketebalan antara 5-10 cm.
- Buat lubang-lubang tanam seukuran ibu jari pada media
- Masukkan / tempatkan biji-biji kurma ke dalam lubang tanam dengan posisi berdiri.
- Setelah itu pastikan agar media tanam tidak terlalu kering atau terlalu basah
- Setelah berumur antara 3-4 minggu, biasanya tunas pohon kurma akan mulai muncul dan siap ditanam.

3. Proses Penanaman pohon kurma

Sebelum menanam tunas pohon kurma, karena pohon kurma termasuk tanaman yang bisa tumbuh besar, sebaiknya pilih lokasi lahan yang cukup lapang, sekurangnya berukuran 2x2 meter.
Selain itu pilihlah lokasi tanam yang cukup tinggi dari tanah sekitarnya, sehingga tidak mudah tergenang air. Setelah membuat lubang tanam, sebagaimana membuat lubang tanam untuk tanaman keras lainnya, tambahkan pasir dan pupuk kandang ke dalam lubang.
Tujuannya agar tanah ( media tanam ) tidak mudah lembab dan berair.
Diamkan lubang tanam beberapa hari untuk penyesuaian lingkungan. Setelah itu tanam tunas pohon kurma seperti menanam pohon lainnya.

Selamat mencoba menanam pohon kurma di pekarangan rumah anda.

Atau mungkin ingin menanam durian di pekarangan rumah ? Ini caranya :

Share this:

Disqus Comments

Paling Banyak Dilihat