Manuskrip Kuno Ini Ungkap Terjadinya Pemanasan Global Dan Tenggelamnya Benua Eropa

Manuskrip Kuno Ini Ungkap Terjadinya Pemanasan Global Dan Tenggelamnya Benua Eropa


Dewasa ini para ilmuwan dari berbagai negara ( terutama dari negara-negara maju ) telah dan sedang sibuk dengan berbagai upaya untuk melakukan pencegahan terhadap terjadinya pemanasan global ( global warming ). 
Para ilmuwan mengkhawatirkan dan memprediksikan dengan terjadinya proses pemanasan global yang terus menerus dan berkelanjutan maka akan berdampak pada mencairnya lapisan salju di belahan kutub. Akibatnya akan terjadi kenaikan muka air laut secara drastis dan hilangnya sebagian daratan. 
Dan pada tahap yang parah akan berakibat terjadinya banjir banding yang teramat besar. 

Pada saat ini apa yang diprediksikan dan dikhawatirkan oleh para ilmuwan ini sebagian telah mulai terjadi. Menurut berbagai pemberitaan, pada tahun-tahun belakangan ini suhu di kutub tercatat sebagai suhu yang paling panas dibandingkan dengan dekade-dekade sebelumnya. Lapisan salju kutub pun mulai meleleh, dan luasan wilayah kutub berkurang cukup drastis. 
Dan beberapa wilayah di beberapa negera juga telah terjadi adanya daratan yang mulai hilang akibat naiknya muka air laut. 

Namun tahukah anda bahwa masalah pemanasan global, melelehnya lapisan salju di kutub serta tenggelamnya beberapa wilayah ternyata telah dinubuatkan lebih dari seribu tahun yang lalu ? 
Bahkan yang tertulis ini – selain lengkap – juga sangat mengerikan. 
Sebab yang terjadi tidak hanya hilangnya sebagian wilayah daratan di beberapa tempat akibat naiknya muka air laut, yang lebih hebat lagi adalah tenggelamnya benua Eropa akibat mencairnya lapisan salju di kutub

Coba simak kutipan manuskrip yang ‘ kebetulan ‘ di ketemukan di Vatikan, yang ditulis oleh Ibn Harsyal, seorang Yahudi Roma. 
Ada sebuah kalimat yang tersembunyi namun sangat jelas, seakan keduanya merupakan hal yang kontroversial. 
Kalimat itu adalah pada satu alinea, dimana manuskrip ini akhirnya dinamakan dengan nama alinea itu, yang bunyinya :

Akhir al Kurrah al Ardhiyah min Jihat asy-Syimal….fi Akhir Zaman ar Rabb”. 
Di dalamnya ia ( penulisnya ) mengatakan : 

“ Kakekku telah mengimlakkan kepadaku bahwa, di akhir zaman Tuhan, salju akan mencair. Banjir bandang akan menenggelamkan bangsa-bangsa di AURAB dan bangsa-bangsa yang ada di Utara dan Barat selamat. Penduduk Utara bumi Tuhan masuk ke dalam agama seorang laki-laki Puji Bagi Tuhan ( al Hamd li ar Rabb ) dan warga Besi dan Salju bersama-sama Al Kakhbad menguasai seluruh AURAB
Warga suatu jazirah di Laut dan Salju menyayangi Hamd di akhir zaman Tuhan, lalu mengundang Kakhbad yang kemudian mendatangi mereka. 
Sesudah beberapa tahun, seluruh Utara bumi Tuhan memanggil Kakhbad di akhir zaman Tuhan, dan mengibarkan benderanya. Itulah yang diimlakkan kakekku kepadaku, dan kakekku adalah cucu Barisy bin Hamis, Firman Tuhan yang ada bersama-sama orang-orang yang dipilih Nabi Musa, di Miqat Tuhan, nikmat Tuhan. Tuhan Mahamenang. 
Dia adalah Tuhan kami Yang Maha Berkah selamanya, Maha Tinggi sebutan-Nya dan Maha Abadi. 
Maka berikanlah keagungan kepada Allah Yang Maha Kuasa.” 

Nb : 
Aurab = Eropa 
 Lihat juga :

Share this:

Disqus Comments