Cara Menanam Pohon Pepaya Yang Baik Dan Benar ( Panduan Ringkas Budidaya Tanaman Pepaya )

Cara Menanam Pohon Pepaya Yang Baik Dan Benar ( Panduan Ringkas Budidaya Tanaman Pepaya )

Pepaya merupakan salah satu buah yang paling umum dikonsumsi masyarakat Indonesia. Sebab selain mengandung nutrisi yang dibutuhkan untuk kesehatan tubuh, sangat mudah didapatkan, harga pepaya juga relatif lebih murah bila dibandingkan dengan beberapa buah-buahan konsumsi lainnya. 
Orang-orang yang memiliki masalah atau gangguan pencernaan bahkan mewajibkan dirinya untuk makan pepaya di setiap harinya. 
Dengan cara budi daya yang cukup mudah dilakukan, pepaya bisa menjadi alternatif yang menguntungkan sebagai usaha ( sampingan ) di pekarangan rumah. 

Artikel ini meski singkat, namun cukup lengkap sebagai panduan bagi pemula tentang bagaimana cara menanam pepaya yang baik dan benar. 

● Sejarah singkat tanaman 

Pepaya Pepaya merupakan tanaman buah dari famili Caricaceae. Buah pepaya aslinya berasal dari Amerika Tengah dan Hindia Barat, hingga kawasan sekitar Mexsiko dan Coasta Rica. 
Karena kemudahannya, tanaman pepaya banyak ditanam orang, baik di daeah tropis maupun sub tropis. Atau di daerah-daerah basah dan kering atau di daerah-daerah dataran dan pegunungan (sampai 1000 m dpl). 

● Jenis tanaman Pepaya 

Secara mendasar ada 3 jenis tanaman pepaya. 
Namun yang dimaksud sebagai “jenis” disini bukan merupakan varietasnya, melainkan “jenis kelaminnya”. 3 Jenis tanaman pepaya tersebut adalah : 

1) Pepaya Jantan 

Pohon pepaya jantan memiliki bunga majemuk yang bertangkai panjang dan bercabang-cabang. Bunga pertama terdapat pada pangkal tangkai. 
Ciri-ciri bunga jantan adalah berwarna putih / bakal buah yang rundimeter yang tidak berkepala, benang sarinya tersusun dengan sempurna. 

2) Pepaya Betina 

Pepaya betina memiliki bunga majemuk artinya pada satu tangkai bunga bisa terdapat beberapa bunga. Tangkai bunganya sangat pendek dan terdapat bunga betina kecil dan besar. 
Bunga yang besar akan menjadi buah. Memiliki bakal buah yang sempurna, tetapi tidak mempunyai benang sari, dan biasanya terus berbunga sepanjang tahun 

3) Pepaya Sempurna 

Sedangkan pada pepaya sempurna memiliki bunga yang sempurna susunannya, bakal buah dan benang sari dapat melakukan penyerbukan sendiri sehingga dapat ditanam sendirian. 
Pepaya sempurna sendiri terbagi lagi menjadi 3 jenis, yaitu: 
1. Berbenang sari 5 dan bakal buah bulat. 
2. Berbenang sari 10 dan bakal buah lonjong. 
3. Berbenang sari 2 - 10 dan bakal buah mengkerut. 

Selain itu Pepaya sempurna mempunyai 2 golongan, yaitu : 
1. Pepaya sempurna yang dapat berbunga dan berbuah sepanjang tahun. 
2. Pepaya sempurna yang berbuah musiman. 

Saat ini di Indonesia sudah cukup banyak jenis varietas pepaya yang dibudidayakan, bila dibandingkan dengan kira-kira 10 tahun yang lalu, dimana jenis varietas tanaman pepaya yang paling umum ditanam adalah :
- Pepaya semangka 
Yaitu jenis pepaya yang memiliki daging buah berwarna merah semangka, dengan rasa yang manis. 
- Pepaya burung 
Pepaya burung memiliki daging buah berwarna kuning, harum baunya, namun rasanya manis asam. 

