Mengapa Cabai Rasanya Pedas ? Bagaimana Cara Mengukur Tingkat Kepedasan Cabai ? Dan Segudang Manfaat Cabai

Mengapa Cabai Rasanya Pedas ? Bagaimana Cara Mengukur Tingkat Kepedasan Cabai ? Dan Segudang Manfaat Cabai

Bukan orang Indonesia jika tidak tahu cabai atau cabe atau Lombok. Sebab menu masakan khas Indonesia memang sangat identik dengan pedasnya cabai. 

Hampir tidak ada menu makanan Indonesia yang tidak menggunakan cabai. 
Karena itu, orang orang Indonesia ( oleh orang bule ) sering dijuluki sebagai “rajanya cabai”. 
Di beberapa stasiun televisi swasta, kini bahkan ada acara kuliner yang khusus untuk mengetes dan menantang seberapa berani dan seberapa daya tahan seseorang dalam mengkonsumsi menu makanan yang super pedas karena cabai. 

Di beberapa restoran atau warung makan bahkan ada juga yang telah menyediakan secara khusus menu makanan pedas, dengan level kepedasan yang berbeda-beda. 
Misalnya pedas level 1, pedas level 2 dan seterusnya. Makin tinggi levelnya, maka makin pedas membakar mulut cita rasa makanan tersebut. 
Dan ketika makin tinggi level pedasnya, jumlah dan atau jenis cabai yang digunakan akan berbeda. 
Bagi yang memang gemar super pedas, pada level kepedasan yang tertinggi biasanya tidak lagi digunakan cabai rawit biasa melainkan sudah menggunakan Lombok Setan ( namanya saja Lombok setan, jadi pedasnya mungkin seperti setan …begitu kira-kira) 

Tetapi tahukah anda, mengapa cabai rasanya pedas ? 

Tanaman cabai sebenarnya termasuk tanaman buah dari genus Capsicum. Berdasarkan penelitian dan analisis kimiawi, dalam cabai terkandung bahan yang dinamakan capsaicin. 

Bahan kimia bernama capsaicin inilah yang akan merangsang ujung saraf penerima pedas di lidah manusia. Dengan kata yang sederhana, capsaicin inilah yang menyebabkan cabai terasa pedas. 

Lalu bagaimana cara mengukur tingkat atau level kepedasan cabai ? 

Jika membandingkan dengan “menceplus” cabai merah, lalu cabai rawit lalu Lombok setan, tentu anda akan merasakan tingkat kepedasan yang berbeda. 
Tingkat atau level kepedasan cabai ini sebenarnya tidak hanya bisa dirasakan saja, melainkan juga bisa “diukur”. 

Ukuran tingkat atau level kepedasan cabai dinamakan Skala Scoville. Skala Scoville atau jumlah satuan pedas Scoville (SHU) adalah ukuran tentang pedasnya cabai yang menunjukkan berapa jumlah capsaicin yang ada. 

Misalnya jika pada skala Scoville kandungan capsaicin nilainya nol atau tidak mengandung capsaicin sama sekali, maka cabai tersebut tidak pedas, atau disebut cabai manis. 
Sedangkan pada cabai yang tergolong pedas misalnya cabai Habanero, maka skala Scoville bisa mempunyai peringkat hingga 300.000 atau bahkan lebih. 

Skala Scoville sendiri diambil dari nama orang yang menemukan dan mengembangkan metode pengukuran kepedasan (cabai) ini, yaitu Wilbur Scoville
Pada tahun 1912 Wilbur Scoville, mengembangkan Tes Organoleptic Scoville, dimana pada rancangan aslinya, cairan ekstrak cabai dicampurkan dalam air gula sehingga 'pedasnya' tidak lagi dapat dideteksi oleh sebuah panel penguji (biasanya lima orang). 
Tingkat pencampuran ini akan memberikan ukuran bagi skala Scoville ini. 

Jadi semisal pada cabe Habanero di atas yang mempunyai peringkat 300.000 atau lebih, ini menunjukkan bahwa ekstraknya harus dicampurkan 300.000 kali lipat sebelum capsaicin yang hadir di dalamnya tidak terasa lagi. 15 satuan Scoville sama tingkatnya dengan satu bagian capsaicin per satu juta. 
Jadi, konsentrasi yang tertinggi sama nilainya dengan 15.000.000 satuan Scoville. 

Karena waktu itu Tes Organoleptik Scoville memiliki kekurangan, yaitu ketidaktepatannya, karena mengandalkan subjektivitas manusia, maka dalam perkembangan selanjutnya digunakan analitis seperti kromatografi cair berperforma tinggi (HPLC) (juga dikenal sebagai "Metode Gillett"), sehingga telah memungkinkan peringkat Scoville ditentukan dengan ukuran langsung capsaicin dan bukan dengan menggunakan rasa. 

