Memasang Jenis Iklan Terbaik Guna Meningkatkan Penghasilan Propeller Ads Untuk Blog Indonesia

Memasang Jenis Iklan Terbaik Guna Meningkatkan Penghasilan Propeller Ads Untuk Blog Indonesia

Apakah anda juga seorang publisher Propeller Ads yang memasang kode-kode iklan Propeller Ads di blog untuk mendapatkan penghasilan ? 

Tentu saja ada seribu alasan, orang bergabung menjadi publisher Propeller Ads.
Namun untuk kebanyakan blogger Indonesia, umumnya ada 2 alasan utama ketika memutuskan untuk mendaftar sebagai publisher Propeller Ads.

Pertama,
Karena berkali-kali mendaftarkan ke Google Adsense, tetapi berkali-kali pula tetap ditolak.
Simak juga :
> Rahasia kecil mengapa pendaftaran Google Adsense ditolak terus.

Sehingga kemudian memilih Propeller Ads. Dan, memang banyak yang telah membuktikan jika Propeller Ads merupakan salah satu alternatif terbaik Google Adsense. 

Penghasilan Propeller Ads boleh dikata cukup menjanjikan. Terutama ketika trafik blog cukup memadai.

Kedua, 
Sebagai penghasilan tambahan atau malah karena “banting stir” dari Google Adsense.
Jika dulu-dulunya Google Adsense begitu “diagul-agulkan” yang klaimnya, dengan ditinggal tidur saja akan tetap mendapatkan “earning Google Adsense yang empuk gurih”, maka kini tidak lagi.

Meski harus diakui jika Google Adsense tetap merupakan yang terbaik, namun untuk tahun ini ada begitu banyak publisher Adsense yang “ngersulo” karena penghasilan Google Adsense sedang lesu darah, “nge-drop” turun drastis.

Jika dulunya harga setiap klik iklan Google Adsense ( CPC / BPK ) bisa bikin ngiler, kini bisa mendapatkan harga klik iklan ( CPC ) sebesar 0,1 USD yang rata dan stabil untuk blog berbahasa Indonesia, sudah bisa dikatakan “juara”.
Harga klik iklan Google Adsense saat ini benar-benar bikin “ngenes”, turun ke titik nadir.
Rata-ratanya sangat jarang yang melebihi 0,05 USD. Bahkan tidak sedikit klik iklan yang dihargai 0,01 USD bahkan NOL !
Bayangkan saja, itu artinya usaha pontang-panting publisher Adsense tidak dihargai sama sekali.
Baca juga :
> Ratio dan nilai klik Adsense tahun ini turun drastis. Bagaimana prospek Publisher Adsense di masa mendatang

Karena itulah, banyak publisher Adsense yang “mutung”. Mogok sementara tiarap dari ngeblog. Biar nggak “judheg” dan bete.
Sedangkan yang cukup tabah, lalu mencari alternatif lainnya.
Jadilah, Propeller Ads sebagai “pelariannya”.
Dan karena alasan-alasan itu pula, saya kemudian MENDAFTAR Propeller Ads, dan menggunakan iklan Propeller Ads di blog saya.

Dan setelah mencoba beberapa lama, Propeller Ads ternyata cukup menjanjjikan.
Penghasilan dari Propeller Ads ternyata tidak kalah dengan penghasilan Adsense saat ini. Pada dasarnya program Propeller Ads adalah 11/12, hampir mirip dengan Google Adsense.
Hanya saja memang ada yang sedikit membedakan, misalnya adanya jenis iklan “yang cukup nakal” macam iklan Pop Up atau iklan jendela munculan di bawah layar pada Propeler Ads.
Lainnya, setali tiga uang lah. Jenis iklan “standard” untuk dekstop dan jenis iklan untuk mobile.

Lalu, apa yang dimaksud dengan jenis iklan terbaik yang bisa meningkatkan penghasilan Propeller Ads ? Utamanya untuk blog berbahasa Indonesia ? 

Untuk meningkatkan penghasilan Propeller Ads tentu saja ada begitu banyak cara, yang jika dirangkum dan disimpulkan, sebenarnya hanya ada satu cara, yaitu dengan meningkatkan trafik blog sebanyak-banyaknya. Dimana cara ini sebenarnya juga berlaku untuk meningkatkan pendapatan Google Adsense.
Disini tidak akan membahas satu persatu cara-cara tersebut.
Disini akan lebih ditekankan pada pemilihan jenis iklan. Sebab pada kenyataannya memang ada “jenis iklan yang pintar mencari uang” dan ada juga yang tidak.
Kata orang Jawa “ora becus nyambut gawe”.

