3 Hal Tidak Normal Yang Terjadi Di Indonesia Pada Puasa Bulan Ramadhan Tahun Ini

3 Hal Tidak Normal Yang Terjadi Di Indonesia Pada Puasa Bulan Ramadhan Tahun Ini

Sebelumnya, mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan di tahun ini. 
Apakah puasa anda lancar-lancar saja hingga selama ini ? 
Atau apakah anda merasakan suatu hal yng tidak normal – kalau tidak disebut sebagai luar biasa – dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan tahun ini ? 
Istilah “tidak normal” atau “luar biasa” disini merujuk pada hal yang tidak seperti biasanya. 
Dan jika merujuk istilah di atas, pada puasa Ramadhan tahun ini sebenarnya telah terjadi ( dan akan terjadi ) hal yang tidak normal. Namun anda mungkin kurang memperhatikan atau tidak menggagasnya. 
Apa saja hal tersebut ? 

3 Hal tidak normal yang terjadi di Indonesia pada puasa bulan Ramadhan tahun ini. 

Dengan catatan : hanya terjadi di Indonesia, entah kalau di negara lainnya. 

1. Awal puasa bulan Ramadhan tahun ini 

Mengapa dikatakan “tidak normal”? Sebab awal puasa bulan Ramadhan di Indonesia tahun ini dapat diawali pada waktu dan hari yang bersamaan. Pada puasa bulan Ramadhan sebelumnya biasanya umat Islam mengawali puasa bulan Ramadhan pada waktu ( hari ) yang berbeda-beda, terutama bagi yang mengikuti NU dan Muhammadiyah. Untuk tahun ini sepertinya hampir semua ormas Islam di Indonesia yang terdaftar mendapatkan 1 kata sepakat sepakat, sehingga hal awal bulan puasa di Indonesia dilakukan secara serempak. 

2. Kondisi cuaca pada bulan Ramadhan tahun ini 

Ramadan transliterasi: Ramadhan dari bahasa Arab (bahasa Arab:رمضان;) adalah bulan kesembilan dalam penanggalan Hijriyah atau sistem penanggalan Islam. 
Kata Ramadan sendiri berasal dari akar kata ر م ﺿ , yang artinya panas yang menyengat. 
Kata Ramadhan juga berarti " membakar ". 

Alasan mengapa bulan suci ini disebut " Ramadhan " adalah karena ia membakar dosa . Pada bulan Ramadhan , seorang muslim yang berpuasa menahan panas karena kelaparan dan haus dan panasnya puasa membakar dosa- dosa. ( Elmalılı Hamdi Yazir ) 



Dan kenyataannya ( selama ini ) bulan kesembilan dalam penanggalan Hijriyah ini biasanya selalu jatuh pada musim panas yang sangat menyengat. 
Di jazirah Arab sendiri, sejak pagi hingga petang batu-batu gunung dan pasir gurun terpanggang oleh sengatan matahari musim panas. Yang ditambah lagi waktu siang harinya lebih panjang daripada waktu malam hari. 
 Di malam hari panas pada bebatuan dan pasir sedikir reda, tapi sebelum benar-benar dingin sudah berjumpa dengan siang hari yang sangat panas. 
Demikian terjadi berulang-ulang, sehingga setelah beberapa pekan terjadi akumulasi panas yang menghanguskan. 
Karena itulah hari-hari itu disebut sebagai bulan Ramadan, bulan dengan panas yang menghanguskan. 

Namun untuk bulan puasa Ramadhan di tahun ini di Indonesia tidak demikian halnya. 
Siang hari di bulan Ramadhan di tahun ini cuaca tidak terasa panas, tetapi lebih cenderung adem, sejuk. Bahkan di beberapa wilayah di Indonesia bahkan turun hujan yang sangat lebat hingga menyebabkan banjir. Jadi cuaca bulan Ramadhan di tahun ini yang tidak terasa panas menyengat, bukankah tidak normal ? Tidak seperti biasanya ? 

3. Hari raya I’edul Fitri di tahun 2016 ini 

Karena awal bulan puasa tahun ini bersamaan maka untuk hari lebaran, Hari raya I’edul Fitri di tahun 2016 ini juga diprediksikan akan terjadi secara bersamaan pula. 
Jatuhnya hari raya Iedul Fitri 1437 H ini yang bersamaan nanti juga telah disepakati oleh ormas-ormas Islam di Indonesia. 
Dari mana kok tahu jika hari raya Iedul Fitri tahun ini akan bisa dirayakan bersamaan ? 
Dari sini : 

Jadi setelah sekian tahun merayakan hari raya Iedul Fitri secara berbeda-beda untuk kali ini umat Islam Indonesia akan bisa merasakan indahnya kebersamaan. Dan hal ini tentu saja tidak seperti biasanya. 

Jadi selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan 2016 dan Selamat Hari raya Iedul Fitri 1437 H. 

Minal Aidin Fal Waidzin, Mohon maaf lahir batin. 

Share this:

Disqus Comments