Pekerja SPBU Rawan Terserang Kanker Tenggorokan, Hati-Hati Jika Merasai Gejala Ini

Pekerja SPBU Rawan Terserang Kanker Tenggorokan, Hati-Hati Jika Merasai Gejala Ini

● Pekerja SPBU lebih beresiko terkena kanker 

Sebagaimana pernah disebutkan, para pekerja SPBU rawan terserang beberapa penyakit berat, salah satunya adalah kanker tenggorokan. 
Hal ini dikarenakan para pekerja SPBU menghirup uap bensin di setiap harinya, dalam jumlah yang jauh lebih banyak dari orang kebanyakan. 
Lihat juga : 

● Kandungan dalam bensin yang bisa menyebabkan kanker 

Sedangkan menurut hasil identifikasi Canadian Centre for Occupational Health and Safety, Ethylene Dibromide yang merupakan salah satu bahan kimia yang terkandung di dalam bensin termasuk bahan karsinogen yang dapat memicu dan menyebabkan penyakit kanker. 
Kandungan bahan kimia lainnya yang disebut Benzene, menurut Wisconsin Department of Human Services merupakan bahan yang terkait dengan terjadinya peningkatan resiko leukemia (kanker darah).

● Gejala kanker tenggorokan 

Jenis penyakit kanker yang paling beresiko menyerang para pekerja SPOM bensin adalah kanker tenggorokan. 

Ketika kanker ini muncul di tenggorokan maka dapat mempengaruhi bagian tulang rawan (epiglotis) yang berperan sebagai tutup untuk tenggorokan, yang secara kasat mata biasanya akan terlihat adanya benjolan di sekitar leher. 
Karena kondisi inilah, seseorang yang terserang kanker tenggorokan, umumnya akan mengalami kesulitan dalam menelan dan merasakan sakit pada bagian telinga. 


Repotnya, kebanyakan pekerja SPBU tidak menyadari ketika mereka mungkin mulai terserang kanker tenggorokan ini. Hal ini disebabkan, gejala awal dari kanker tenggorokan bisa mirip dengan batuk-batuk biasa, meski umumnya berkepanjangan. 
Biasanya pekerja POM bensin baru khawatir ( dan menyadari ) ketika gejala yang dirasa semakin berlanjut atau bertambah parah, misalnya terjadi penurunan berat bedan secara drastis hingga terjadinya kerontokan yang tidak wajar pada rambut. 
Yang setelah diperiksa dan didiagnosis oleh dokter, ternyata pekerja memang positif terkena kanker tenggorokan. Meskipun mungkin dalam tahap-tahap awal. 

● Tes dan diagnosis kanker tenggorokan 

Untuk mengetahui dan memastikan adanya kanker tenggorokan, dokter biasanya akan melakukan beberapa tes. Bisa berupa tes laringoskopi, bronkoskopi, esophagoskopi, Chest X-ray serta CT-scan hingga MRI-scan. 

● Tingkatan / stadium kanker tenggorokan dan metode pengobatannya 

Dari hasil tes itulah dokter bisa menentukan ada tidaknya kanker pada tenggorokan dan hingga tingkatan keberapa kanker tersebut. 
Sebab memang ada beberapa tingkatan dalam kanker tenggorokan, yang dalam hal ini biasa disebut dengan istilah Stadium ( bukan stadiun ) 

- Stadium 1 dan 2, umumnya masih bisa dianggap sebagai dalam lingkup stadium ringan. 
Artinya, penderita kanker tenggorokan pada fase ini, biasanya masih dapat disembuhkan. dengan melakukan proses pengobatan secara benar, misal dengan terapi radiasi, jika memang diperlukan. 

- Pada stadium 3, kemungkinan penyebaran kanker tenggorokan yang diderita telah cukup tinggi. Sehingga pada stadium in biasanya harus dilakukan proses penyembuhan dengan metode radioterapi dan kemoterapi

- Sedangkan stadium 4 merupakan tingkatan terakhir, dimana penderita telah mengalami kanker dengan sangat berat. Sehingga proses pengobatannya juga lebih berat, bisa dengan radioterapi dan kemoterapi. 

Meski tidak harus selalu pada kondisi dan dengan pertimbangan tertentu dokter juga bisa memutuskan untuk melakukan operasi bedah untuk “mengangkat” tumor ganas / kanker yang berada di tenggorokan. 
Bahkan setelah operasi bedah, bisa juga penderita harus tetap melakukan kemoterapi dengan mengkonsumsi obat pembunuh kanker, baik berupa pil ataupun suntikan. 

● Cara mencegah kanker tenggorokan 

Cara yang paling aman ( dan juga murah meriah ) adalah melakukan pencegahan, meskipun terkadang kurang nyaman. 
Sebagai bagaimanapun juga – seperti kata orang tua – mencegah lebih baik daripada mengobati. 
Namun meski hanya mencegah, bagi para pekerja SPBU memang tidak semudah mengatakannya. Bagaimanapun juga mereka tetap harus “bergelut” dengan uap bensin kesehariannya, karena itu memang pekerjaannya. 
Namun demikian selalu saja ada langkah-langkah pencegahan yang tetap bisa dilakukan. 

Beberapa langkah pencegahan terhadap kanker tenggorokan yang bisa dilakukan antara lain : 

- Meski memang kurang nyaman, namun usahakan untuk selalu mengenakan masker saat bekerja.
Jenis masker yang lebih disarankan adalah masker untuk bahan kimia, misalnya dengan jenis masker yang  umum menyebutnya sebagai “masker moncong babi”. 


- Tidak mengkonsumsi alcohol. Selain dilarang agama, alcohol merupakan salah satu penyebab kanker tenggorokan 
- Tidak merokok 
- Tidak terlalu sering mengkonsumsi makanan yang terlalu pedas dan atau panas 
- Melakukan dan menjaga pola hidup yang sehat, dengan menjaga keseimbangan asupan sehat bergizi, cukup istirahat dan berolah raga secara teratur. 
- Dan segeralah memeriksakan diri ke dokter jika merasa ada gejala-gejala yang mencurigakan.

Share this:

Disqus Comments