Cara Mengatasi Masalah Air Sumur Yang Berkapur

Cara Mengatasi Masalah Air Sumur Yang Berkapur


Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, masyarakat Indonesia pada umumnya menggunakan beberapa sumber. Untuk masyarakat yang tinggal di perkotaan atau kota besar, kebutuhan air bersih biasanya sudah dicatu dengan berlangganan air PAM / PDAM. 
Sedangkan bagi yang tinggal di wilayah pinggiran kota atau pedesaan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih, masyarakat mengandalkan suply air bersih dari sumur. 

Baik berupa sumur konvensional ( sumur srumbung ) ataupun sumur bor. Bahkan bagi yang tinggal di wilayah terpencil, untuk memenuhi kebutuhan air bersih, masyarakat masih menggunakan air yang diambil dari sungai, sendang atau danau. Sehingga terkadang harus menjernihkan air kotor terlebih dulu.

Secara umum, sebagian besar masyarakat tidak mempunyai masalah dengan kualitas air sumurnya. 
Namun di beberapa lokasi atau wilayah tertentu terkadang memang ditemui masalah kualitas air sumur. Salah satu masalah yang terkadang ditemui berkaitan dengan kualitas air sumur adalah adanya air sumur yang berkapur.  

Air sumur berkapur tidak hanya bisa terjadi di daerah yang memang secara geografis tanahnya mempunyai kandungan kapur tinggi, seperti daerah di sekitar pegunungan kapur, namun bisa juga terjadi di daerah-daerah yang kondisi tanahnya “sehat”. 

Air sumur yang berkapur tentu saja sangat tidak diinginkan. Sebab pada penggunaan jangka panjang, air sumur yang mengandung kapur dapat memicu berbagai macam gangguan kesehatan dan timbulnya bermacam penyakit bagi tubuh yang mengkonsumsinya. 
Disamping itu, air yang seperti ini akan terasa “kurang enak” jika dipergunakan untuk keperluan sehari-hari. 

Ciri-ciri air sumur yang berkapur ( terlebih jika kandungan kapurnya tinggi ) dapat dengan mudah dideteksi dari hal-hal berikut : 
- Jika dipergunakan untuk mencuci ( dengan sabun atau detergen ), busa yang dihasilkan relatif lebih sedikit 
- Terasa agak licin, terutama pada waktu digunakan secara bersamaan dengan sabun saat mandi 
- Jika dipanaskan / dididihkan ( dipergunakan sebagai air minum ) akan meninggalkan lapisan kerak berwarna putih di dasar wadah. 
- Air terasa kurang segar 

Pada prinsipnya, air yang berkapur disebabkan karena tingginya kandungan logam tertentu di dalamnya. Biasanya berupa logam Natrium, Kalium dan Magnesium. Dan, air yang mengandung logam-logam seperti ini disebut dengan air sadah. 

Secara umum, kesadahan air dapat dibagi menjadi dua : 
1. Kesadahan tetap 
2. Kesadahan sementara 

Kesadahan tetap berarti air yang kandungan kapur di dalamnya tidak dapat dipisahkan dengan cara pemanasan / pendidihan biasa. 
Kesadahan tetap terjadi karena air mengandung unsur logam – terutama - Magnesium yang tinggi. 

Kesadahan sementara, yaitu air yang kandungan kapur di dalamnya dapat diendapkan / dipisahkan dengan cara pemanasan / pendidihan biasa. Kesadahan sementara terjadi karena air mengandung unsur logam – terutama – Natrium, Kalium yang tinggi. 

Lalu, Bagaimana Cara Mengatasi Masalah Air Sumur Yang Berkapur

Untuk air sumur yang mempunyai sifat kesadahan sementara, cara mengatasinya sebenarnya cukup mudah, yaitu dengan cara dipanaskan / dididihkan. 
Lalu kerak yang terjadi diendapkan dan disaring. 
Namun tentu saja, cara ini cukup merepotkan dan butuh banyak energi. Dan lagi, cara pemanasan / pendidihan ini tidak bisa mengatasi air dengan kesadahan tetap. 

Di lingkup industri, masalah air sadah biasa di atasi dengan menggunakan Softener.
Yaitu sebuah peralatan khusus yang digunakan untuk “melunakkan” kesadahan dalam air. Sehingga air hasil proses dari softener ini biasa disebut dengan “air lunak” ( soft water ). Terkadang softener ini dioperasikan sebagai bagian dari Instalasi Pengelolaan air limbah atau di bagian Utilitas, tergantung sumber airnya.