● Aneka manfaat dari tanaman Pepaya 

Di Indonesia, bagian tanaman pepaya yang umum dimanfaatkan adalah buah dan daunnya. Namun demikian sebenarnya ada banyak lagi manfaat dari tanaman pepaya, yang bahkan boleh dikata, hampir semua bagian tanaman pepaya dapat dimanfaatkan. Secara lebih lengkap aneka manfaat dari tanaman Pepaya adalah sebagai berikut : 

1. Manfaat buah pepaya 

Buah pepaya yang telah matang umumnya dimanfaatkan sebagai “buah meja”, yang selain untuk makanan pencuci mulut, juga sebagai bahan makanan pensuplai nutrisi/gizi terutama vitamin A dan C. 
Buah pepaya masak yang mudah rusak masih bisa diolah untuk dijadikan makanan seperti sari pepaya, dodol pepaya. 
Dalam industri makanan buah pepaya sering dijadikan bahan baku pembuatan (pencampur) saus tomat yakni untuk penambah cita rasa, warna dan kadar vitamin. 

2. Manfaat akar pohon pepaya 

Dalam industri makanan, akar pohon pepaya dapat digunakan sebagai obat penyembuh sakit ginjal dan kandung kencing. 

3. Manfaat daun pepaya 

Daun pepaya dapat digunakan sebagai obat penyembuh penyakit malaria, kejang perut dan sakit panas. Sedangkan daun mudanya enak untuk dimakan sebagai lalapan, untuk menambah nafsu makan, serta dapat menyembuhkan penyakit beri-beri dan untuk membuat ransum makanan ayam. 

4. Manfaat batang buah pepaya muda 

Batang buah pepaya muda dan daunnya mengandung getah putih yang didalamnya terkandung enzim pemecah protein yang disebut “papaine”. 
Papaine yang bersifat dapat melunakan daging juga digunakan untuk bahan kosmetik dan pada industri minuman (penjernih), industri farmasi dan textil. 

5. Manfaat bunga pepaya 

Sedangkan bunga pepaya yang berwarna putih dapat dirangkai dan digunakan sebagai “bunga kalung” pengganti bunga melati atau sering dibuat urap. 
Batangnya dapat dijadikan pencampur makanan ternak melalui proses pengirisan dan pengeringan. 

● Pusat penanaman pepaya di Indonesia 


Di Indonesia tanaman pepaya sebenarnya telah tersebar dimana-mana hingga bahkan telah menjadi tanaman perkarangan. Namun jika diidentifikasikan secara lebih detil, pusat atau sentra penanaman buah pepaya di Indonesia berlokasi di daerah : 
- Jawa Barat (kabupaten Sukabumi), 
- Jawa Timur (kabupaten Malang), 
- Yogyakarta (Sleman), 
- Lampung Tengah, 
- Sulawesi Selatan (Toraja),
- dan Sulawesi Utara (Manado). 

● Persyaratan umum untuk lokasi penanaman dan pertumbuhan pohon pepaya 

1. Iklim Iklim yang paling ideal untuk budi daya tanaman pepaya adalah : 
- Angin diperlukan untuk penyerbukan bunga. Namun yang dibutuhkan adalah angin yang tidak terlalu kencang yang sangat cocok bagi pertumbuhan tanaman. 
- Tanaman pepaya tumbuh subur pada daerah yang memilki curah hujan 1000-2000 mm/tahun. 
- Suhu udara optimum untuk pertumbuhan pepaya adalah suhu 22-26 derajat C. 
- Kelembaban udara sekitar 40%. 

2. Media Tanam 
Sedangkan persyaratan ideal untuk budidaya pepaya adalah : 
- Tanah yang baik untuk tanaman pepaya adalah tanah ynag subur dan banyak mengandung humus. Tanah itu harus banyak menahan air dan gembur. 
- Derajat keasaman tanah ( pH tanah) yang ideal adalah netral dengan pH 6-7.
- Kandungan air dalam tanah merupakan syarat penting dalam kehidupan tanaman ini. 
Air menggenang dapat mengundang penyakit jamur perusak akar hingga tanaman layu (mati). Apabila kekeringan air, maka tanaman akan kurus, daun, bunga dan buah rontok. 
Tinggi air yang ideal tidak lebih dalam daripada 50–150 cm dari permukaan tanah. 

3. Ketinggian 
Tempat Pohon Pepaya dapat ditanam di dataran rendah sampai ketinggian 700 m–1000 m dpl. 

● Budidaya pohon pepaya 

1. Pembibitan pohon pepaya 

a) Persyaratan Bibit atau Benih pohon pepaya 
- Sebagai bibit pepaya pada umumnya dipergunakan biji, meskipun pohon pepaya dapat di okulasi. 
- Untuk memperoleh biji bakal bibit yang baik dan murni dapat dilakukan melalui pembijian sendiri dengan jalan perkawinan buatan. 

