Jika Mobil Ini Sampai Ada Di Indonesia, Para Oknum Petugas Pasti Gigit Jari

Jika Mobil Ini Sampai Ada Di Indonesia, Para Oknum Petugas Pasti Gigit Jari

Pada sebuah uji coba mobil tanpa pengemudi terjadi peristiwa yang seandainya terjadi di Indonesia pasti membuat oknum petugas gigit jari

Mengapa ?
Sudah menjadi rahasia umum, bahwa di jalan raya, selalu saja ada oknum-oknum petugas yang nakal. Bukannya fokus dan konsentrasi "mengabdikan diri" melaksanakan tugasnya untuk melayani masyarakat yaitu dengan mengatur dan menjaga ketertiban dan keamanan para pengendara di jalan raya, beberapa oknum petugas malah berupaya mencari keuntungan untuk diri sendiri.
Karena itulah bukan merupakan hal yang asing ketika terjadi kasus-kasus tilang yang tidak semestinya, yang kemudian ujung-ujungnya diakhiri dengan “perdamaian” ( UUD ).
Jika mau “damai”, beres, tilang tak jadi dilanjutkan.

Yang lebih nakal lagi adalah oknum yang suka menjebak.
Menunggu dan memantau dari sebuah tempat yang tersembunyi dari pandangan pengendara, lalu ketika ada pengendara asing dari luar kota yang kurang tahu dengan situasi jalan dan rambu, maka sekonyong-konyong “mak bedhunduk” oknum petugas muncul, lalu tanpa ampun langsung disikatnya.
Tilang atau damai .
Tapi…, kalau ketanggor dengan mobil yang satu ini pasti gigit jari.

Sebagaimana diketahui, sebagai raksasa internet, Google ternyata juga memiliki perhatian dan komitment yang cukup tinggi terhadap perkembangan teknologi.
Sudah begitu banyak inovasi dan penemuan baru yang dihasilkan oleh Google, terutama pada peralatan yang mempemudah aktivitas hidup manusia.
Penemuan-penemuan baru oleh Google ini bahkan kebanyakan bersifat futuristic, maju selangkah dari teknologi yang ada saat ini.
Salah satunya adalah mobil tanpa pengemudi.
Dikabarkan, sudah cukup lama pihak Google melakukan riset dan pengembangan terhadap sebuah mobil yang dapat melaju di jalan raya meski tanpa pengemudi.

Nah, pada sebuah uji coba terhadap mobil tanpa pengemudi ini terjadi peristiwa yang seandainya terjadi di Indonesia pasti membuat oknum petugas gigit jari.

Dalam sebuah uji coba mobil tanpa pengemudi di Mountain View California Amerika Serikat, dengan alasan keselamatan, pihak Google sengaja mensetting agar mobil tanpa sopir yang melaju di jalan raya dengan kecepatan 25 mil per jam.
Karena kondisi jalan raya yang memang padat, maka tentu saja kecepatan mobil tanpa pengemudi tersebut termasuk cukup lambat.
Akibatnya mobil lain di belakangnya menumpuk. Dan pada akhirnya terjadi kemacetan.

Karena itu dengan sigap petugas jalan raya di kota besar tersebut buru-buru turun tangan untuk mengatur agar lalu lintas menjadi lancar kembali.

Mobil Google tersebut lalu disemprit. Dipinggirkan dan akan ditilang sebab dianggap menjadi penyebab biang kemacetan lalu lintas, karena melaju sedemikian lambat di jalan raya pada kota sebesar itu.

Namun tentu saja petugas menjadi kecele.
Siapa yang mau ditilang ?
Wong memang tidak ada sopir alias pengemudinya.
Akhirnya, setelah diusut bahwa mobil tanpa pengemudi tersebut sedang melakukan uji coba, maka petugas buru-buru menghubungi pihak Google untuk meminta bantuan segera “mengatasi” mobil tersebut, agar jalan raya tidak menjadi macet lagi.

Nah kalau sampai kejadian disini, oknum pasti gigit jari. Tidak ada tilang, tidak ada “damai”.


Mobil INI, lebih sangar lagi :

Share this:

Disqus Comments