#Mager

#Mager

Entah mengapa hari ini rasanya sangat #Mager. 
Padahal ini hari Minggu. Dan hari minggu ini, sepertinya merupakan “hari baik”. 
Sebab jika beberapa hari sebelumnya pagi-pagi sudah mendung petang atau malah hujan, hari Minggu ini terlihat cukup cerah. Meski matahari bersinar, namun karena tertutup awan tipis yang bagaikan hamparan kapas, maka cuaca jadi adem menyenangkan. 
Cocok untuk kegiatan di luar rumah. 
Tetapi karena #Mager, meski mata sudah terbuka, tetapi tak kunjung pula turun menyat. Masih saja klesak-klesik, klugat-kluget di atas tempat tidur. 

Namun saya paksakan juga untuk bangun, karena teringat semalaman sudah berencana untuk melanjutkan pembuatan tembok bata sebagai pembatas halaman depan. 
Maklum saja, rumah saya kebetulan terletak persis di pojok totogan pertigaan jalan. Yang menurut orang Jawa dikatakan sebagai rumah tusuk sate, sehingga pembatas dengan jalan sangat diperlukan demi keamanan dan kenyamanan. 
Cara mensiasati rumah tusuk sate seperti itu saya dapatkan dari artikel ini : 

Maka dengan roso-roso saya terpaksa berjalan menuju ke halaman, untuk melihat-lihat sikon, dan untuk - siapa tahu - dengan jalan-jalan sebentar, #Mager jadi hilang. 
Tetapi yang namanya #Mager tetap saja ndak mau hilang. 
Hingga kemudian malah mengambil sebatang rokok, menyulutnya, lalu duduk leyeh-leyeh di teras sambil udad-udud dan ida-idu

Siapa tahu habis ini #mager-nya hilang. 
Tetapi sampai habis sedotan terakhir, tetap saja ndak ada perubahan. 
Bahkan sepertinya malah tambah #mager, jadi pengin letah-letah lagi. 

Padahal biasanya saya bukan tipe orang yang seperti ini. 
Kata orang-orang, saya orangnya suka riwa-riwi, tak-tik nak-nik suka mengerjakan apa saja yang bisa dikerjakan. 
Namun demikian, meski suka riwa-riwi bolak-balik ngalor ngidul, saya bukan tipe orang yang suka udrag-udrug, apalagi petitha-pethiti dan ledha-ledhe

Karena itulah saya raih perangkat elektronik kecil yang bisa mengirimkan sinyal, sambil ndlosar-ndlosor di atas sofa, mengetikkan beberapa kalimat, mengundang teman kalau-kalau mereka bisa datang main ke rumah, sehingga nantinya tidak terus-terusan #mager seharian.
Sayangnya, teman ndak bisa datang. 

Maka saya jadi kepikiran, wah ...kalau plonga-plongo dan dhegag-dhegog seharian pasti repot. Sayang jika  waktu di hari Minggu yang baik ini pasti akan terbuang sia-sia.
Padahal kata orang-orang tua, waktu adalah uang. 
Bahkan waktu adalah pedang, yang akan menebas diri sendiri jika dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. 

Sehingga dengan menguatkan tekad akhirnya saya ngelesot menuju perangkat computer di ujung sofa. Untungnya saya kebetulan pernah membaca artikel tentang menguatkan tekad yang ampuh dari tautan ini : 

Sekali tombol, lalu nyala lampu kedap-kedip di bagian depan panel computer seraya terdengar suara klesar-kleser dari bagian dalamnya. 
Sambil duduk misar-miser di depan computer saya berniat melakukan apapun yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu agar tidak sia-sia terbuang saja. 
Tetapi sekali lagi, karena memang #mager, judul yang keluar dan berhasil diketikpun hanya sangat sangat singkat : # Mager. 

Nah, setelah selesai membaca artikel di atas, kamu mungkin menebak-nebak dan agak bingung, apa sih maksud dari #mager di atas ? 

Tetapi, coba tebak apakah # mager dalam artikel di atas berarti : 

1. Membuat pembatas di depan pekarangan rumah ( bisa terbuat dari beton knock down, tembok batu bata, bambu atau tanaman hidup ). 

Untuk menyatakan membuat pagar orang Jawa akan bilang #Mager. 

Atau : 
2. Perangkat elektronik kecil yang bisa merubah tulisan kemudian mengirimkannya berupa sinyal yang bisa diterima dan dibaca oleh orang lain yang memiliki peralatan serupa. Perangkat elektronik ini umum digunakan sebelum dipopulerkannya HP atau ponsel, dimana untuk penempatannya biasa diselipkan di ikat pinggang. 

Orang yang mengirimkan pesan dengan alat ini biasanya disebut #Mager. Sebab alatnya bernama Pager. 

Atau : 
3. Sebuah karakter tulisan khusus yang biasanya terdapat di papan ketik / keyboard yang terdapat baik pada keyboard computer, laptop atau HP. 


Karakter khusus ini biasanya digunakan pada bagian awal sebuah kata atau kalimat, yang mana ketika sebuah kata atau kalimat telah diberi karakter khusus tersebut dinamakan #Hastag
Menggunakan karakter khusus tersebut, istilah umumnya - terutama pada orang-orang counter – dinamamakan #Mager. Sebab karakter khusus tersebut memang mirip dengan bentuk # 

Jawaban apa yang anda pilih ? 
Point 1, 2 atau 3 ? 

Tetapi jika anda memilih salah satu jawaban di atas, sayangnya anda salah maksud. 

Sebab #Mager dalam artikel di atas ternyata merupakan istilah gaul terbaru anak-anak muda saat ini untuk menyatakan MAlas GERak. 

Jadi, #Mager artinya Malas Gerak. 

Itu saja…akhir tulisannya. 
Sebab tiba-tiba sekarang saya malah jadi #Mager

Share this:

Disqus Comments