Cara perkawinan buatan pada pohon pepaya dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu: 

1) Bunga-bunga dari tanaman betina ambil yang besar, dibungkus dengan kertas plastik selama 2 hari, sebelumnya bunga-bunga betina membuka. 
- Pada waktu bunga-bunga itu membuka lakukan penyerbukan dengan bungan-bunga jantan yang di kepyok-kepyokkan di atas bunga betina. 
Perkawinan di lakukan hingga 3 kali. 

2) Cari pepaya yang berbunga dan berbuah terus menerus dan pilihlah bunga elongata yang terbesar yang hampir mekar dan terletak pada ujung tangkai. 
- Kemudian bunga tersebut dibungkus dengan kantung agar tidak diserbuki secara alami oleh bunga lain selama 10 hari. 
- Biji-biji yang digunakan sebagai bibit diambil dari buah-buah yang telah masak benar dan berasal dari pohon pilihan. 
- Buah pilihan tersebut di belah dua untuk diambil biji-bijinya. 
- Biji yang dikeluarkan kemudian dicuci bersih hingga kulit yang menyelubungi biji terbuang lalu dikeringkan ditempat yang teduh. 
- Biji yang segar digunakan sebagai bibit. 
- Bibit jangan diambil dari buah yang sudah terlalu masak/tua dan jangan dari pohon yang sudah tua.

b. Penyiapan benih pohon pepaya 
- Kebutuhan benih per hektar kurang lebih sebanyak 60 gram (± 2000 tanaman). 
- Benih direndam dalam larutan fungisida benomyl dan thiram ( Benlate T) 0,5 gram/liter kemudian disemai dalam polybag ukuran 20 x 15 cm. 
- Media yang digunakan merupakan campuran 2 ember tanah yang di ayak ditambah 1 ember pupuk kandang yang sudah matang dan diayak ditambah 50 gram TSP dihaluskan ditambah 29 gram curater/petrofar. 
- Biji-biji yang sudah dikeringkan, jika hendak ditanam harus diuji terlebih dahulu. 
- Caranya, biji-biji yang ditangguhkan dipergunakan sebagai bibit. 

 c. Cara penyemaian benih pepaya 
- Benih dimasukan pada kedalaman 1 cm kemudian tutup dengan tanah. 
- Disiram setiap hari. 
- Benih berkecambah muncul setelah 12-15 hari. 
- Pada saat ketinggiannya 15-20 cm atau 45-60 hari bibit siap ditanam. 
- Biji-biji tersebut bisa langsung ditanam/disemai lebih dahulu. 
- Penyemaian dilakukan 2 atau 3 bulan sebelum bibit persemaian itu dipindahkan ke kebun. 

d. Pemeliharaan pembibitan/penyemaian pohon pepaya 
- Pada persemaian biji-biji ditaburkan dalam suatu larikan (barisan ) dengan jarak 5-10 cm. 
- Biji tidak boleh dibenam dalam-dalam, cukup sedalam biji, yakni 1 cm. 
- Dengan pemeliharaan yang baik, biji-biji akan tumbuh sesudah 3 minggu ditanam. 

e. Pemindahan bibit pepaya 
Bibit-bibit yang sudah dewasa, siktar umur 2-3 bulan dapat dipindahkan pada permulaan musim hujan. 

2. Pengolahan media tanam pepaya 

a. Persiapan media tanam pohon pepaya 
Lahan dibersihkan dari rumput, semak dan kotoran lain, kemudian dicangkul/dibajak dan digemburkan. 

b. Pembentukan Bedengan 
- Bentuk bedengan berukuran lebar 200-250 cm, tinggi 20-30 cm, panjang secukupnya, jarak antar bedengan 60 cm. 
- Buat lobang ukuran 50 x 50 x 40 cm di atas bedengan, dengan jarak tanam 2 x 2,5 m. 

c. Pengapuran 
Apabila tanah yang akan ditanami pepaya bersifat asam (pH kurang dari 5), setelah diberi pupuk yang matang, perlu ditambah ± 1 kg dolomit dan biarkan 1-2 minggu.

d. Pemupukan 
Sebelum diberi pupuk, tanah yang akan ditanami pepaya harus dikeringkan satu minggu, setelah itu tutup dengan tanah campuran 3 blek pupuk kandang yang telah matang. 