Sebagaimana disebut di atas, di Propeller Ads tersedia iklan jenis Pop Up, yang merupakan jenis iklan yang “haram” di Google Adsense.
Iklan jenis Pop Up tidak bisa dipungkiri memang kurang elok, bahkan terasa mengganggu bagi pembaca ( dan saya sendiri sebenarnya tidak menyukainya ).

Namun berdasar pengalaman, pada kenyataannya iklan jenis munculan di belakang layar (Pop Up) inilah yang malah bisa memberikan penghasilan terbesar ( di Propeller Ads ) bagi blog berbahasa Indonesia. 

Meskipun impresinya lebih rendah.

Sebenarnya ada jenis iklan lain yang rata-rata memiliki impresi tinggi dan jumlah klik ( CTR ) nya juga tinggi. Yaitu iklan mobile dialog atau Push Up.
Jika memasang jenis ini, biasanya dapat memberikan impresi dan CTR yang lebih “ciamik”.

Masalahnya adalah iklan-iklan untuk tampilan mobile ( ponsel ) rata-rata dihargai lebih rendah.
Akibatnya, meski baik impressi dan CTR-nya begitu tinggi namun karena harga iklannya rendah, maka penghasilan akhirnya tidak bisa melebihi jika memasang iklan Pop Up.
Biasanya malah kurang.
Ini berlaku juga ketika iklan mobile dialog ( Push Up ) dikombinasikan dengan iklan jendela munculan Pop Up.
Meski sebenarnya keduanya tidak saling mengganggu, karena masing-masing iklan tampil dalam format yang berbeda, namun kenyataannya iklan jenis Pop Up malah ikut-ikutan turun nilainya.
Hasil akhirnya : penghasilan tidak menjadi lebih besar.

Bagaimana dengan jenis iklan Banner. 

Di Propeller Ads, Iklan jenis Banner baru bisa ditampilkan ketika blog memiliki traffik ( tertentu ) yang cukup tinggi.
Jika di Google Adsense, iklan jenis Banner boleh dikata sebagai andalannya, tidak demikian halnya pada Propeller Ads.
Pada blog berbahasa Indonesia, iklan banner Propeller Ads kurang dihargai.
Meski bisa mendapatkan impresi yang tinggi, juga berhasil mendapatkan jumlah klik yang lumayan, namun nilainya tidak seberapa, sangat rendah.
Bahkan seringkali tidak ada nilainya sama sekali alias NOL Prutul. 

Dan yang harus benar-benar menjadi pertimbangan para blogger sebelum memasang iklan banner Propeller Ads adalah ( kode iklan ) dan iklan-iklan yang ditampilkan sering terbaca dan dianggap sebagai kode yang berbahaya oleh Google Webmaster. 
Hal ini dikarenakan jenis iklan Banner Propeller Ads memang sering menayangkan tampilan iklan yang cukup seronok, berisi tautan unduhan tertentu atau bahkan laman peralihan ( redirect ). 
Akibatnya, blog akan mendapatkan “penthung” peringatan dan dianggap sebagai “situs tipuan” oleh Google Webmaster. 
Simak juga :
Dengan alasan ini pula, pada akhirnya saya juga tidak memasang iklan banner Propeller Ads ( karena berkali-kali mendapatkan peringatan Google Webmaster ). 

Kesimpulannya

- Bagi blog-blog berbahasa Indonesia, jenis iklan terbaik yang sebaiknya dipasang untuk bisa berhasil meningkatkan penghasilan Propeller Ads adalah jenis iklan Pop Up atau iklan yang muncul di belakang layar utama. 

- Hanya saja iklan jenis Pop Up ini memang terasa mengganggu dan dapat membuat pengunjung tidak nyaman. Karena itu perlu juga dipertimbangkan. 

Itu semua adalah pengalaman yang terjadi di blog saya yang berbahasa Indonesia. Namun mungkin bisa menjadi berbeda untuk blog-blog lainnya, terutama untuk blog yang berbahasa Inggris dengan target trafik dari luar negeri. 

Dan dari semua cara yang bisa digunakan, cara yang terbaik dan paling efektif untuk dapat meningkatkan penghasilan Propeller Ads ( dan lainnya ) tidak bisa tidak adalah dengan terus meningkatkan trafik blog. 

Anda punya pengalaman lainnya ?

Share this:

Disqus Comments