5 Tips Jitu Untuk Merawat Mesin Cuci Laundry Agar Awet Dan Tidak Cepat Rusak

5 Tips Jitu Untuk Merawat Mesin Cuci Laundry Agar Awet Dan Tidak Cepat Rusak

Ibu-ibu rumah tangga biasa mungkin tidak mengalami hal ini.

Namun bagi yang kebetulan merangkap membuka usaha sampingan dengan membuka jasa Laundry umumnya mengalami hal ini, mesin Laundry yang digunakan cepat rusak. 

Sedangkan itu merupakan peralatan utama dalam menjalankan roda usahanya. Padahal harga sebuah mesin Laundry tidaklah murah. 
Meski juga tergantung pada merk dan tipenya, namun secara umum bisa dikatakan bahwa untuk merawat mesin laundry memang gampang-gampang susah. 

Nah, agar mesin Laundry bisa lebih awet, tahan lama dan cepat rusak, berikut beberapa tips yang cukup jitu untuk merawat mesin Laundry : 

1. Selalu baca dan pelajari buku manualnya. 

Ini sebenarnya hal pertama dan utama yang harus dilakukan. Namun sayangnya, malah sering diabaikan dan disepelekan. 

Padahal jika seandainya pengguna mau membaca dan mempelajari buku manual secara teliti – bahkan seumpamanya tidak melakukan perawatan neko-neko lainnya – bisa dipastikan mesin Laundry yang dimilikinya akan relative lebih awet. 


Sebab dalam buku manual yang selalu disertakan dalam setiap pembelian mesin Laundry disitu akan diberikan petunjuk yang cukup lengkap tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. 
Produsen tentunya tidak mau repot-repot membuat buku manual jika hanya untuk kelengkapan saja. 
Yang perlu difahami adalah – meski semua mesin laundry kelihatnnya sama, namun sebenarnya masing-masing memiliki spesifikasi dan karakteristik tersendiri. 

2. Pilih lokasi penempatan yang tepat 

Hal ini juga sering diabaikan. Yang penting ada tempat untuk peletakan mesin, tidak mengganggu dan tidak kotor. Sudah. 

Padahal lokasi penempatan sangat berpengaruh terhadap keawetan mesin Laundry. 

Misalnya, mesin yang ditempatkan di lokasi yang tidak datar, pasti akan mempercepat kerusakan pada bagian-bagian mesin yang berputar. 
Panel-panel listrik juga akan relatif cepat rusak jika diletakkan pada tempat yang terpapar sinar matahari ( terlebih lagi, hujan ) secara langsung. 
Sekurangnya, mesin Laundry ditempatkan pada lokasi yang datar, terlindung, tidak tergenang air. 

3. Gunakan jenis deterjen yang sesuai 

Meski kelihatannya fungsinya sama, setiap jenis detergen juga dibuat dengan spesifikasi dan karakteristik tertentu oleh pabrikannya. Karena itu, penggunaan jenis detergen yang tidak sesuai juga akan sangat berpengaruh terhadap keawetan sebuah mesin cuci. 
Sebagai contoh, mesin cuci laundry dengan bukaan depan (front load) harus menggunakan deterjen yang tidak terlalu banyak busanya. 
Sebab ketika digunakan detergen yang banyak busanya, justru tidak baik, karena akan menimbulkan kotoran dan kerak, sehingga membuat komponen elektronik pada mesin lebih cepat rusak. Dan sebagainya. Repotnya, banyak yang salah anggapan, jika sebuah detergen menghasilkan banyak busa, berarti detergen tersebut bagus. 
Tidak harus selalu seperti itu. 
Dan perlu juga difahami bahwa semua produk detergen dibuat dari formulasi bahan kimia, yang beberapa diantaranya merupakan bahan kimia “keras”. 

4. Perhatikan air yang digunakan untuk mencuci. 

Namun kadang terjadi, meski semua hal yang harus dilakukan telah dilakukan, mesin cuci laundry masih tetap cepat rusak juga. 
Tidak hanya kotor dan berbercak bodynya, saluran buang sering tersumbat oleh endapan, juga bagian-bagian mesin terlihat cepat berkarat. 
Jika hal seperti ini terjadi, mau tidak mau harus diperiksa air yang digunakan untuk mencuci. 
Meski air juga kelihatannya sama – dalam artian sama-sama bening – namun yang perlu diketahui adalah memang ada air yang memiliki tingkat kesadahan tinggi. 

Yang dinamakan air sadah – dalam bahasa sederhana – adalah air yang didalamnya mengandung ion logam tertentu yang akan menyebabkan mudah berkerak dan berkarat. 

Terlebih dalam sabun deterjen yang digunakan di dalamnya juga banyak mengandung ion Carbonat (CO3-2), sulfat (SO4 -2), klorida (Cl-), sehingga ketika bertemu dengan air sadah akan lebih mudah membentuk endapan keras atau kerak yang menempel pada bagian mesin atau saluran pembuangannya. 
( Cara mengecek air sadah dengan mudah adalah dengan mendidihkannya. Jika setelah didihkan terlihat adanya banyak endapan / kerak, air tersebut biasanya merupakan air sadah ). 

Agar mesin cuci Laundry awet sangat disarankan untuk tidak menggunakan air sadah saat mencuci. 

5. Selalu bersihkan mesin setelah digunakan 

Dan yang terakhir, selalu bersihkan mesin Laundry setelah digunakan, jangan ditunggu-tunggu lama-lama. Bagaimanapun juga mesin cuci laundry berkontak dengan bahan kotor, kotoran atau bahan yang bisa menimbulkan kotoran. Yang jika dibiarkan terlalu lama maka tidak hanya mengotori tapi juga akan merusak bagian-bagian mesin. 
Dan dengan membersihkan mesin cuci Laundry sesaat setelah digunakan, maka akan bisa diantisipasi “bahaya” lainnya yang mungkin bisa terjadi. 
Sudah menjadi hal yang biasa jika saat mencuci terkadang ada “benda-benda asing” yang ikut tercuci dan kemudian jatuh/lepas, seperti kancing yang lepas, benda yang terbuat dari besi yang ikut terkantongi seperti klip dan sebagainya, uang logam, atau bahkan batu dan sebagainya, dimana benda-benda ini nantinya bisa masuk ke saluran buang dan menyumbatnya. 

Sekali lagi, meski tergantung juga pada tipe dan merknya, namun setidaknya dengan melakukan5 tips jitu untuk merawat mesin cuci Laundry di atas, mesin akan lebih awet dan tidak cepat rusak. 

Trik lain tentang perkakas elektronika, lemari es :

Share this:

Disqus Comments