3. Cara penanaman pohon pepaya 

a. Pembuatan lubang tanam
- Untuk biji yang disemai, sebelum bibit ditanamkan bibit, terlebih dahulu harus dibuatkan lubang tanaman. 
- Lubang-lubang berukuran 60 x 60 x 40 cm, yang digali secara berbaris.
- Selama lubang-lubang dibiarkan kosong agar memperoleh cukup sinar matahari.
- Setelah itu lubang-lubang diisi dengan tanah yang telah dicampur dengan pupuk kandang 2-3 blek. 
- Lubang-lubang yang ditutupi gundukan tanah yang cembung dibiarkan 2-3 hari hingga tanah mengendap. 
- Setelah itu baru lubang-lubang siap ditanami. 
- Lubang-lubang tersebut diatas dibuat 1-2 bulan penanaman. 
- Apabila biji ditanam langsung ke kebun, maka lubang-lubang pertanaman harus digali terlebih dahulu. Lubang-lubang pertanaman untuk biji-biji harus selesai ± 5 bulan sebelum musim hujan. 

b. Cara penanaman pohon pepaya 
- Tiap-tiap lubang diisi dengan 3-4 buah biji. 
 - Beberapa bulan kemudian akan dapat dilihat tanaman yang jantan dan betina atau berkelamin dua. 

4. Cara pemeliharaan tanaman pepaya 

a. Penjarangan dan Penyulaman 
Penjarangan tanaman dilakukan untuk memperoleh tanaman betina disamping beberapa batang pohon jantan. Hal ini dilakukan pada waktu tanaman mulai berbunga. 

b. Penyiangan 
Kebun pepaya sama halnya dengan kebun buah-buahan lainnya, memerlukan penyiangan (pembuangan rumput). Jumlah penyiangan yang harus dilakukan sangat tergantung pada keadaan kebu itu sendiri. 

c. Pendangiran
Selain penyiangan Kebun pepaya membutuhkan pendangiran tanah. Jumlahnya juga sangat tergantung dari kondisi tanah kebun itu sendiri.

d. Pemupukan 
Pohon pepaya membutuhkan cukup banyak pupuk, terutama pupuk organik yang dapat memberikan zat-zat makanan yang diperlukan dan dapat menjaga kelembaban tanah. 

Cara pemberian pupuk untuk pohon pepaya : 

- Tiap minggu setelah tanam beri pupuk kimia, 50 gram ZA, 25 gram Urea, 50 gram TSP dan 25 gram KCl, dicampur dan ditanam melingkar. 
- Satu bulan kemudian lakukan pemupukan kedua dengan komposisi 75 gram ZA, 35 gram Urea, 75 gram TSP, dan 40 gram KCl. 
- Saat umur 3-5 bulan lakukan pemupukan ketiga dengan komposisi 75 gram ZA, 50 gram Urea, 75 gramTSP, 50 gram KCl. 
- Umur 6 bulan dan seterusnya 1 bulan sekali diberi pupuk dengan 100 gram ZA, 60 gram Urea, 75 gramTSP, dan 75 gram KCl. 

e. Pengairan dan penyiraman tanaman pepaya 
Pohon pepaya membutuhkan air tetapi tidak tahan terhadap air yang tergenang. Karena itu sistem pengairan dan pembuangan air harus diatur dengan seksama. 
Apalagi di daerah yang banyak turun hujan dan bertanah liat, maka harus dibuatkan parit-parit. 
Pada musim kemarau, tanaman pepaya harus sering disirami. 

● Hama dan penyakit yang biasa menyerang pohon pepaya dan cara pemberantasannya 

1. Hama pohon pepaya 
Hama yang paling sering menyerang tanaman pepaya adalah Kutu tanaman (Aphid). 
Ciri-ciri dari kutu tanaman / Aphid adalah : 
- Badan halus panjang 2-3 mm berwarna hijau, kuning atau hitam. 
- Memiliki sepasang tonjolan tabung pada bagian belakang perut, bersungut dan kaki panjang.
- Kutu dewasa, ada yang bersayap dan tidak. 
- Merusak tanaman dengan cara menghisap cairan dengan pencucuk penghisap yang panjang di bagian mulut. 

Cara pemberantasan hama pepaya berupa tungau tungau daun diberantas dengan penyemprotan tepung Derris atau tepung belerang. 