Daftar tingkatan Skala Scoville 

Sebagai contoh beberapa tingkatan kepedasan Scoville pada beberapa lada dan cabai – dari yang pedas hingga yang tidak pedas- antara lain adalah : 

- Semprotan merica polisi, Trinidad Moruga Scorpion satuan pedas Scoville nilainya 1.500.000-2.000.000 

- Cabai Naga Viper, Infinity Chilli, cabai Bhut Jolokia, cabai Trinidad Scorpion Butch T, Bedfordshire Super Naga satuan pedas Scoville nilainya 855.000 – 1.463.700 

- Habanero Red Savina satuan pedas Scoville nilainya 350.000 – 850.000 

- Cabai Habanero, cabai Scotch bonnet, cabai Datil, Rocoto, Madame Jeanette, Habanero Putih Peru, Jamaican hot pepper,Wiri Wiri Guyana satuan pedas Scoville nilainya 100.000 – 350.000 

- Cabai Byadgi, cabai rawit (aka. cabai Thai), cabai Malagueta, cabai Chiltepin, Piri piri (rawit Afrika), cabai Pequin satuan pedas Scoville nilainya 50.000 – 100.000 

- Guntur chilli, cabai Cayenne, cabai Ají, cabai Tabasco, cabai Cumari (Capsicum Chinese), Katara (cabai) satuan pedas Scoville nilainya 30.000 – 50.000 

- Cabai Serrano, cabai Peter, cabai Aleppo satuan pedas Scoville nilainya 10.000 – 23.000 

- Cabai Espelette, cabai Jalapeño, Chipotle, cabai Guajillo, cabai Anaheim varietas New Mexico,cabai lilin Hongaria, saus Tabasco satuan pedas Scoville nilainya 3.500 – 8.000 

- Cabai Anaheim, cabai Poblano, cabai Rocotillo, Peppadew satuan pedas Scoville nilainya 1.000 – 2.500 

- Pimento, Peperoncini, Cabai Banana satuan pedas Scoville nilainya 100 - 900 

- Paprika, Cubanelle, Aji dulce tidak terlalu satuan pedas 

Sedangkan sebagai bahan perbandingan tingkat kepedasan beberapa bahan kimia berdasarkan skala Scoville misalnya : 

Resiniferatoksin satuan pedas Scoville nilainya 16.000.000.000 

Tinyatoksin satuan pedas Scoville nilainya 5.300.000.000 

Kapsaisin satuan pedas Scoville nilainya 16.000.000 

Dihidrokapsaisin satuan pedas Scoville nilainya 15.000.000 

Nonivamida satuan pedas Scoville nilainya 9.200.000 

Nordihidrokapsaisin satuan pedas Scoville nilainya 9.100.000 

Homokapsaisin, homodihidrokapsaisin satuan pedas Scoville nilainya 8.600.000 

Shogaol satuan pedas Scoville nilainya 160.000 

Piperin satuan pedas Scoville nilainya 100.000 

Gingerol satuan pedas Scoville nilainya 60.000 

Kapsiat satuan pedas Scoville nilainya 16.000 

Tentang Cabai Atau Lombok Setan dan beberapa jenis Cabai Paling Pedas di Dunia 

Lho, katanya cabai atau Lombok setan merupakan jenis cabai terpedas di dunia, kok tidak masuk dalam daftar skala Scoville di atas ? 

Nama Lombok Setan adalah sebutan dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan betapa pedasnya cabai ini. Nama lain dari cabai / Lombok setan dalam bahasa Assam dan Bengali adalah disebut bhūt jolokia atau nāgā marica. ( lihat di daftar ada di peringkat paling atas ). 
bhūt jolokia berarti "cabai setan” ( sesuai nama Indonesia ), sedangkan nāgā marica berarti "cabai naga". 


Sebab Cabai setan ini memang berasal dari timur laut India (Assam, Nagaland dan Manipur) dan Bangladesh. 

Dengan tingkat kepedasannya yang hingga mencapai 1.001.304 skala Scoville, pada tahun 2006 cabai setan diumumkan oleh Guinness World Records sebagai cabai paling pedas di dunia.

Namun status sebagai cabai terpedas di dunia akhirnya tergeser pada tahun 2011, karena posisinya digantikan oleh Trinidad Moruga Scorpion, yang ternyata malah lebih pedas lagi dibanding cabe setan. 
Lihat juga : 

Selain Lombok setan dan Trinidad Moruga Scorpion, beberapa jenis cabai yang termasuk cabai paling pedas did dunia antara lain : 

- Cabai gendol atau cabai gendot 

Tanaman cabai yang memiliki nama ilmiah Capsicum chinense ini dikenal pula dengan sebutan Habanero. Habanero yang merupakan salah satu jenis spesies cabai dari Capsicum yang berasal dari semenanjung Yucatan ini tingkat kepedasannya mencapai 100.000-350.000 skala Scoville, sehingga melebihi tingkat kepedasan cabai rawit. 
Di Indonesia, cabai Habanero cabai ini dinamakan cabai gendot atau cabai bendot di Jawa Barat. Sedangkan di Jawa Tengah disebut cabai gendol. 
Dinamakan cabai gendol karena bentuknya yang membengkak atau mengembung. 
Di Pulau Jawa cabai Habanero / cabai Gendol ditanam di sebatas perkebunan di sekitar Bandung dan di sekitar Dieng, Jawa Tengah. 
Sedangkan penghasil cabai gendol terbesar di dunia adalah Meksiko, terutama yang berasal dari Yucatan, Campeche, dan Quintana Roo. 

