Smartphone Yang Seperti Ini Ternyata Bisa Digunakan Untuk Mendiagnosis Penyakit Malaria

Smartphone Yang Seperti Ini Ternyata Bisa Digunakan Untuk Mendiagnosis Penyakit Malaria

Ponsel dengan Aplikasi Xrapid bisa digunakan untuk mendiagnosis penyakit malaria. 

Berkat pesatnya kemajuan teknologi, ponsel yang dulunya hanya bisa digunakan untuk bertelepon dan SMS an, kini memiliki fungsi dan kegunaan yang seba guna. 
Selain fungsi dasar untuk bertelepon dan SMS an, sebuah ponsel yang pintar atau smartphone saat ini bisa digunakan untuk fungsi yang mungkin tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Seperti, memotret, mendengarkan music, melihat video dan TV, sampai sebagai alat petunjuk jalan. 
Ibaratnya, sebuah smartphone saat ini, serba bisa dan bisa apa saja. 

Meski sebenarnya fungsi dari sebuah smartphone terkini sudah sedemikian luar biasa, namun ternyata hal tersebut dirasa masih kurang. 
Sebuah smartphone atau ponsel pintar terbaru kini bahkan bisa digunakan untuk mendiagnosis penyakit malaria. 

Meski tidak pernah mengidap penyakit ini – dan mudah-mudahan jangan sampai terkena – pasti tahu jika penyakit Malaria ini merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan di dunia. 
Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2013 saja, tercatat hampir 600.000 orang meninggal akibat terkena serangan penyakit malaria ! 
Yang dianggap paling menyedihkan adalah korban dari penyakit malaria yang mematikan ini sebagian besarnya menimpa anak-anak kecil. 

Salah satu sebabnya adalah karena penyakit malaria ini, gejala awalnya sering kali terlihat seperti gejala penyakit flu biasa. Sehingga untuk mengetahui dan mendiagnosis secara lebih pasti harus dilakukan dengan cara tes darah atau mengamati darah pasien di bawah mikroskop. 
Sedangkan tingkat keberhasilan pengobatan penyakit ini sangat ditentukan oleh pengamatan dan diagnosis awal. 
Karena hal itulah maka para peneliti kemudian berupaya mencari dan menemukan cara-cara yang lebih cepat dan lebih mudah untuk melakukan diagnosis awal terhadap penyakit malaria ini. 
Dan jawaban untuk hal itu telah ditemukan oleh para ilmuwan di Inggris. 

Berdasarkan hasil penelitian terbaru, para ilmuwan menggunakan kamera dari sebuah smartphone yang mampu mendeteksi adanya mikroorganisme di dalam darah seorang pasien yang mungkin bisa menyebabkan penyakit malaria tersebut. 

Aplikasi pada ponsel pintar yang tengah dikembangkan oleh ilmuwan Inggris tersebut dinamakan dengan Xrapid

CEO IanXen, Jean Viry-Babel yang mengembangkan aplikasi ini, menyatakan bahwa aplikasi Xrapid itu murah dan bekerja di tempat. 
"Kita ambil foto sampel darah berdefinisi tinggi. Kita pisahkan sel-sel darah merah dari yang lainnya, dan kita mulai melihat setiap sel darah merah secara individual," kata Babel. 
Viry-Babel juga menyatakan bahwa selain terjangkau, aplikasi Xrapid mudah untuk digunakan, namun tetap memiliki tingkat keandalan hingga mencapai 98 persen. 

Alat tambahan yang diperlukan hanyalah sebuah lempeng kaca yang biasa ada di laboratorium, yang disebut slate
Dengan aplikasi Xrapid ini mampu mengubah sebuah smartphone menjadi sebuah mikroskop yang bertenaga 200 power. Kemudian berdasarkan piranti lunak pengenalan wajah, aplikasi terlampirnya dengan cepat mendeteksi protozoa parasit dalam darah. 

Lebih lanjut, para peneliti mengatakan bahwa uji lapangan dari Xrapid dilakukan di Tanzania, Benin dan Indonesia, sebelum digunakan secara komersial yang dijadwalkan setelah uji coba tersebut. 
Dengan aplikasi smarthone yang canggih tersebut diharapkan agar para dokter dapat segera memiliki “senjata” yang cukup ampuh namun terjangkau dalam ponsel pintar mereka. 
Selain aplikasi di atas, para peneliti juga berencana untuk mengembangkan daya guna alat baru tersebut supaya dapat mengenali penyakit-penyakit lain, seperti tuberkulosis dan penyakit Lyme. 

Yang ini bahaya ponsel bagi pria, khususnya :

Share this:

Disqus Comments