2. Penyakit pohon pepaya 
- Penyakit yang sering merugikan tanaman pepaya adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur, virus mosaik, roboh semai, busuk buah,leher akar, pangkal batang dan nematoda. 
- Penyaklit mati bujang diisebabkan oleh jamur Phytphthora parasitica, P. palmivora dan Pythium aphanidermatu .menyerang buah dan batang pepaya. 
Cara pencegahan penyakit ini adalah dengan melakukan perawatan kebun yang baik, menjaga kebersihan, serta drainase yang baik dan benar. 
- Untuk penyakit busuk akar disebabkan oleh jamur Meloidogyne incognita, Nematoda. 
Apabila lahan telah ditanami pepaya, disarankan agar tidak menanam pepaya kembali, untuk mencegah timbulnya serangan nematoda. 
Tanaman yang terinfeksi oleh nematoda menyebabkan daun menguning, layu dan mati. 

● Cara pemanenan pohon pepaya 

1. Ciri dan umur panen pohon pepaya 
- Pohon pepaya sudah dapat dipanen setelah berumur 9-12 bulan. 
- Buah pepaya dipetik harus pada waktu buah tersebut telah terdapat tanda-tanda kematangan: warna kulit buah mulai menguning. 

2. Cara panen buah pepaya 

Panen dilakukan dengan berbagai macam cara, pada umumnya panen/pemetikan dilakukan denggan menggunakan “songgo” (berupa bambu yang pada ujungnya berbentuk setengah kerucut yang berguna untuk menjaga agar buah tersebut tidak jatuh pada saat dipetik). 

3. Periode panen buah pepaya Pemanenan buah pepaya sebaiknya dilakukan setiap 10 hari sekali. 

4. Prakiraan produksi 
Apabila dilakukan penanaman dan perawatan secara baik dan benar, masing-masing pohon pepaya kurang lebih dapat menghasilkan 30 buah, bahkan sampai 150 buah. 
Setelah panen pertama, pohon pepaya akan terus menerus berbuah. Tetapi sebaiknya ketika usia pohon pepaya sudah mencapai 4 tahun, tanaman sebaiknya dilakukan peremajaan kembali. . 

● Perlakuan pasca panen pada buah pepaya 

Agar buah pepaya dapat bertahan dan dapat dinikmati secara maksimal, sebaiknya diperhatikan juga perlakuan pasca panen terhadap buah. 
Beberapa hal yang perlu dilakukan pada pasca panen buah pepaya adalah : 

1. Pengumpulan buah Setelah dipanen buah pepaya sebaiknya diletakkan di tempat yang cukup, dekat dari lokasi dan diberi alas plastik/ koran atau apa saja hingga buah terhindar dari kerusakan. 

2. Penyortiran dan penggolongan buah pepaya 
- Buah pepaya dipilih secara selektif dengan memperhatikan bentuk, warna dan ukuran. 
- Tempatkan buah pepaya pada kelompoknya masing-masing, misalnya: kelompok A adalah buah yang belum masak, kelompok B buah yang sudah siap dimasak, kelompok C buah yang cacat dan seterusnya. 
- Cara ini akan mempermudah dalam mengklasifikasi. 

3. Penyimpanan buah pepaya 
Supaya buah pepaya matang sempurna sebaiknya perlu dilakukan pengemposan (buah disimpan ditempat yang mempunyai suhu yang tinggi). 

4. Pengemasan dan pengangkutan buah pepaya 
Buah pepaya hasil panen sebaiknya dikemas dengan keranjang dalam jumlah tertentu ( cukup banyak ) dengan dilapisi menggunakan kertas atau kantong bekas semen. 
Hal ini dimaksudkan untuk menghindari resiko terjdinya luka pada buah.
Pada peti kemasan sebaiknya juga dilapisi dengan menggunakan kertas bekas kantong semen dan sejenisnya, setelah itu baru dimasukkan ke dalam truk untuk diangkut ke tempat tujuan. 

Nah, itulah cara menanam pohon pepaya yang baik dan benar. Yang mana meski “panduan” tersebut sudah diringkas, namun sudah cukup lengkap untuk dapat dipraktekkan secara berdaya guna dan berhasil guna. 

Semoga bermanfaat. 
Dan mungkin anda juga membutuhkan yang ini : 

Share this:

Disqus Comments