- Cabai rawit atau cabai kathur

Cabai rawit yang biasa dikenal dan dikonsumsi masyarakat Indonesia termasuk jenis cabai yang paling pedas di dunia. 
Menurut skala Scoville tingkat kepedasan cabai rawit mencapai 50.000 - 100.000 pada skala Scoville. 
Saking pedasnya cabe ini hingga timbul istilah "kecil-kecil cabai rawit”, untuk menggambarkan betapa pedasnya tanaman buah ini. 

Selain di Indonesia, tanaman buah anggota genus Capsicumia ini juga tumbuh dan populer sebagai bumbu masakan di berbagai negara Asia Tenggara lainnya. 
Di Malaysia dan Singapura, cabai rawit dinamakan cili padi, di Filipina disebut siling labuyo, dan di Thailand dinamakan phrik khi nu. Sedangkan dalam bahasa Inggris, cabai rawit disebut dengan nama Thai pepper atau bird's eye chili pepper. 

- Cabai Jalapeño 

Cabai yang memiliki nama ilmiah Capsicum annuum ini merupakan cabai yang berasal dari Meksiko. Nama Jalapeno sendiri diambil dari nama ibu kota Veracruz, Meksiko. 
Dengan tingkat kepedasan 2.500 - 8.000 Skala Scoville, Cabai Jalapeno akan terasa pedas yang kuat menggigit saat “diceplus”. 
Di Negara asalnya, Cabai Jalapeno sering dijual dalam bentuk acar dalam kemasan botol kaca. 

Apa sih sebenarnya manfaat atau khasiat cabai ? 

Memang bagi sebagian orang, jika makan tidak ada cabainya ( tidak pedas ) rasanya kurang mantap. Tetapi kata orang pula, makan cabai – konon katanya - kan tidak baik kesehatan. 
Bagi yang tidak tahan, bisa menjadikan perut mulas, mencret dan terutama – konon katanya pula – akan menyebabkan radang/infeksi usus buntu. 
Bagi sebagian orang, hal tersebut mungkin berlaku, meskipun sebenarnya lebih cenderung kepada mitos ( sebab pada kenyataannya, banyak orang yang suka menceplus cabai, bahkan raja cabe, tetapi tidak mulas, mencret atau terserang infeksi usus buntu setelah makan cabai ). 

Tetapi yang jelas cabai memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan, antara lain : 

- Cabai kaya dengan kandungan vitamin A, C, Kalium, Magnesium, dan Besi. 
Zat-zat ini berkhasiat membantu mencegah terjadinya penggumpalan darah, menghilangkan plak dari arteri, menyembuhkan luka, hingga sebagai penangkal serangan flu. 

- Di dalam cabai juga terdapat zat dinamakan Photochemical. 
Photochemical merupakan zat yang bermanfaat untuk mengurangi sel kanker dan tumor. 

- Bahan aktif dalam Capsicum ( semua kelompok tumbuhan cabai) bermanfaat untuk merangsang otak dan kelenjar ludah melepas endorfin ke dalam tubuh. 
Endorfin adalah “obat” penghilang rasa sakit alami alam dan memberi rasa senang. 

- Capsicum juga merupakan bahan utama untuk mengurangi arthritis dan kerusakan saraf diabetes. 

- Penduduk ( di daerah Assam ) percaya bahwa cabai dapat membantu memerangi penyakit rematik, kanker, rematik, osteoporosis, menurunkan tekanan darah dan kolesterol. 

- Dalam pengobatan tradisional, cabai juga digunakan untuk penyakit tangan dan kaki dingin, sakit otot punggung, rematik, terkilir dan memar. 

- Bermanfaat untuk meningkatkan sirkulasi darah 

- Bermanfaat untuk membantu nyeri otot 

- Cabai juga bermanfaat untuk membantu detoksifikasi ( proses penghilangan racun dari dalam tubuh ) 

- Dan yang terbaru sebagaimana yang dikutip dari GaeaTimes, ilmuwan India sedang mengembangkan granat tangan dari cabai setan. 
Riset yang dilakukan departemen pertahanan India menyebutkan, cabai setan jika diolah menjadi granat tangan bisa menjadi senjata untuk melawan ekstrimis agar keluar dari persembunyiannya atau membubarkan massa. 
Ada-ada saja…alias ono-ono baen…. 

Namun yang jelas, itulah uraian cukup lengkap tentang cabai yang mungkin dapat bermanfaat bagi anda. 

Sedangkan bagi anda para penggila pedasnya cabai, sepertinya juga “wajib” menyimak yang satu ini : 

Share this:

Disqus Comments