Cara Ngirit Dengan Trik Paling Mudah dan Murah Untuk Menaikkan Nilai Bakar Bensin ( Rugi Kalau Ndak Ngintip )

Cara Ngirit Dengan Trik Paling Mudah dan Murah Untuk Menaikkan Nilai Bakar Bensin ( Rugi Kalau Ndak Ngintip )

Sebenarnya istilah “nilai bakar bensin” di atas kurang tepat. Yang lebih tepat adalah “bilangan oktan bensin”. Hanya saja agar tidak sok ilmiah dan mudah penyebutannya bagi umum, digunakan nilai bakar saja. 

Sebagaimana diketahui, hingga saat ini kualitas bahan bakar bensin “diukur” dengan bilangan oktannya. Semakin tinggi nilai oktan-nya, dikatakan semakin baik kualitas bahan bakar ( bensin ) tersebut. 

Bilangan Oktan atau angka Oktan – kemudian sering disebut sebagai “Oktan” saja – merujuk pada salah satu kandungan kimia bensin yang merupakan salah satu isomer Oktana

Dan jika merujuk pada Wiki, Oktana adalah senyawa hidrokarbon jenis alkana dengan rumus kimia C8H18. Oktana mempunyai banyak jenis isomer struktur yang perbedaannya terletak pada jumlah dan lokasi percabangan dari rantai karbonnya. 
Salah satu isomernya, 2,2,4-trimetilpentana (iso oktana) adalah komponen utama pada bensin dan digunakan pada penghitungan bilangan oktan. ( Nah kan kalau gini malah puyeng …) 

Lalu mengapa jika sebuah bahan bakar dengan nilai oktan tinggi dikatakan memiliki kualitas lebih baik ? 


Sebab semakin tinggi angka oktan-nya, maka semakin lama bahan bakar (bensin) tersebut untuk terbakar secara spontan. Yang pada gilirannya maka suara mesin akan makin halus, tidak timbul “ ketukan” dalam mesin yang kalau menurut para mekanik disebut Knocking atau kalau menurut bahasa para sopir angkot disebut “mesin Ngelitik”. 

Selain itu proses pembakaran dalam ruang bakar juga relative lebih sempurna ( soalnya kalau bener-bener sempurna, efisiensi 100 % pembakarannya memang tidak pernah ada ). 
Kalau ndak percaya, coba bandingkan penggunaan Pertamax yang memiliki angka oktan lebih tinggi dengan Premium biasa, lebih Joss mana larinya ? 

Tetapi mengapa “harus” menaikkan angka Oktan ? 

Toh.. sekarang premium sudah tidak dijual lagi. . Memang benar di tahun ini, bahan bakar premium telah ditarik di dari pasaran. Digantikan dengan bahan bakar bensin yang sedikit lebih tinggi nilai oktannya, Pertalite misalnya. 

Namun demikian angka oktan Pertalite juga masih relative lebih rendah jika dibandingkan dengan Pertamax. Dan semua orang tahu, harga Pertamax tidak lah murah per liternya. 
Sehingga tentang “harus dan tidak harus” menaikkan angka oktan bahan bakar memang sangat relatif. 

Namun yang jelas, berdasar pengalaman ketika menggunakan “pil bensin” untuk menaikkan oktan, ada beberapa keuntungan menggunakan bahan bakar yang telah didongkrak angka oktan-nya, misalnya : 

- Yang jelas, suara mesin tambah halus, suara ketok-ketok menggelitik minggat dari ruang bakar 
- Larinya kendaraan juga terasa lebih kenceng, josss dan wuuzzz 
- Karena pembakaran relatif lebih sempurna, saat dilakukan service, dalam ruang bakar dan bagian penunjangnya terbukti lebih bersih dari abu, kerak atau kotoran sejenisnya 
- Karena lebih bersih, otomatis, mesin lebih tawet dan tahan lama 
- Dan terakhir yang lebih penting : Lebih ngirit duit. 

Dengan keuntungan-keuntungan bahan bakar beroktan tinggi seperti di atas, maka bahan bakar seperti ini sangat digandrungi – terutama – oleh para Bikers agar lari kendaraannya lebih ngacir. 

Lalu bagaimana cara menaikkan angka Oktan ? 

Sebenarnya ada banyak cara untuk meningkatkan angka oktan dari bahan bakar bensin. 
Misalnya yang paling lazim dan umum – karena dijual secara komersial - adalah dengan menambahkan Pil Bensin ke dalam bahan bakar bensin. 
Hanya saja harga Pil Bensin memang terbilang agak mahal. 