Prinsip dasar kerja Softener adalah dengan menukar ion yang terkandung dalam air sadah dengan kandungan ion dalam resin yang diisikan dalam softener. Lalu secara periodik dilakukan regenerasi ion, untuk “menyegarkan kembali” kandungan ion dalam resin. 

Untuk mengatasi masalah air sumur yang berkapur dalam skala rumah tangga sebenarnya juga bisa menggunakan cara yang digunakan pada lingkup industri seperti di atas. 

Banyak yang masih beranggapan bahwa cara ini ( Softener ) cukup rumit untuk digunakan. Padahal sebenarnya Softener ini cukup mudah diaplikasikan dalam skala rumah tangga untuk mengatasi masalah air sumur yang berkapur. Bahkan dapat dengan mudah dibuat sendiri. 

Untuk membuat dan mengaplikasi Softener sendiri anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini : 

Cara membuat Softener sendiri untuk mengatasi masalah air sumur yang berkapur

A. Alat dan bahan

- Mesin bor 
- Gergaji besi 
- Gunting seng 
- Mata bor diamater 2 atau 3 mm 
- Mata bor payung diamater ¾ inchi 
- Pipa paralon ( PVC ) diamater 6 inchi panjang 50 cm 
( Catatan : makin besar diamater dan makin panjang paralon makin bagus, sebab daya pelunakannya akan makin besar ) 
- Dop ( tutup paralon ) diamater 6 inchi, 2 buah 
- Papan lembaran PVC ( jika tidak ada bisa diganti dengan plat besi atau seng tebal ) 
- Lem PVC 
- Kawat ram halus 
- Selotip 
- Pipa PVC / paralon diamater ¾ inchi, secukupnya 
- Kran ( valve ) ¾ inchi, 4 buah 
- Knee / elbow PVC ¾ inchi, 2 buah 
- Tee PVC ¾ inchi, 2 buah 
- Resin Di-aion ( kation – anion ) sebanyak 250 gram. 
Resin di-aion digunakan sebagai isian yang berfungsi sebagai pelunak air sadah. Dijual dalam berbagai merk. Dapat dibeli di toko-toko Bahan kimia. 

B. Tahap Persiapan 

- Potong pipa paralon ( PVAC ) diamater 6 inchi, panjang 50 cm 
- Potong lembaran PVC dengan bentuk lingkaran dengan ukuran sama dengan diamater bagian dalam pipa PVC 
- Buat lubang pada lembaran PVC dengan diamater 2-3 mm, dengan menggunakan Bor pada seluruh permukaannya sehingga berbentuk seperti sebuah saringan. 
- Buat lubang tepat pada bagian tengah Dop dengan diamater tepat sebesar diamater luar knee ¾ inchi. C. Tahap perakitan 
- Tempatkan dan lem papan lembaran PVC yang telah dilubang pada 10 – 12 cm di bagian bawah dalam pipa paralon 
- Tempatkan kawat kasa halus tepat di atasnya. Ini nantinya berfungsi sebagai tempat penahan resin sekaligus untuk penyaringan. 
- Pasang dan lem dop di bagian bawah pipa paralon 
- Pasang dan lem knee ¾ inchi ke dalam lubang dop 
- Pasangkan dan lem pipa PVC ¾ inchi pada knee ( elbow ) nya beserta kran air ( valve ) ¾ inchi sesuai gambar.

 skema softener buatan sendiri

- Isikan resin ke dalam pipa paralon 
- Pasang dan tutup dop yang satunya di bagian atas paralon 
- Pasang dan lem knee ¾ inchi ke dalam lubang dop yang di bagian atas 
- Pasangkan dan lem pipa PVC ¾ inchi pada knee ( elbow ) nya beserta kran ( valve ) ¾ inchi sesuai gambar 

cara membuat softener sendiri
Skema Softener Buatan Sendiri

 D. Penempatan dan Pengoperasian Softener buatan sendiri 

Alat softener buatan sendiri sudah siap digunakan. Untuk penempatan dan pengoperasiannya dapat dilakukan dengan langkah berikut : 
- Softener sebaiknya ditempatkan sedemikian rupa dengan mempertimbangkan letak dan posisi pompa yang digunakan. Juga kemudahan dalam penanganannya. 
- Untuk mengoperasikan softener secara optimal sehingga mampu mengatasi masalah air sumur yang berkapur, anda dapat melihat dengan lebih jelas ( nantikan ) pada : Mengoperasikan Softener Untuk Menghilangkan Kandungan Kapur Pada Air Sumur, dalam skala rumah tangga. 

Share this:

Disqus Comments