Cara lainnya adalah dengan menambahkan “additive” bahan bakar bensin berupa Tetraethyl Lead (TEL, Pb(C2H5)4) atau MTBE (methyl tertiary butyl ether, C5H11O) yang memiliki bilangan setara oktan 118. Selain dapat meningkatkan bilangan oktan, MTBE juga dapat menambahkan Oksigen pada campuran gas di dalam mesin, sehingga akan mengurangi pembakaran tidak sempurna pada bensin dan menghasilkan gas CO. 
Hanya saja kedua bahan additive tersebut cukup sulit ditemui karena sepertinya tidak dijual bebas di pasaran. 

Selesai dong… 
Tentu tidak. Bukan orang Indonesia kalau tidak bisa “mengakali hal kecil” seperti ini. 
Masih ada banyak cara lainnya. 

Bahkan cara ini merupakan trik yang tidak hanya paling mudah namun, juga murah untuk bisa menaikkan Nilai Oktan Bensin. Jadi rugi kalau ndak sampai ikutan ngintip. 

Berikut bahan dan triknya : 

1. Menaikkan Angka Oktan dengan Methanol 

Methanol atau disebut juga dengan Methyl Alkohol ini pasti tahu ( apalagi yang sering buat oplosan pasti tambah tahu ). Sebab cairan kimia ini banyak dijual di di toko-toko kimia. Harganya cukup terjangkau. 

Untuk menaikkan bahan bakar bensin sebaiknya beli dan gunakan Methanol dengan kadar 92 %. Sedangkan untuk menaikkan oktan bensin itu sendiri, caranya sangat mudah : 

- Campurkan 10 ml Methanol untuk tangki motor bebek isi full 
- Goyang-goyangkan sebentar agar Methanol bercampur rata dengan bensin 
- Selesai. 
Setelah dicampur Methanol ini maka nilai oktan premium sudah meningkat setara dengan Pertamax, bahkan Pertamax Plus. 
Apalagi kalau Pertalite… lebih joss…murah lagi, hanya 10 ml doang. 

2. Menaikkan Angka Oktan dengan Ethanol 

Cara yang kedua adalah dengan menggunakan saudaranya Methanol, yaiu Ethanol. 
Cairan kimia yang dikenal juga sebagai pembersih Kutex atau hanya sekadar untuk pembersih luka ini ternyata juga ampuh untuk menaikkan bilangan Oktan bahan bakar bensin. 
Etanol yang bahasa gaulnya adalah Ethyl Alkohol dengan rumus kimia C2H6O ( biar tambah puyeng ) memiliki kandungan alcohol hingga mencapai 99,9%. 

Etanol yang bisa diproduksi dari tetes tebu (molase) atau singkong – disebut Bio ethanol – ini bahkan memiliki angka oktan yang cukup “serem” mencapai Oktan 118
Karena itu jika misalanya ingin menaikkan angka oktan premium hingga Oktan 91 cukup mencampurkan 10 % Ethanol ke dalam 90 % premium. 

Rumus Itung-itungannya : 
= (10% x 118 Ethanol ) + (90% x 88 Premium ) 
= 91 

Jadi untuk 3 liter bensin Premium cukup ditambah dengan 300 ml Ethanol. 
Sedangkan jika menginginkan setara Pertamax Plus yang memiliki angka oktan 95, tinggal menambah prosentasenya saja dengan rumus di atas. 
Dan kalau menggunakan Pertalite juga bisa, tinggal masukkan saja ke rumus tersebut. 

3. Menaikkan Angka Oktan dengan Kecoa Killer alias Kapur Barus 

Cara ketiga yang lebih “sadis” untuk mendongkrak bilangan oktan adalah dengan "Kecoa Killer" alias Kapur Barus alias Kamfer. 
Jangan salah sangka, barang ringan dan sepele yang akrab digunakan di lemari pakaian oleh ibu rumah tangga, yang memiliki nama keren Napthalene ini juga “ciamik” untuk menaikkan angka oktan bahan bakar bensin.
Dengan mencampurkan kapur barus ke dalam bahan bakar, nilai oktan bensin bisa meningkat sebesar 10 % dari semula. 

Cara menggunakan kapur barus untuk meningkatkan bilangan oktan juga mudah. Cukup gerus dan haluskan kapur barus, lalu campurkan dengan bahan bakar bensin, goyang-goyang sebentar hingga bubuk kapur barus ini tercampur rata. 

Kalau masih agak bingung, berikut cara detil menggunakan kapur barus untuk menaikkan bilangan oktan : 

- Ambil 1 ( satu ) butir kapur barus ( bisa digunakan butiran kapur barus 150 Gram yang “Bagus” ) 
- Gerus dan haluskan 
- Campurkan ke dalam 10 Liter BBM Premium 
- Kocok-kocok hingga rata 
- Selesai, silahkan tancap gas.

Nah seperti itulah cara ngirit duit, dengan trik paling mudah dan murah untuk menaikkan Nilai Oktan bahan bakar Bensin. 

Jadi sekali lagi, Rugi kalau ndak digintip ! 
Simak juga yang tak kalah ngirit dan kerennya : 

Share this:

Disqus Comments